Kamis, 23 Jul 2026 03:15 WIB

Jangan Kotori Taman Mbah Balok

  • Penulis :
  • | Jumat, 13 Jul 2018 18:27 WIB

jatimnow.com - Mbah Balok, merupakan monumen gotong royong di Alun-alun Bojonegoro. Monumen di pojok selatan ini kotor alias sampah dibuang sembarangan.

Mbah Balok yang berasal dari kayu jati temuan di tepi Sungai Bengawan Solo pada 1994. Kayu jati yang dibawa ke Alun-alun Bojonegoro pada 7 November 2015, namun sebelumnya dititipkan di TPK atau Tempat Penimbunan Kayu milik Perhutani di Desa Sukorejo .

Memiliki panjang 17 meter dan berdiameter 45 cm, kayu jati yang modelnya mirip lesung itu dipajang di pojok selatan alun-alun. Pemkab Bojonegoro menjadikan Mbah Balok yang dipajang 7 November 2015 sebagai 'Monumen Gotong Royong Kayu Jati' yang juga sebagai cagar budaya.

Prosesi menuju Alun-alun Bojonegoro, kayu itu digotong warga secara beramai-ramai. Sejak November 2015, Mbah Balok mulai dikunjungi masyarakat yang penasaran ingin melihat kayu jati primitif dari dekat.

"Masyarakat bersama-sama gotong royong mengangkat Mbah Balok. Bagi saya hal itu adalah bagian dari kecintaan masyararakat terhadap kekayaan alam Bojonegoro", terang Kabag Humas Pemerintah Kabupaten (PemKab) Bojonegoro, Heru Sugiharto.

Pantauan jatimnow.com, Jumat (13/7/2018), sejumlah orang tampak tiduran dan bersantai di atas kayu jati Mbah Balok. Meski diberi pagar rantai, namun tetap saja diterobos.

Terlihat sejumlah sampah plastik makanan ringan dan es tertinggal di sekitar Mbah Balok. Tak sedikit, pengunjung yang memilih makan dan minum di area Mbah Balok.

Salah seorang warga, Mubasiroh (48) mengakui adanya Mbah Balok sangat berguna untuk warga Bojonegoro sekitar saat beristirahat dari bepergian atau menjenguk orang sakit.

Namun, ia menyayangkan di area sekitar Mbah Balok belum disediakan tempat pembuangan sampah. Akibatnya pengunjung membuang sampah sembarangan.

"Saya ke sini rombongan sama satu RT naik Elf, dan merasa nyaman duduk (santai) di kayu balok ini sambil refreshing", ujar wanita asal Desa Karangan, Kecamatan Kepohbaru yang menolak menyebut namanya.

Kontributor: Siti Ainur Rodhiyah
Editor: Budi Sugiharto

Baca Juga: Dua Hari Hilang, Pencari Ikan Asal Bojonegoro Ditemukan Tewas di Bengawan Solo

Editor : Budi Sugiharto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.