Selasa, 28 Jul 2026 04:33 WIB

Cegah Terorisme, Masyarakat Diminta Jadi Polisi Bagi Lingkungannya

Direskrimum Polda Jatim Kombes Pol Agung Yudha Wibowo /Foto: Arry Saputra
Direskrimum Polda Jatim Kombes Pol Agung Yudha Wibowo /Foto: Arry Saputra

jatimnow.com - Polda Jatim membentuk tim khusus atau Satgas Anti Teror untuk mengantisipasi terorisme di Jawa Timur. Selain melakukan pencegahan, satgas ini juga terus mengejar terduga bom Bangil, Pasuruan, beberapa waktu lalu.

Direskrimum Polda Jatim Kombes Pol Agung Yudha Wibowo mengatakan tujuan dari dibentuknya Satgas Anti Teror Polda Jatim adalah untuk membangkitkan kebiasaan masyarakat agar lebih waspada terhadap hal-hal berbau terorisme.

Baca Juga: Bidpropam Polda Jatim Tes Urine Puluhan Anggota Polres Kediri Kota

"Tujuan paling utama adalah membangkitkan kebiasaan masyarakat atau supaya lebih peduli lingkungan, jadi nggak cuek, karena beberapa TKP Bom domisilinya di perumahan-perumahan yang ramai," terang Agung yang juga Wakil Satgas Anti Teror.

Agung juga menyayangkan sikap individualisme masyarakat yang kurang memperhatikan lingkungannya.

"Lah kok sampai nggak ngerti aktivitas kesehariannya, ini  mungkin karena masyarakat sudah mulai berkembang peradabannya, yaitu lo lo gue gue, ini ciri-ciri masyarakat individualisme," ujarnya.

Pada kesempatan itu, ia juga meminta awak media untuk mensosialisasikan dan membangkitkan kehidupan sosial masyarakat, supaya lebih peduli lagi dengan lingkungan sosialnya.

Agung mengimbau kepada masyarakat untuk menjadi polisi sendiri di lingkukanganya. Untuk selalu waspada apabila ada suatu hal yang mencurigakan.

"Kita berharap masyarakat peduli dengan lingkungannya. Jadi, ada orang-orang kumpul mencurigakan, 'oh ini kok gak jelas tiap hari ada apa?" ujarnya.

Baca Juga: 4 Fakta Penemuan Bom Udara di Blitar: Berbobot 100 Kg, Dipastikan Masih Aktif

Oleh karena itu, peduli dan gotong royong serta tenggangrasa harus selalu di tanam di tengah-tengah masyarakat.

"Yang paling penting membangkitkan kehidupan masyarakat untuk lebih peduli dengan lingkungannya," lanjut Agung.

Agung menambahkan, seperti yang pernah disampaikan oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan ketertiban dan keamanan di Jawa Timur.

"Karena polisi tidak mampu bekerja sendiri, ingat seperti yang di omongkan Kapolda, ketertiban dan keamanan Jawa Timur bukan bergantung kepada kekuatan aparat, tetapi seberapa besar keinginan masyarakat sendiri untuk mengamankan diri dan lingkungannya," pungkasnya.

Baca Juga: Kasus Catatan Sipil Endang Dibuka Lagi, Polda Jatim Gelar Perkara Khusus

 

Reporter: Arry Saputra

Editor: Arif Ardianto

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.