Kamis, 11 Jun 2026 19:21 WIB

Ketum PBNU dan PP Muhammadiyah Soroti Wacana Kenaikan BBM

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf dan Ketua Umum PP Muhammadyah Haedar Nasir (Foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)
Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf dan Ketua Umum PP Muhammadyah Haedar Nasir (Foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)

Surabaya - Wacana pemerintah mencabut subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan menaikkan harga mendapat sorotan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan PP Muhammadyah.

Dua organisasi Islam terbesar di Indonesia ini meminta pemerintah untuk membuat skema manajemen permasalahan, termasuk dampak buruknya bagi masyarakat.

Baca Juga: Dukung Transformasi Pesantren, Gus Yahya Apresiasi Inisiatif KH Imam Jazuli

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf dan Ketua Umum PP Muhammadyah Haedar Nasir menyampaikan itu usai menjadi pemateri dalam Dialog Kebangsaan di Universitas Surabaya (Ubaya), Rabu (31/8/2022).

Menurut Gus Yahya, rencana kenaikan BBM yang dilakukan pemerintah ini memang pilihan berat di tengah situasi ekonomi dunia.

Namun, dia meminta pemerintah untuk melakukan skema permasalahan, termasuk soal kenaikkan BBM dengan risiko terkecil dampak buruknya bagi rakyat.

"Tentu kita akan meminta pemerintah memelihara kondisi supaya tetap kondusif tidak ada gejolak yang berkaitan dengan hal tersebut. Tapi dengan pertama-tama kita juga saling menyadari keadaan berat yang harus kita hadapi," jelas Gus Yahya.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Sementara Haedar Nasir juga berpendapat soal rencana kenaikan BBM ini. Dia meminta DPR RI dan pemerintah pusat mencari solusi terbaik agar rakyat tidak dirugikan.

Dia mengimbau agar semua pihak dapat menjaga kondusifitas, sehingga bisa mendapatkan solusi yang terbaik.

"Kami menyarankan agar DPR bersama pemerintah perlu duduk mencari solusi terbaik. Bagaimana rakyat kecil mayoritas tidak memperoleh kerugian setiap kebijakan. Jadi poinnya di situ," tegasnya.

Baca Juga: Katib Syuriyah PBNU Kecam Penyergapan Relawan Indonesia oleh IOF

Sinyal kenaikan harga BBM memang telah banyak terungkap beberapa waktu ini. Dikabarkan harga BBM subsidi bakal naik besok, 1 September 2022.

Namun hingga hari ini belum jelas apakah harga BBM itu benar-benar akan naik mulai besok. Sebab pemerintah juga belum mengumumkannya secara resmi.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.