Sabtu, 06 Jun 2026 13:43 WIB

Kemendesa PDTT Tunjuk Unesa sebagai Pelaksana RPL Desa

Kemendesa PDTT menunjuk Unesa sebagai penyelenggara program RPL Desa. (Foto: Humas Unesa/jatimnow.com)
Kemendesa PDTT menunjuk Unesa sebagai penyelenggara program RPL Desa. (Foto: Humas Unesa/jatimnow.com)

Surabaya - Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ditunjuk Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) sebagai salah satu perguruan tinggi penyelenggara program Rekognisi Pembelajaran Lampau Desa (RPL Desa).

Kepala Badan Pengembangan SDM dan Pemberdayaan Masyarakat, Kemendesa PDTT, Prof Dr Luthfiyah Nurlaela menyampaikannya dalam kunjungan kerja di Unesa. Pelaksanaan RPL Desa gelombang pertama direncanakan akan dimulai pada Maret mendatang.

Baca Juga: Dosen Ilmu Politik Unesa Soroti Konsolidasi Kekuasaan-Strategi Geopolitik Nasional

Prof Luthfiyah menjelaskan, penunjukan tersebut didasarkan rekam jejak kampus yang sebelumnya telah memiliki pengalaman dalam program yang sama, RPL. Ditambah, Unesa memiliki berbagai program studi yang relevan untuk pengembangan aparatur desa.

"Program ini untuk SDM yang terlibat dalam tata kelola pemerintahan desa. Selain Unesa dan UNY, gelombang berikutnya delapan perguruan tinggi lain juga ikut berpartisipasi,” ujar Prof Dr Luthfiyah Nurlaela, melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (12/2/2022).

Luthfiyah melanjutkan, program P5MD (Peningkatan Pendidikan bagi Pelaku Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat) melalui RPL Desa merupakan upaya Kemendes dalam meningkatkan kualitas SDM di desa.

Program tersebut kerja sama antara Kemendesa PDTT dengan Forum Perguruan Tinggi untuk Desa (Pertides) yang akan menyasar kepala desa, perangkat desa, anggota badan permusyawaratan desa, pengelola BUMDesa, tenaga pendamping profesional, serta pegiat pemberdayaan masyarakat desa.

“Lewat program ini, para perangkat desa kita dorong untuk menempuh pendidikan ke jenjang S-1 atau D-4, S-2 dan S-3 melalui skema RPL,” terangnya.

SDM Desa, memiliki 131 ribu lulusan SMA dan 86 ribu lulusan sarjana, dengan rincian 44.767 kepala desa, 46.983 sekretaris desa, 31.147 pengurus BUMDesa, dan 8.241 tenaga pendamping profesional adalah lulusan SMA.

Baca Juga: KADIN Jatim Soroti Ketimpangan Pajak UMKM dan Korporasi

Dengan demikian, terdapat minimal 131.138 pelaku pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa yang perlu ditingkatkan pendidikannya ke jenjang sarjana (S-1).

Kemudian, ada sebanyak 19.441 kepala desa, 24.470 sekretaris desa, 15.477 pengurus desa, dan 26.977 tenaga pendamping merupakan lulusan S-1 atau D-4. Maka, minimal ada sebanyak 86.365 pelaku pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa yang perlu melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana atau S-2.

"Tujuan program ini untuk memberikan pengakuan terhadap capaian pembelajaran yang diperoleh pelaku pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa," tandasnya.

Selain itu program RPL Desa dilaksanakan dalam skema beasiswa. Kemendesa PDTT bahkan sudah berkoordinasi dengan bupati dan wali kota untuk berkolaborasi menyiapkan skema anggaran beasiswa RPL Desa. Pemerintah kabupaten atau kota akan bekerja sama dengan perguruan tinggi setempat.

Baca Juga: Rapor Publik Pejabat: Terobosan Akuntabilitas atau Sekadar Pertunjukan Transparansi?

Sementara itu, Rektor Unesa Prof Dr Nurhasan menyatakan siap melaksanakan kerja sama RPL Desa dengan Kemendesa PDTT. Menurutnya, kolaborasi itu sejalan dengan program Mendikbudristek untuk memajukan SDM di berbagai sektor dan hingga ke desa.

"Kami menyambut baik program ini. Ini terobosan keren. Karena itu kami siapkan sumber daya dan kemasan pembelajaran terbaik untuk menjalankan program kolaborasi ini dengan sepenuh hati," kata Prof Hasan.

Ia berharap, program ini tidak hanya menambah gelar bagi mereka yang terlibat dalam pemerintahan desa. Namun, lebih jauh juga untuk mewujudkan tata kelola desa yang lebih smart, efektif dan inovatif sesuai potensi-potensi yang ada.

"Melihat potensi yang ada dan komitmen kerja sama kita, sudah saatnya terobosan dan inovasi hadir dari desa untuk Indonesia tumbuh dan maju," tandasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.