Jumat, 12 Jun 2026 10:40 WIB

Mas Dhito Apresiasi Keberhasilan Kelompok Tani Mengolah Limbah Sapi

Bupati Kediri, Hanindhito Himawa Pramono (Mas Dhito) saat melihat kondisi sapi yang diternak kelompok tani (Foto-foto: Dok Humas Pemkab Kediri)
Bupati Kediri, Hanindhito Himawa Pramono (Mas Dhito) saat melihat kondisi sapi yang diternak kelompok tani (Foto-foto: Dok Humas Pemkab Kediri)

Kediri - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito mengapresiasi keberhasilan kelompok tani (poktan) program pengembangan desa koorporasi sapi yang mampu mengolah limbah kotoran menjadi pupuk dan biogas.

Hal itu dilakukan untuk menekan banyaknya limbah yang ditakutkan dapat mencemari lingkungan di sekitar kandang.

Baca Juga: Peminat Sekolah Rakyat di Kediri Terus Bertambah, Penjangkauan Terus Berjalan

Pengolahan kotoran ini sudah mulai digalakkan lima poktan yang menjalankan program pengembangan desa koorporasi sapi. Salah satunya adalah Kelompok Banjarsari, Desa Banjarejo, Kecamatan Ngadiluwih yang sudah membuat biogas untuk gas kompor, lampu hingga magic jar.

"Saya mengapresiasi keberhasilan teman-teman kelompok tani yang sudah dapat mengolah limbah kotoran menjadi biogas dan pupuk," ujar Mas Dhito, Sabtu (12/3/2022).

Meski demikian, orang nomor satu di Kabupaten Kediri ini meminta kepada kelompok tani untuk terus berinovasi dan mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki.

Dari 200 sapi yang didapatkan tiap kelompok tani, Mas Dhito berharap harus ada kerja keras dan ide kreatif untuk mengatur segala aspek yang dimiliki.

Selain mengolah limbah kotoran ini, kelompok tani juga diharapkan mampu membagi kerja di setiap unit sehingga dapat memanaje sapi-sapi yang didapatkan agar lebih berkembang.

"Selain mengolah limbah, harus juga dipikirkan bagaimana mendapatkan off taker untuk hasil dari pengembangan desa koorporasi sapi," tambah Mas Dhito.

Bupati Kediri, Hanindhito Himawa Pramono (Mas Dhito) saat melihat kondisi sapi yang diternak kelompok taniBupati Kediri, Hanindhito Himawa Pramono (Mas Dhito) saat melihat kondisi sapi yang diternak kelompok tani

Baca Juga: Mas Dhito Berikan Bantuan untuk Menopang Ekonomi Keluarga Nenek Sholikah

Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih menyebut bahwa limbah terbesar dari budidaya sapi adalah kotoran. Katanya, setiap kandang komunal per-hari bisa mencapai 20-25 kilogram kotoran yang dihasilkan.

"Bisa dibayangkan dari ratusan sapi harus benar-benar difikirkan pengolahannya, seperti yang dikatakan oleh Mas Dhito. Sehingga tidak akan terjadi polusi di masyarakat sekitar," tutur Tutik.

Tutik menerangkan, di koorporasi sapi ini sudah disediakan instalasi biogas. Sedangkan untuk limbah padat yang dihasilkan, kelompok tani akan memproses limbah tersebut untuk diolah menjadi pupuk organik.

Selain memberikan pendampingan, Pemkab Kediri juga memfasilitasi kelompok-kelompok tani di program pengembangan desa koorporasi sapi ini untuk mendapatkan pelatihan pemanfaatan limbah yang dihasilkan. Ke depan, limbah ini akan terus diolah sehingga menjadi nilai tambah bagi peternak.

"Hasil dari biogas ini dapat menunjang kegiatan mereka saat di kandang," sambung dia.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Ketua Kelompok Tani Banjarsari, Bahrul Basith menerangkan, di kelompoknya telah terbagi menjadi beberapa unit kerja termasuk unit kerja pengolahan limbah.

Menurutnya, dari 17 anggota di kelompok, diterapkan sistem shifting sehingga lebih efisien. Namun ketika sapi ada yang dinyatakan bunting, pengecekan dilakukan lebih ekstra. Bahkan setiap dua jam sekali memastikan sapi-sapi bunting ini dalam keadaan baik.

"Kita ini dituntut untuk terus berinovasi mengolah limbah-limbah ini sehingga bisa menjadi berkah," pungkasnya.

(ADV)

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.