Sabtu, 06 Jun 2026 18:02 WIB

Fraksi Gerindra Ajak BUMN Kolaborasi Entaskan Kemiskinan di Pinggiran Jatim

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jawa Timur (Jatim) Muhammad Fawait.(Foto: Gerindra Jatim)
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jawa Timur (Jatim) Muhammad Fawait.(Foto: Gerindra Jatim)

Surabaya - Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jawa Timur (Jatim) Muhammad Fawait mengajak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ikut berkontribusi mengentaskan kemiskinan di wilayah pinggiran. Sebab daerah di sekitar perkebunan itu selama ini menjadi salah satu kantong kemiskinan.

"BUMN juga punya tanggung jawab moral dalam usaha pengentasan kemiskinan di sekitar daerah perkebunan. Saya kira ini sesuai visi presiden, yakni membangun Indonesia dari pinggiran," ucap Fawaid, Rabu (15/6/2022).

Baca Juga: SIG Salurkan Sapi dan Kambing Kurban hingga Papua Barat

Memang sedikit banyak BUMN telah mengucurkan beberapa bantuan melalui CSR. Namun hanya terkesan sporadis dan tak berkelanjutan. Sehingga terkesan seperti perusahaan swasta yang hanya berorientasi pada pengguguran tanggung jawab, bukan misi sosial yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat.

"Saya ingin BUMN berpikir out of the box. Selama ini BUMN mengeksplorasi potensi kekayaan alam untuk kontribisi APBN. Tapi masyarakat di sekitar perkebunan justru hidup miskin. Ini khan sebuah paradoks," imbuh Bendahara DPD Gerindra Jatim itu.

Baca Juga: Proyek Rp1,4 T SIG Tuntas, Kapasitas Ekspor Tembus 1 Juta Ton

Fawaid mengungkapkan, kebutuhan masyarakat di sekitar perkebunan adalah pemberdayaan usaha secara mandiri. Contohnya dengan menyewakan lahan tidur untuk bisa disewa dan digarap secara mandiri. Dengan perjanjian secara legal melalui koperasi atau lembaga lainnya.

Jadi dari keuntungan sewa melalui koperasi, perbantuan dari BUMN bisa sangat dirasakan oleh masyarakat. Terlebih jika keuntungan dari Kerja Sama Operasional (KSO) bisa diperbantukan untuk membangun fasilitas kesehatan (puskesmas/klinik), fasilitas pendidikan (sekolah) dan fasilitas ekonomi (pasar).

Baca Juga: Gerindra Tak Berikan Bantuan Hukum Bagi Gatut Sunu Wibowo

"Tiga kebutuhan mendasar dan utama masyarakat itu adalah fasilitas kesehatan, sekolah dan pasar. Itu semua bisa dipenuhi lewat KSO antara BUMN dengan masyarakat sekitar perkebunan. Selama ini KSO lebih banyak dilakukan dengan masyarakat luar, bahkan pekerjanya pun berasal dari luar area perkebunan, sehingga dampaknya tidak dirasakan masyarakat sekitar," tandas Fawaid.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.