Senin, 27 Jul 2026 14:30 WIB

Selain Amjah, Lamongan Juga Punya Manuskrip Serat Yusup

Serat Yusup yang telah berhasil dialihbahasakan ke Bahasa Indonesia dalam bentuk digital. (Foto: Disparbud Lamongan for jatimnow.com)
Serat Yusup yang telah berhasil dialihbahasakan ke Bahasa Indonesia dalam bentuk digital. (Foto: Disparbud Lamongan for jatimnow.com)

Lamongan - Selain Kitab Amjah, satu lagi bukti kayanya khazanah Keislaman di wilayah pesisir Lamongan. Namanya manuskrip Serat Yusup. Bagaimana isinya?

Manuskrip tersebut telah berhasil dikaji dan dialihaksarakan ke Bahasa Indonesia oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan.

Baca Juga: Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

Secara umum isi dari kitab tersebut sama dengan kitab Yusup di daerah lain yang mengisahkan cerita hidup Nabi Yusuf AS dari lahir, kisah kenabian, asmara, hingga mukjizat lainya.

Dijelaskan peneliti, Laksmi Eko Safitri S.Hum, Serat Yusup yang kini tersimpan di Museum Sunan Drajat di Paciran berbeda dengan Serat Yusup yang ada di daerah lain seperti Yogjakarta.

"Karakteristik tulisan sangat berbeda, kalau di Lamongan ini uniknya tertuang di lembaran lontar. Juga gaya bahasa dan seting-setingnya warna dan coraknya sangat pesisir sekali," ungkap Peneliti UGM Yogyakarta itu, Kamis (7/7/2022).

Serat Yusup memiliki ukuran yang sama antara cover dan teks, yakni panjangnya 30 sentimeter dan lebarnya 4 sentimeter, menggunakan aksara hanacaraka dan Bahasa Jawa kuno.

Baca Juga: Diduga Karena Korsleting Listrik, Kantor LSM di Lamongan Terbakar

"Dapat dipastikan ini adalah peninggalan dan dapat dikembangkan ke arah penelitian formal ke depannya," urainya.

Sementara itu, Kepala Disparbud Lamongan, Siti Rubika mengatakan, salinan manuskrip Serat Yusup ini sudah bisa dibaca melalui E-Book yang sudah disusun Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jatim.

"Kami mengupayakan agar hasil kajian ini bisa dimengerti khalayak luas, selain itu juga bisa dikembangkan sebagai cerita tutut kedaerahan," paparnya.

Baca Juga: Stok Ketersediaan Sapi di Lamongan Menurun, Harga Daging Mengalami Kenaikan

Uniknya, kata Rubika, nilai yang terkandung dalam Kitab Yusuf ini masih sering kita amalkan. Tidak salah jika peninggalan ini harus kita jaga dan lestarikan.

"Sampai sekarang kadang orang tua kita kan masih sering membacakan lantunan Surah Yusuf agar perilakunya dan parasnya bisa seperti Nabi Yusuf," tandasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.

Panitia Muktamar NU Mulai Susun Cetak Biru Persiapan di Tambakberas Jombang

Panitia Muktamar Ke-35 NU mulai menyusun blueprint persiapan dari akomodasi, lokasi sidang hingga pengamanan di Tambakberas, Jombang.