Minggu, 26 Jul 2026 06:19 WIB

Cara Optimalkan Sistem Imun Anak untuk Mengurangi Risiko Terjangkit Hepatitis

Ilustrasi anak terserang penyakit/jatimnow.com
Ilustrasi anak terserang penyakit/jatimnow.com

Surabaya - Dunia, termasuk Indonesia, dibuat geger dengan kemunculan penyakit hepatitis yang belum diketahui penyebabnya (hepatitis of unknown aetiology). Hingga saat ini, kasus masih ditemukan pada anak-anak dengan rentang usia 1-16 tahun.

Menanggapi fenomena ini, Dosen Fakultas Kedokteran Ubaya, dr. Agus Cahyono membagikan cara mengoptimalkan sistem imun anak untuk mengurangi risiko terjangkit penyakit.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Berbicara tentang sistem imun, dr. Agus mengatakan imunitas tidak hanya bergantung pada seberapa berbahaya penyebab penyakit (agen) dan lemah kuatnya individu (host), tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan sekitar (environment).

"Kalau sistem imunnya lemah serta kebiasaan dan lingkungannya buruk, seperti tidak protokol kesehatan, tidak cuci tangan, dan tidak higienis, pasti mudah terserang penyakit," jelas dia, Rabu (18/5/2022).

Untuk itu, ia menyebut ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengoptimalkan sistem imun anak yang bisa dilakukan orang tua, yaitu memiliki gaya hidup sehat, menerapkan protokol kesehatan, melakukan vaksinasi pada anak dan memberikan nutrisi yang baik.

"Anak harus diberi nutrisi yang sesuai umurnya dan seimbang. Seimbang artinya karbohidrat, lemak, dan proteinnya proporsional. Itu akan mempengaruhi sistem imun," imbuhnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Protokol kesehatan, seperti memakai masker dan rajin mencuci tangan sangat penting dilakukan. Hal ini mengingat bahwa 70% kasus diduga berasal dari virus bernama Adenovirus yang penyebarannya melalui mulut (fekal oral) dan pernapasan (droplet).

Lalu, bagaimana dengan anak-anak yang memiliki penyakit imun, seperti kanker, HIV, autoimun dan defisiansi imun? dr. Agus menjelaskan bahwa yang bisa dilakukan adalah memperbaiki lingkungan di sekitar mereka.

"Kalau mereka ada di lingkungan yang orangnya batuk-batuk dan bersin, itu kan tidak baik. Agar tidak terlalu terpapar dengan agen penyakit, mereka harus menjalankan protokol kesehatan ketat. Tidak boleh lepas masker kalau ketemu orang, kecuali di ruangannya sendiri," ungkapnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Ia menambahkan, anak-anak juga tidak boleh dibiarkan jajan sembarangan. Khususnya, untuk anak di bawah enam tahun karena sistem imunnya belum sempurna.

Selain itu, pengasuh yang menjaga anak perlu diberikan edukasi tentang menjaga kebersihan dan menciptkan lingkungan yang sehat di sekitar anak.

"Harus tetap waspada dan tidak perlu panik. Mulai lakukan pola hidup sehat dan membiasakan anak untuk memiliki gaya hidup sehat agar tidak mudah sakit," pungkas dr. Agus.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.