Jumat, 12 Jun 2026 04:25 WIB

Selain Amjah, Lamongan Juga Punya Manuskrip Serat Yusup

Serat Yusup yang telah berhasil dialihbahasakan ke Bahasa Indonesia dalam bentuk digital. (Foto: Disparbud Lamongan for jatimnow.com)
Serat Yusup yang telah berhasil dialihbahasakan ke Bahasa Indonesia dalam bentuk digital. (Foto: Disparbud Lamongan for jatimnow.com)

Lamongan - Selain Kitab Amjah, satu lagi bukti kayanya khazanah Keislaman di wilayah pesisir Lamongan. Namanya manuskrip Serat Yusup. Bagaimana isinya?

Manuskrip tersebut telah berhasil dikaji dan dialihaksarakan ke Bahasa Indonesia oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Secara umum isi dari kitab tersebut sama dengan kitab Yusup di daerah lain yang mengisahkan cerita hidup Nabi Yusuf AS dari lahir, kisah kenabian, asmara, hingga mukjizat lainya.

Dijelaskan peneliti, Laksmi Eko Safitri S.Hum, Serat Yusup yang kini tersimpan di Museum Sunan Drajat di Paciran berbeda dengan Serat Yusup yang ada di daerah lain seperti Yogjakarta.

"Karakteristik tulisan sangat berbeda, kalau di Lamongan ini uniknya tertuang di lembaran lontar. Juga gaya bahasa dan seting-setingnya warna dan coraknya sangat pesisir sekali," ungkap Peneliti UGM Yogyakarta itu, Kamis (7/7/2022).

Serat Yusup memiliki ukuran yang sama antara cover dan teks, yakni panjangnya 30 sentimeter dan lebarnya 4 sentimeter, menggunakan aksara hanacaraka dan Bahasa Jawa kuno.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

"Dapat dipastikan ini adalah peninggalan dan dapat dikembangkan ke arah penelitian formal ke depannya," urainya.

Sementara itu, Kepala Disparbud Lamongan, Siti Rubika mengatakan, salinan manuskrip Serat Yusup ini sudah bisa dibaca melalui E-Book yang sudah disusun Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jatim.

"Kami mengupayakan agar hasil kajian ini bisa dimengerti khalayak luas, selain itu juga bisa dikembangkan sebagai cerita tutut kedaerahan," paparnya.

Baca Juga: Pastikan Kesehatan Hewan Kurban, Disnakeswan Lamongan Sidak Lapak di Pinggir Jalan

Uniknya, kata Rubika, nilai yang terkandung dalam Kitab Yusuf ini masih sering kita amalkan. Tidak salah jika peninggalan ini harus kita jaga dan lestarikan.

"Sampai sekarang kadang orang tua kita kan masih sering membacakan lantunan Surah Yusuf agar perilakunya dan parasnya bisa seperti Nabi Yusuf," tandasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.