Selasa, 28 Jul 2026 04:30 WIB

Sudah Sepekan, Terduga Teroris Bangil Masih Buron

Direskrimum Polda Jatim Kombes Pol Agung Yudha Wibowo/Foto: Arry Saputra
Direskrimum Polda Jatim Kombes Pol Agung Yudha Wibowo/Foto: Arry Saputra

jatimnow.com - Polisi masih terus melakukan pengejaran terhadap terduga teroris bom yang terjadi di Desa Pogor, Bangil, Pasuruan pada Rabu (4/7/2018) lalu. Bom tersebut meledak karena dimainkan oleh seorang bocah yang merupakan anak terduga teroris itu.

Akibat ledakan itu, sang bocah yang berusia 3 tahun mengalami luka di bagian wajah dan kaki, untuk saat ini masih dirawat di RS Bhayangkara Polda Jatim. Adapun pelaku yang diduga pemilik bom kabur usai kejadian.

Baca Juga: Bidpropam Polda Jatim Tes Urine Puluhan Anggota Polres Kediri Kota

Direskrimum Polda Jatim Kombes Pol Agung Yudha Wibowo menyampaikan bahwa jejak pria yang memiliki 3 identitas tersebut masih dalam pengejaran dan terus dikembangkan oleh kepolisian, seluruh kasusnya nanti akan diserahkan ke Mabes Polri.

Sementara itu, anak dari terduga teroris, saat ini masih dalam penanganan medis, sedangkan istrinya dalam proses penyidikan.

Agung menturkan bahwa ibu korban yang juga merupakan istri dari terduga teroris akan dibolehkan menjenguk jika diizinkan oleh Mabes Polri.

"Kita itu ada undang-undang perlindungan anak, jadi harus dilindungi. kalau nanti mabes memang sudah mengijinkan karena ini penyeledikannya oleh mabes, ya kita akan fasilitasi untuk membesuk, menengok anaknya, kan ini alasan kemanusiaan," tuturnya.

Agung mengatakan untuk keadaan sang anak sudah mulai membaik, pihaknya sudah melakukan pendampingan dari unit PPA dan PPT. Saat ini masih dilakukan pemulihan medis.

"Alhamdulillah balita itu sudah mulai membaik, kita doakan semua supaya cepet sembuh. Kalau neneknya emang sering nengok, cuman tidak mengundang,” ujarnya.

Baca Juga: Polres Pasuruan Tangkap Komplotan Pencuri Sapi di Tutur

Selanjutnya, pihak kepolisian akan melakukan pendampingan pemulihan untuk trauma psikis anak terduga teroris itu, baik karena ledakan maupun alasan lainnya.

Agung menambahkan, untuk perlakuan kepada anak terduga teroris ini nantinya sedikit berbeda dengan anak terduga bomber Surabaya dan Sidoarjo. Hal ini karena kedua orangtua si anak masih dalam kondisi hidup semua. 

"Ada yang sama dan tidak sama, karena ini kan orang tuanya ada semua. Jadi tidak seperti yang sebelum-sebelumnya,” kata dia.

Namun begitu, proses pemulihannya mungkin menggunakan mekanisme, yaitu medisnya dulu setelah sembuh, lalu pemulihan psikisnya yang melibatkan PPT yang ada di Jawa Timur.

Baca Juga: Kasus Catatan Sipil Endang Dibuka Lagi, Polda Jatim Gelar Perkara Khusus

 

Reporter: Arry Saputra

Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.