Selasa, 09 Jun 2026 03:49 WIB

Tak Ada Lahan Makam, Warga Perum Green Garden Gresik Protes Pengembang

Unjuk rasa warga Perumahaan Green Garden Gresik.(Foto: Dokumentasi Warga Green Garden)
Unjuk rasa warga Perumahaan Green Garden Gresik.(Foto: Dokumentasi Warga Green Garden)

Gresik - Warga Perumahan Green Garden Gresik menggelar aksi unjuk rasa, Senin (20/6/2022) malam. Mereka menuntut pihak pengembang perumahan yang berlokasi di dekat Icon Mall tersebut menyediakan lahan pemakaman dan masjid.

Warga terpaksa melakukan aksi karena sudah 4 kali kebingungan saat hendak melakukan pemakaman tidak memiliki lahan. Saat mencoba memakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) di sekitar perumahan, mereka sering ditolak dengan alasan yang meninggal dunia bukan warga sekitar TPU.

"Kami sudah lelah mencarikan makam warga saat meninggal dunia. Kami sering ditolak pengelola TPU karena bukan warganya yang meminggal. Sambat ke pengembang, sudah 5 tahun kami diberi janji-janji akan dibuatkan lahan makam khusus Perumahan Green Garden. Faktanya sampai hari ini nol tidak terealisasi," kata Sekretaris RT 6 RW 4 Perumahan Green Garden Andreas Tabah.

Baca Juga: Kampung SIBA KLASIK Gresik Terapkan Kurban Minim Sampah

Tidak hanya makam, soal masjid pun warga berkali-kali mendesak pengembang untuk menyiapkan lahan dan bangunan.

"Memang sih kami diberi tempat ibadah, tapi kecil. Ukurannya hanya 4 x 4 meter saja. Tidak bisa digunakan salah Jumat. Bahkan saat ini hendak dibongkar karena kena pembebasan lahan Tol KLBM," ujar Trinugroho, pengurus RT 4 menimpali.

Ia melanjutkan, permintaan warga sebenarnya tidak muluk-muluk. Cukup sediakan lahan. Selanjutnya warga akan membangun masjid secara swadaya. Lahan makam dan masjid sebenarnya sudah tertuang dalam site plan ketika warga hendak beli rumah pada 2007 hingga 2012. Namun sejak 2015, lahan masjid dan makam tiba-tiba sudah tidak ada di dalam site plan perubahan.

Warga merasa kecewa kepada pengembang karena dinilai tidak serius memenuhi fasos dan fasum. Di luar masjid dan makam, sebenarnya banyak persoalan fasos dan fasum yang diabaikan pengembang. Warga masih bisa menerima. Namum soal masjid dan makam, warga terpaksa harus menggelar aksi turun ke jalan.

Persoalan ini sebenarnya sudah terdengar di telinga Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Dalam pertemuan halalbihalal warga, bupati sudah meminta pengembang untuk segera menyediakan lahan makam dan masjid.

Baca Juga: JIIPE Peduli Bagikan Puluhan Hewan Kurban ke Masyarakat Gresik

"Saya sudah perintahkan Kadis Perizinan dan Kadis Pemukiman untuk mengawal perundingan dengan warga. Fasum dan Fasos kewajiban pengembang dan hak warga. Jadi harus dilaksanakan keinginan warga," ujar Bupati Gresik pada Mei 2022.

Setidaknya, 2 kali Pemkab Gresik melalui Dinas Pemukiman Cipta Karya menggelar rapat mediasi.

"Kami undang pengembang, kepala desa dan instansi terkait. Namun hingga kini belum ada titik temu. Sebab pihak pengembang hanya mengirim perwakilan, bukan pengambil kebijakan atau keputusan. Akhirnya jalan di tempat," kata Kepala Dinas Pemukiman Cipta Karya Kabupaten Gresik Lailatus Sadiyah.

Karena tak ada kejelasan dari pengembang, warga menjadi kesal dan akhirnya menggelar unjuk rasa serta memasang banner tuntutan penyediaan lahan makam dan masjid. Secara serempak, warga keluar rumah dan berkumpul di depan pintu gerbang perumahan yang menyatu dengan akses masuk Icon Mall dan apartemen.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan dan Kementerian Koperasi Jalin Kerjasama Jaminan Sosial

Sementara saat dikonfirmasi, Direktur PT RBNP David Yurianto tidak menampik adanya tuntutan warga terkait lahan makam dan masjid belum dilaksanakan hingga saat ini. Meski begitu, bukan berarti selama ini pengembang belum berusaha.

"Kami sudah punya rencana untuk membeli lahan makam dan menyediakan lahan masjid. Namun ini masih berproses karena masih dirapatkan dengan manajemen dan owner," jawab David Yurianto.

 

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.