Minggu, 26 Jul 2026 23:18 WIB

Warga Bubutan Curhat Soal Banjir, Minta Perbaikan Jalan hingga Fogging

Sekretaris Komisi A Budi Leksono saat menggelar Reses di Kelurahan Gundih, Bubutan, Surabaya. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Sekretaris Komisi A Budi Leksono saat menggelar Reses di Kelurahan Gundih, Bubutan, Surabaya. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

Surabaya - Sekretaris Komisi A Budi Leksono dicurhati warga soal banjir tahunan di Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Surabaya. Keluhan disampaikan warga saat Budi menggelar masa sidang reses di tahun pertama 2022, Kamis (17/2/2022) malam.

Seringnya banjir di kawasan tersebut akibat saluran air yang mulai dangkal dan menyempit. Warga juga mengusulkan agar jalanan kampung ditinggikan.

Baca Juga: Kinerja Lurah dan Camat di Surabaya Menurut DPRD

"Beberapa poin kita catat, nanti akan kita sampaikan kepada Pemerintah Kota Surabaya, salah satunya mereka minta peninggian jalan, karena sering banjir di sini," ujar Buleks sapaan akrabnya, Jumat (18/2/2022).

Banjir di kawasan Gundih, sebut warga, sering kali terjadi saat hujan lebat mengguyur Kota Pahlawan. Padahal tak sekali saja mereka melakukan kerja bakti sebagai antisipasinya. Namun karena daya tampung gorong-gorong yang minim tetap membuat air meluber dan menggenangi jalan.

"Saya melihat memang butuh peremajaan," imbuh Buleks.

Kondisi diperparah dengan adanya warga yang terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD). Warga mengaku sudah mengusulkan untuk dilakukan fogging di kawasan setempat.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Ungkap Alasan Intens Sidak di Lapangan

"Ada dua yang sudah terkena DBD, orang tuanya langsung yang wadul ke saya. Katanya sudah usul ke Puskesmas untuk fogging, tapi kata Puskesmas belum bisa dilakukan karena takut dengan Omicron," lanjut Wakil Ketua Bidang Keagamaan DPC PDIP Surabaya tersebut.

Untuk menanggulangi kasus DBD, Buleks berjanji akan secepatnya berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan BPB Linmas Surabaya.

Di sisi lain, saat reses ada temuan bahwa warga Gundih hingga kini masih kebingungan dalam proses pembuatan akta kelahiran.

Baca Juga: DPRD Surabaya Sentil Anak Buah Eri Cahyadi: Jangan Manja, Kerja Nunggu Viral

"Mumpung Pemkot ngasih kelonggaran, segera urus ke RT atau Kelurahan, itu bisa dilakukan secara online, nama programnya 'Kalimasada' Kawasan Lingkungan Masyarakat Sadar Adminduk," katanya.

Terkait aduan warga yang anaknya ditarik biaya oleh sekolah, lanjut Buleks, pihaknya akan turun langsung ke lapangan untuk mengetahui duduk perkara yang sebenarnya.

"Beberapa warga semalam juga sambat kalau ditarik biaya untuk anaknya yang masih duduk di SD/SMP, ini janggal sekali, kita akan tinjau ke lokasi secepatnya," tandasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.