Senin, 27 Jul 2026 06:54 WIB

Hotma Sitompul Datangi SPI Kota Batu, Ngapain?

Pengacara Hotma Sitompul mendatangi SPI Kota Batu. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Pengacara Hotma Sitompul mendatangi SPI Kota Batu. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

Kota Batu - Tim kuasa hukum Julianto Eka Putra (JEP) yaitu Hotma Sitompul bersama rekan mendatangi Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu, usai mengikuti sidang, Rabu (20/7/2022).

Tujuannya yaitu memberikan motivasi moril kepada pengurus yayasan, para guru dan terutama para pelajar. Di SPI, Hotma bertemu langsung dengan pengurus yayasan, guru dan beberapa pelajar.

Baca Juga: Kasus Kekerasan Anak Terus Meningkat, Pemkab Kediri Dorong Korban Berani Melapor

Menurutnya, keberadaan SPI harus tetap dilindungi. Banyak anak-anak yang menggantungkan cita-cita di SPI. Proses belajar mengajar di SPI terus berjalan dan tidak terkait dengan proses hukum yang saat ini berlangsung.

"Apa yang dilakukan SPI ini mulia, berapa banyak organisasi seperti apa yang telah dipikirkan dan dilakukan oleh SPI. Dan garis bawahi ya, jangan sampai ada orang atau kelompok yang memiliki agenda tersembunyi untuk mengambil alih sekolah," tegas Hotma.

Dia menilai SPI memiliki tujuan mulia yaitu mendidik anak-anak dengan berbagai latar belakang sosial dan agama dengan tanpa biaya alias gratis. Seyogyanya banyak pihak melindungi keberlangsungan sekolah.

Baca Juga: Liburan ke Jatim Park 1, Coba 3 Hotel Unik di Kota Batu Ini

"Jadi kita perlu menjaga SPI bersama. Begitu banyak lulusan SPI yang menjadi orang baik. Saya bilang ke anak-anak, tetap semangat menuntut ilmu," paparnya.

Di tempat yang sama, Ketua Yayasan SPI, Sendy F Tantono menguraikan bila para pelajar dan guru sangat membutuhkan dukungan moril. Keberadaan mereka selama ini cukup tertekan dengan banyaknya isu yang berkembang di luar.

"Sekolah membutuhkan dukungan, mari para pihak-pihak yang peduli terhadap pendidikan bisa memberikan dukungannya, baik secara langsung maupun tidak langsung," urainya.

Baca Juga: Tiga Bulan Berlalu, Kasus Dugaan Pelecehan Balita di Probolinggo Belum Ada Tersangka

Paling penting yaitu bisa membedakan proses hukum dan keberadaan sekolah supaya anak-anak bisa fokus belajar di sekolah. Terlebih sejauh ini banyak pihak yang mendukung yayasannya.

"Intinya yayasan sangat berterima kasih atas dukungannya, anak-anak harus fokus belajar. Dukungan untuk anak-anak begitu berharga, serta saya pastikan bahwa SMA SPI akan tetap eksis dan terus menampung anak-anak dari seluruh Indonesia," paparnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.