Senin, 08 Jun 2026 17:42 WIB

Sudah Sepekan, Terduga Teroris Bangil Masih Buron

Direskrimum Polda Jatim Kombes Pol Agung Yudha Wibowo/Foto: Arry Saputra
Direskrimum Polda Jatim Kombes Pol Agung Yudha Wibowo/Foto: Arry Saputra

jatimnow.com - Polisi masih terus melakukan pengejaran terhadap terduga teroris bom yang terjadi di Desa Pogor, Bangil, Pasuruan pada Rabu (4/7/2018) lalu. Bom tersebut meledak karena dimainkan oleh seorang bocah yang merupakan anak terduga teroris itu.

Akibat ledakan itu, sang bocah yang berusia 3 tahun mengalami luka di bagian wajah dan kaki, untuk saat ini masih dirawat di RS Bhayangkara Polda Jatim. Adapun pelaku yang diduga pemilik bom kabur usai kejadian.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Jual Beli OTP Ilegal, Untung Hingga Rp1,2 Miliar

Direskrimum Polda Jatim Kombes Pol Agung Yudha Wibowo menyampaikan bahwa jejak pria yang memiliki 3 identitas tersebut masih dalam pengejaran dan terus dikembangkan oleh kepolisian, seluruh kasusnya nanti akan diserahkan ke Mabes Polri.

Sementara itu, anak dari terduga teroris, saat ini masih dalam penanganan medis, sedangkan istrinya dalam proses penyidikan.

Agung menturkan bahwa ibu korban yang juga merupakan istri dari terduga teroris akan dibolehkan menjenguk jika diizinkan oleh Mabes Polri.

"Kita itu ada undang-undang perlindungan anak, jadi harus dilindungi. kalau nanti mabes memang sudah mengijinkan karena ini penyeledikannya oleh mabes, ya kita akan fasilitasi untuk membesuk, menengok anaknya, kan ini alasan kemanusiaan," tuturnya.

Agung mengatakan untuk keadaan sang anak sudah mulai membaik, pihaknya sudah melakukan pendampingan dari unit PPA dan PPT. Saat ini masih dilakukan pemulihan medis.

"Alhamdulillah balita itu sudah mulai membaik, kita doakan semua supaya cepet sembuh. Kalau neneknya emang sering nengok, cuman tidak mengundang,” ujarnya.

Baca Juga: Polda Jatim Ringkus 11 Tersangka Sindikat Penipuan Segitiga Jual Beli Mobil

Selanjutnya, pihak kepolisian akan melakukan pendampingan pemulihan untuk trauma psikis anak terduga teroris itu, baik karena ledakan maupun alasan lainnya.

Agung menambahkan, untuk perlakuan kepada anak terduga teroris ini nantinya sedikit berbeda dengan anak terduga bomber Surabaya dan Sidoarjo. Hal ini karena kedua orangtua si anak masih dalam kondisi hidup semua. 

"Ada yang sama dan tidak sama, karena ini kan orang tuanya ada semua. Jadi tidak seperti yang sebelum-sebelumnya,” kata dia.

Namun begitu, proses pemulihannya mungkin menggunakan mekanisme, yaitu medisnya dulu setelah sembuh, lalu pemulihan psikisnya yang melibatkan PPT yang ada di Jawa Timur.

Baca Juga: Tim Gabungan Polda Jatim Periksa Senpi Dinas di Polres Tulungagung

 

Reporter: Arry Saputra

Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.