Selasa, 28 Jul 2026 14:54 WIB

Jalan Penghubung 2 Kecamatan Rusak Parah dan Tak Pernah Diperbaiki

Kondisi jalan penghubung Kecamatan Kudu dan Ngusikan yang kondisinya rusak parah.(Foto: Elok Aprianto)
Kondisi jalan penghubung Kecamatan Kudu dan Ngusikan yang kondisinya rusak parah.(Foto: Elok Aprianto)

jatimnow.com - Ruas jalan penghubung Kecamatan Kudu dan Ngusikan, Jombang, kondisinya rusak parah. Bahkan jalan yang menghubungkan antara Desa Made, Kecamatan Kudu dengan Desa Cupak, Kecamatan Ngusikan itu tidak pernah diperbaiki.

Tak sedikit para pengguna jalan termasuk para pengunjung Wisata Sendang Made mengeluhkan kondisi jalan tersebut. Efendi salah satu pengguna jalan di area Desa Made mengaku bahwa sebagian ruas jalan sudah tidak terlihat aspalnya. Hanya terlihat batu-batuan.

Baca Juga: Tambakberas Kebut Persiapan Muktamar ke-35 NU, Siap Sambut 6.000 Muktamirin

"Pengguna jalan harus lebih berhati-hati saat melintas. Padahal jalan ini merupakan akses untuk menuju Wisata Gunung Pucangan," ungkapnya, Kamis (6/10/2022)

Selain itu, ia mengaku kondisi jalan rusak belum dapat perhatian dari pemerintah setempat. Terbukti dengan jalan belum sama sekali diperbaiki.

"Sudah lama ini rusak parah jalannya, belum diperbaiki sama sekali. Belum dilakukan perbaikan. Sampai aspalnya saja sudah tidak ada," tukasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Suwandi, warga Cupak, Kecamatan Ngusikan. Menurutnya, jalan tersebut ramai dilalui. Terlebih lagi ini merupakan akses menuju Gunung Pucangan.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

"Banyak wisatawan dari luar Jombang yang ke Gunung Pucangan. Mereka pada mengeluh kondisi jalan ini," paparnya.

Ia meyakini jika jalan tersebut diperbaiki, pastinya wisatawan Gunung Pucangan juga akan ramai pengunjung.

"Kalau ramai kan juga bisa mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar," tegasnya.

Baca Juga: 55 Ruas Jalan Lamongan Sepanjang 35 Km Masuk Prioritas Perbaikan

Ia berharap pemerintah setempat segera melakukan perbaikan jalan. Akses jalan yang minim penerangan membuat jalan semakin berbahaya bagi pengguna jalan.

"Kalau malam pasti bahaya karena minim penerangan juga," pungkasnya.

 

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.