Rabu, 10 Jun 2026 23:49 WIB

BBM Subsidi Seharusnya Hanya untuk Kendaraan Roda Dua

Dialog interaktif yang digelar PMII di Islamic Center, Surabaya (Foto: Sisi for jatimnow.com)
Dialog interaktif yang digelar PMII di Islamic Center, Surabaya (Foto: Sisi for jatimnow.com)

Surabaya - Isu pembatasan bahan bakar minyak (BBM) subsidi oleh pemerintah semakin santer. Rencana terbaru, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) akan melakukan skema pembatasan melalui aplikasi MyPertamina.

Namun pengamat independent industri minyak dan gas (migas), Dr Komaidi Notonegoro menyebut cara ini akan sulit dilakukan di lapangan. Menurutnya, pegawai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) akan head to head dengan pengemudi mobil yang merasa punya hak membeli BBM pertalite maupun solar bersubsidi.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Yang ada terjadi banyak pertikaian dengan pegawai SPBU. Belum lagi tidak semua konsumen punya akses jaringan internet seperti di pelosok," beber Komaidi usai dialog interaktif yang digelar PMII di Islamic Center, Surabaya, Minggu (26/6/2022).

Lalu bagaimana agar BBM bersubsidi seperti pertalite dan solar subsidi bisa dinikmati masyarakat yang kurang mampu?

Menurut Komaidi, solusinya sederhana, yaitu dengan membuat pengumuman bahwa yang bisa beli pertalite hanya roda dua saja. Sedangkan mobil bisa menggunakan BBM nonsubsidi.

"Logikanya begini. Orang yang beli mobil kan tidak mungkin tidak bisa beli BBM dengan oktan tinggi. Jika memang mereka hanya mampu beli pertalite yang harganya 7 ribuan, pasti kemampuannya hanya membeli kendaraan roda dua," tegas Direktur Eksekutif ReforMiner Institute itu.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Di hadapan mahasiswa PMII, Komaidi juga menyebut bahwa subsidi BBM yang ada saat ini sudah sangat membebani negara. Dan jika dibiarkan dinikmati oleh orang yang mampu beli mobil, tetapi tidak bisa beli BBM nonsubsidi, maka subsidi untuk pendidikan dan pupuk akan terkikis oleh kebutuhan subsidi BBM.

"Subsidi ditujukan untuk masyarakat kurang mampu. Nah kalau sudah mampu beli mobil, masa tidak mampu beli BBM nonsubsidi," sambung alumnus Fakultas Ekonomi Unair tersebut.

Hal yang sama juga diamini anggota Komisi C DPRD Surabaya, Abdul Ghoni Mukhlas Nia'm yang miris melihat nasib para nelayan di Kenjeran Surabaya yang tidak bisa melaut karena tak punya solar.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

"Solar ada, dijual di Pertamini yang harganya jauh lebih mahal dibandingkan SPBU legal. Solar yang harganya Rp 5.150 per liter, dijual seharga Rp 10 ribuan," terang Ghoni yang juga menjadi pembicara dalam dialog interaktif itu.

Menurut Ghoni, DPRD Surabaya sepakat akan mengawal subsidi solar, benar-benar bisa dinikmati nelayan. Sebab jika solar bersubsidi tak bisa diakses nelayan, maka ekonomi nelayan di Kenjeran akan semakin terpuruk.

"Nelayan di Kenjeran itu sudah banyak masalah, mulai dari kelangkaan solar bersubsidi hingga kasus stunting atau gizi buruk yang menimpa anak mereka, akibat keterbatasan ekonomi," tandas anggota dewan dari PDIP itu.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.