Selasa, 28 Jul 2026 01:22 WIB

Mas Dhito Apresiasi Keberhasilan Kelompok Tani Mengolah Limbah Sapi

Bupati Kediri, Hanindhito Himawa Pramono (Mas Dhito) saat melihat kondisi sapi yang diternak kelompok tani (Foto-foto: Dok Humas Pemkab Kediri)
Bupati Kediri, Hanindhito Himawa Pramono (Mas Dhito) saat melihat kondisi sapi yang diternak kelompok tani (Foto-foto: Dok Humas Pemkab Kediri)

Kediri - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito mengapresiasi keberhasilan kelompok tani (poktan) program pengembangan desa koorporasi sapi yang mampu mengolah limbah kotoran menjadi pupuk dan biogas.

Hal itu dilakukan untuk menekan banyaknya limbah yang ditakutkan dapat mencemari lingkungan di sekitar kandang.

Baca Juga: Kasus Kekerasan Anak Terus Meningkat, Pemkab Kediri Dorong Korban Berani Melapor

Pengolahan kotoran ini sudah mulai digalakkan lima poktan yang menjalankan program pengembangan desa koorporasi sapi. Salah satunya adalah Kelompok Banjarsari, Desa Banjarejo, Kecamatan Ngadiluwih yang sudah membuat biogas untuk gas kompor, lampu hingga magic jar.

"Saya mengapresiasi keberhasilan teman-teman kelompok tani yang sudah dapat mengolah limbah kotoran menjadi biogas dan pupuk," ujar Mas Dhito, Sabtu (12/3/2022).

Meski demikian, orang nomor satu di Kabupaten Kediri ini meminta kepada kelompok tani untuk terus berinovasi dan mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki.

Dari 200 sapi yang didapatkan tiap kelompok tani, Mas Dhito berharap harus ada kerja keras dan ide kreatif untuk mengatur segala aspek yang dimiliki.

Selain mengolah limbah kotoran ini, kelompok tani juga diharapkan mampu membagi kerja di setiap unit sehingga dapat memanaje sapi-sapi yang didapatkan agar lebih berkembang.

"Selain mengolah limbah, harus juga dipikirkan bagaimana mendapatkan off taker untuk hasil dari pengembangan desa koorporasi sapi," tambah Mas Dhito.

Bupati Kediri, Hanindhito Himawa Pramono (Mas Dhito) saat melihat kondisi sapi yang diternak kelompok taniBupati Kediri, Hanindhito Himawa Pramono (Mas Dhito) saat melihat kondisi sapi yang diternak kelompok tani

Baca Juga: Sastra Saraswati Sewana Yatra di Candi Tegowangi, Mas Dhito: Perkuat Toleransi

Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih menyebut bahwa limbah terbesar dari budidaya sapi adalah kotoran. Katanya, setiap kandang komunal per-hari bisa mencapai 20-25 kilogram kotoran yang dihasilkan.

"Bisa dibayangkan dari ratusan sapi harus benar-benar difikirkan pengolahannya, seperti yang dikatakan oleh Mas Dhito. Sehingga tidak akan terjadi polusi di masyarakat sekitar," tutur Tutik.

Tutik menerangkan, di koorporasi sapi ini sudah disediakan instalasi biogas. Sedangkan untuk limbah padat yang dihasilkan, kelompok tani akan memproses limbah tersebut untuk diolah menjadi pupuk organik.

Selain memberikan pendampingan, Pemkab Kediri juga memfasilitasi kelompok-kelompok tani di program pengembangan desa koorporasi sapi ini untuk mendapatkan pelatihan pemanfaatan limbah yang dihasilkan. Ke depan, limbah ini akan terus diolah sehingga menjadi nilai tambah bagi peternak.

"Hasil dari biogas ini dapat menunjang kegiatan mereka saat di kandang," sambung dia.

Baca Juga: Cerita Sedih Guru SDN Gadungan 2 Kediri, Tak Ada Murid Baru di Penghujung Masa Bakti

Ketua Kelompok Tani Banjarsari, Bahrul Basith menerangkan, di kelompoknya telah terbagi menjadi beberapa unit kerja termasuk unit kerja pengolahan limbah.

Menurutnya, dari 17 anggota di kelompok, diterapkan sistem shifting sehingga lebih efisien. Namun ketika sapi ada yang dinyatakan bunting, pengecekan dilakukan lebih ekstra. Bahkan setiap dua jam sekali memastikan sapi-sapi bunting ini dalam keadaan baik.

"Kita ini dituntut untuk terus berinovasi mengolah limbah-limbah ini sehingga bisa menjadi berkah," pungkasnya.

(ADV)

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.