Kamis, 23 Jul 2026 08:13 WIB

Fraksi Gerindra Ajak BUMN Kolaborasi Entaskan Kemiskinan di Pinggiran Jatim

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jawa Timur (Jatim) Muhammad Fawait.(Foto: Gerindra Jatim)
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jawa Timur (Jatim) Muhammad Fawait.(Foto: Gerindra Jatim)

Surabaya - Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jawa Timur (Jatim) Muhammad Fawait mengajak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ikut berkontribusi mengentaskan kemiskinan di wilayah pinggiran. Sebab daerah di sekitar perkebunan itu selama ini menjadi salah satu kantong kemiskinan.

"BUMN juga punya tanggung jawab moral dalam usaha pengentasan kemiskinan di sekitar daerah perkebunan. Saya kira ini sesuai visi presiden, yakni membangun Indonesia dari pinggiran," ucap Fawaid, Rabu (15/6/2022).

Baca Juga: Legislator Malang Dorong Pemberdayaan Generasi Muda Cegah Jeratan Narkoba

Memang sedikit banyak BUMN telah mengucurkan beberapa bantuan melalui CSR. Namun hanya terkesan sporadis dan tak berkelanjutan. Sehingga terkesan seperti perusahaan swasta yang hanya berorientasi pada pengguguran tanggung jawab, bukan misi sosial yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat.

"Saya ingin BUMN berpikir out of the box. Selama ini BUMN mengeksplorasi potensi kekayaan alam untuk kontribisi APBN. Tapi masyarakat di sekitar perkebunan justru hidup miskin. Ini khan sebuah paradoks," imbuh Bendahara DPD Gerindra Jatim itu.

Baca Juga: Santuni Yatim Piatu dan Dhuafa, Anggota DPRD Jatim Sampaikan Pesan Prabowo

Fawaid mengungkapkan, kebutuhan masyarakat di sekitar perkebunan adalah pemberdayaan usaha secara mandiri. Contohnya dengan menyewakan lahan tidur untuk bisa disewa dan digarap secara mandiri. Dengan perjanjian secara legal melalui koperasi atau lembaga lainnya.

Jadi dari keuntungan sewa melalui koperasi, perbantuan dari BUMN bisa sangat dirasakan oleh masyarakat. Terlebih jika keuntungan dari Kerja Sama Operasional (KSO) bisa diperbantukan untuk membangun fasilitas kesehatan (puskesmas/klinik), fasilitas pendidikan (sekolah) dan fasilitas ekonomi (pasar).

Baca Juga: Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

"Tiga kebutuhan mendasar dan utama masyarakat itu adalah fasilitas kesehatan, sekolah dan pasar. Itu semua bisa dipenuhi lewat KSO antara BUMN dengan masyarakat sekitar perkebunan. Selama ini KSO lebih banyak dilakukan dengan masyarakat luar, bahkan pekerjanya pun berasal dari luar area perkebunan, sehingga dampaknya tidak dirasakan masyarakat sekitar," tandas Fawaid.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.