Jumat, 12 Jun 2026 13:37 WIB

AHY Beberkan Solusi Tekan Dampak Beban Kenaikan BBM bagi Warga

AHY dalam Rapimnas Demokrat. (Foto: dok Demokrat Jatim/jatimnow.com)
AHY dalam Rapimnas Demokrat. (Foto: dok Demokrat Jatim/jatimnow.com)

Surabaya - Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (BBM) menawarkan dua solusi kepada pemerintah untuk mengurangi dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang membebani masyarakat miskin.

AHY menyebut, solusi pertama yang ditawarkan Partai Demokrat kepada pemerintah adalah memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) tepat sasaran.

Baca Juga: Menko AHY Tinjau PT PAL, Perkuat Industri Maritim dan Galangan Kapal Nasional

Menurut AHY, pemberian BLT terbukti bisa menaikkan daya beli masyarakat, ketika harga BBM dinaikkan oleh pemerintah.

"Pertama, bantuan kepada rakyat, yang ekonominya lemah, atau BLT. Jumlah uangnya harus cukup, tepat sasaran, dan harus bebas dari politik. BLT, produk kebijakan Presiden SBY, yang dulu ditentang oleh sebagian kalangan, justru sekarang ditiru dan terbukti menjadi penyangga utama, daya beli masyarakat," kata AHY dalam keterangan resmi yang diterima jatimnow.com, Minggu (18/9/2022).

Lalu solusi yang kedua adalah, AHY meminta agar pemerintah berani menurunkan harga BBM ketika harga minyak dunia turun. Pasalnya, tidak ada alasan bagi pemerintah, untuk tetap mempertahankan kenaikan harga BBM justru sangat membebani masyarakat miskin.

Baca Juga: 1.040 Warga Tulungagung Bakal Terima BLT Miskin Ekstrem

"Kedua, alasan dan waktu, untuk menaikkan harga BBM, juga harus tepat. Jika harga minyak mentah dunia menurun, turunkan kembali harga BBM kita. Jangan sebaliknya, ketika harga minyak dunia turun, harga BBM justru dinaikkan," tambahnya.

Partai Demokrat memahami kebijakan pemerintah untuk menaikkan BBM karena akan menyelamatkan fiskal negara. Subsidi BBM harus dikurangi, agar beban APBN bisa ditekan.

"Demokrat mengerti, ada persoalan dengan kesehatan APBN, dan ruang fiskal negara. Karena itu, pemerintah memandang perlu, untuk mengurangi subsidi BBM. Namun, di sisi lain, Demokrat juga sangat mengerti, kondisi kehidupan sosial- ekonomi masyarakat, yang tengah menghadapi tekanan berat," jelas putra sulung Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Baca Juga: Mbak Vinanda Salurkan BLT MAPAN Kategori ODKB Langsung ke Rumah Penerima

Namun, AHY menegaskan, kenaikan harga BBM bukan satu-satunya cara untuk menyehatkan beban fiskal dan APBN. Menurut dia, pemerintah harus berani mengurangi proyek infrastuktur yang bukan prioritas.

"Sesungguhnya, ada banyak cara, untuk menyelamatkan fiskal, selain menaikkan harga BBM. Misalnya, dengan melakukan relokasi anggaran, penentuan prioritas, termasuk penundaan sejumlah proyek nasional, yang tidak sangat mendesak," jelasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.