Sabtu, 06 Jun 2026 19:12 WIB

Gerindra Minta BUMN Ikut Tangani Kemiskinan di Jatim, Ini Alasannya

Bendahara DPD Gerindra Jatim, M Fawaid usai menggelar reses (Foto: Gerindra Jatim for jatimnow.com)
Bendahara DPD Gerindra Jatim, M Fawaid usai menggelar reses (Foto: Gerindra Jatim for jatimnow.com)

Surabaya - Bendahara DPD Gerindra Jawa Timur M Fawaid meminta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) turun tangan ikut menuntaskan kemiskinan tersisa di Jawa Timur.

Menurut Fawaid, titik-titik kemiskinan di Jatim yang belum terentaskan berlokasi di sekitar wilayah perkebunan hingga perhutanan milik BUMN.

Baca Juga: SIG Salurkan Sapi dan Kambing Kurban hingga Papua Barat

"Perlu sinergitas antara BUMN dan pemprov untuk merumuskan pengentasan kemiskinan yang ada di Jawa Timur. Akan saya suarakan dan perjuangkan bersama supaya pemerintah provinsi dan BUMN bisa duduk bersama. Tidak hanya salah tugasnya dan tanggungnya jawab gubernur seorang untuk memberantas kemiskinan di Jawa Timur," terang Fawaid kepada jatimnow.com, Kamis (2/5/2022).

Menurut Fawaid, upaya penurunan kemiskinan di Jatim di era Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa telah sukses dilakukan, meski ada beberapa catatan wilayah yang masih stagnan angka kemiskinannya.

Jika mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), penurunan angka kemiskinan Provinsi Jawa Timur pada periode Maret hingga September 2021 mencapai 313,13 ribu jiwa.

Penurunan itu berhasil mengoreksi angka kemiskinan Jatim dari 4,57 juta jiwa (11,40%) menjadi 4,25 juta jiwa (10,59%) atau turun 0,81 persen.

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

"Kita lihat pemprov sudah berhasil menurunkan angka kemiskinan. Terlihat di data di BPS maupun Bank Indonesia, bahwa Tahun 2021, Jawa Timur mampu menurunkan kemiskinan loh. Itu menurut saya prestasi. Karena di saat krisis ekonomi karena dampak dari Pandemi Covid-19. Cuma memang di Jawa Timur masih banyak orang miskinnya," sambung Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jatim itu.

Fawaid mengaku sudah meninjau beberapa desa yang perlu mendapat perhatian dari BUMN, di antaranya Desa Selodakon, Kecamatan Tanggul; Desa Pondokrejo dan Desa Tempurejo, Kecamatan Tempurejo serta sejumlah desa di Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember.

"Saya sempat reses di beberapa desa pinggir perkebunan dan perhutanan milik PTPN dan BUMN ternyata justru di sana kondisinya memprihatinkan. Kalau tidak percaya bisa langsung dicek oleh teman-teman. Justru rumah-rumah tidak layak, ekonomi tidak layak, justru ada di pinggir perkebunan dan perhutanan," beber dia.

Baca Juga: Proyek Rp1,4 T SIG Tuntas, Kapasitas Ekspor Tembus 1 Juta Ton

Fawaid juga menjelaskan, rata-rata yang dikategorikan miskin di kawasan tersebut adalah masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan tetap, karena rata-rata mereka bekerja sebagai buruh tani.

"Mereka rata-rata buruh tani, pekerja lepas, yang bekerja di sektor perkebunan dan perhutanan, yang rata-rata milik BUMN," ungkapnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.