Selasa, 09 Jun 2026 08:27 WIB

Cara Optimalkan Sistem Imun Anak untuk Mengurangi Risiko Terjangkit Hepatitis

Ilustrasi anak terserang penyakit/jatimnow.com
Ilustrasi anak terserang penyakit/jatimnow.com

Surabaya - Dunia, termasuk Indonesia, dibuat geger dengan kemunculan penyakit hepatitis yang belum diketahui penyebabnya (hepatitis of unknown aetiology). Hingga saat ini, kasus masih ditemukan pada anak-anak dengan rentang usia 1-16 tahun.

Menanggapi fenomena ini, Dosen Fakultas Kedokteran Ubaya, dr. Agus Cahyono membagikan cara mengoptimalkan sistem imun anak untuk mengurangi risiko terjangkit penyakit.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Berbicara tentang sistem imun, dr. Agus mengatakan imunitas tidak hanya bergantung pada seberapa berbahaya penyebab penyakit (agen) dan lemah kuatnya individu (host), tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan sekitar (environment).

"Kalau sistem imunnya lemah serta kebiasaan dan lingkungannya buruk, seperti tidak protokol kesehatan, tidak cuci tangan, dan tidak higienis, pasti mudah terserang penyakit," jelas dia, Rabu (18/5/2022).

Untuk itu, ia menyebut ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengoptimalkan sistem imun anak yang bisa dilakukan orang tua, yaitu memiliki gaya hidup sehat, menerapkan protokol kesehatan, melakukan vaksinasi pada anak dan memberikan nutrisi yang baik.

"Anak harus diberi nutrisi yang sesuai umurnya dan seimbang. Seimbang artinya karbohidrat, lemak, dan proteinnya proporsional. Itu akan mempengaruhi sistem imun," imbuhnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Protokol kesehatan, seperti memakai masker dan rajin mencuci tangan sangat penting dilakukan. Hal ini mengingat bahwa 70% kasus diduga berasal dari virus bernama Adenovirus yang penyebarannya melalui mulut (fekal oral) dan pernapasan (droplet).

Lalu, bagaimana dengan anak-anak yang memiliki penyakit imun, seperti kanker, HIV, autoimun dan defisiansi imun? dr. Agus menjelaskan bahwa yang bisa dilakukan adalah memperbaiki lingkungan di sekitar mereka.

"Kalau mereka ada di lingkungan yang orangnya batuk-batuk dan bersin, itu kan tidak baik. Agar tidak terlalu terpapar dengan agen penyakit, mereka harus menjalankan protokol kesehatan ketat. Tidak boleh lepas masker kalau ketemu orang, kecuali di ruangannya sendiri," ungkapnya.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

Ia menambahkan, anak-anak juga tidak boleh dibiarkan jajan sembarangan. Khususnya, untuk anak di bawah enam tahun karena sistem imunnya belum sempurna.

Selain itu, pengasuh yang menjaga anak perlu diberikan edukasi tentang menjaga kebersihan dan menciptkan lingkungan yang sehat di sekitar anak.

"Harus tetap waspada dan tidak perlu panik. Mulai lakukan pola hidup sehat dan membiasakan anak untuk memiliki gaya hidup sehat agar tidak mudah sakit," pungkas dr. Agus.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.