Jumat, 12 Jun 2026 19:47 WIB

Kisah Pria Tionghoa Mualaf Gegara Sering Dengar Lagu Wali Band (2)

Stevanus Hanzen. (Foto via Republika)
Stevanus Hanzen. (Foto via Republika)

jatimnow.com - Kebiasaan Stevanus mengikuti majelis taklim di masjid raya dekat rumahnya terpaksa pupus. Sebab, orang tuanya tidak lagi bekerja di Jakarta, melainkan Bandung. Maka sekeluarga hijrah ke luar dari ibu kota RI tersebut.

Waktu itu, Stevanus baru saja lulus SMP. Sebenarnya, ia merasa agak sedih karena harus terpisah dari kawan-kawan Muslimnya, khususnya di Masjid JIC. Namun, ketertarikan hatinya pada Islam tidaklah sirna begitu saja.

Baca Juga: Kisah Mualaf di Sidoarjo, Mantap Peluk Islam saat Dengar Azan Maghrib

Bahkan, remaja itu mengalami kejadian yang membuatnya kian merenung. Beberapa kali ia bermimpi didatangi pria yang berbaju gamis dan sorban. Sosok tersebut tidak memperkenalkan diri, hanya lewat dan memberikan sebuah mushaf Alquran kepadanya sebelum menghilang.

Penasaran dengan makna mimpinya, Stevanus pun bertanya kepada seorang pemuka agama di gereja tempatnya biasa beribadah tiap akhir pekan. Namun, yang ditanya hanya menyampaikan, mimpi adalah bunga tidur. Bahkan, katanya, dari sanalah kerap terjadi gangguan iblis.

Tidak puas akan penjelasan itu, Stevanus pun berusaha mendapatkan Alquran. Lantaran tidak bisa membaca tulisan Arab, ia memilih mushaf yang disertai terjemahan berbahasa Indonesia.

Kemudian, kitab suci tersebut dibandingkannya dengan kitab yang diyakini agamanya sendiri saat itu. Ia membuka terlebih dahulu kitab agamanya, non-Islam.

Pada suatu malam, Stevanus terkejut karena mendapati sebuah ayat yang mengabarkan keadaan Nabi Isa. Sang nabi dikisahkan memanggil Allah SWT karena meninggalkannya saat disalib.

Maka timbul pertanyaan dalam diri Stevanus.

Baca Juga: Hadiri HUT YM Mak Co Thian Shang Sheng Mu Mojokerto, Mas Pj Petik Pelajaran Ini

"Saya bertanya, bahwa Isa wafat selama tiga hari kemudian bangkit. Lalu, sebagai Tuhan, dia bisa meninggal. Lantas selama tiga hari, bagaimana alam dunia ini bisa berjalan seperti biasa?" katanya mengenang momen itu.

Berhari-hari lamanya pertanyaan tersebut menggantung di benaknya. Namun, jawaban tak kunjung ditemukannya. Hingga kemudian, tibalah saat diri dan keluarganya pindah ke Bogor, Jawa Barat.

Kedua orang tua Stevanus telah menyarankannya untuk mendaftar ke sebuah SMK di Kota Hujan. Sebagai anak yang penurut, ia pun mematuhi mereka. Di sekolah tersebut, pemuda itu mulai beradaptasi.

Lama-kelamaan, penggemar musik Wali Band ini memiliki banyak teman. Tak disangkanya, kepala SMK itu adalah seorang tokoh agama Islam di lingkungan masyarakat. Sering dalam berbagai kesempatan, sang kepala sekolah menyampaikan petuah-petuah ke pada para murid. Nasihatnya selalu mengandung pesan keislaman.

Baca Juga: Kisah Mama Elly, Ibunda Crazy Rich Surabaya jadi Mualaf: Inilah Jalan Saya

Di sana, Stevanus aktif dalam organisasi siswa intrasekolah. Ia duduk sebagai koordinator bidang agama, posisi yang sebenarnya sering diisi murid Muslim. Dengan tugasnya itu, ia menjadi akrab dengan kelompok ekstrakurikuler rohis.

Dimulailah lagi babak dalam kehidupan Stevanus untuk lebih mengenal Islam. Murid-murid yang aktif di rohis juga gemar mendengarkan kajian keislaman. Ia pun, walau masih non-Muslim, sering ikut mereka dan bahkan berkenalan dengan sejumlah dai lokal. (bersambung)

Baca Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.