Kamis, 23 Jul 2026 08:42 WIB

Fenomena Pelajar Bertindak Asusila, Masalah Pelik dan Multifaktor

Pemerhati pendidikan dari Universitas Muhammadiyah Surabaya Holy Ichda Wahyuni. (Foto: Dok. Pribadi)
Pemerhati pendidikan dari Universitas Muhammadiyah Surabaya Holy Ichda Wahyuni. (Foto: Dok. Pribadi)

Surabaya - Pemerhati pendidikan dari Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) Holy Ichda Wahyuni memberikan tanggapan terkait fenomena pelajar bertindak asusila. Satu diantaranya, video asusila sepasang remaja di Alun-Alun Pacitan yang beredar di media sosial.

Menurutnya, fenomena tersebut merupakan permasalahan sistemik yang pelik dan multifaktor. Pasalnya, cara pencegahan tidak hanya ditinjau dari pengetatan pemantauan terhadap taman maupun tempat umumnya saja.

Baca Juga: Viral Isi BBM Ditolak karena Pajak Mati, Ini Penjelasan Pertamina

"Pengetatan pemantauan taman/tempat umum sebenarnya hanyalah salah satu di antara banyak cara dalam mengatasinya. Sebab pelaku masih akan mendapatkan celah untuk melakukan tindakan asusila di tempat lain," ujar Holy Ichda Wahyuni kepada jatimnow.com, Senin (24/1/2022).

"Ini murni kembali pada personal. Seperti yang saya singgung, itu adalah permasalahan sistemik yang perlu diruntut dan dibenahi pada segala lini," imbuh Dosen S1 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UM Surabaya ini.

Dari kacamatanya, tindakan tersebut murni berasal dari personalnya. Sehingga yang sangat vital dalam pencegahan tindak asusila tersebut ada pada pola cara mendidiknya.

"Baik itu pendidikan dalam keluarga, maupun pendidikan di sekolah. Terutama bagaimana penanaman sex education yang selama ini masih menjadi wacana yang semu pelaksanaannya," tegas penulis novel Ratih Dialektika Rasa ini.

Baca Juga: Viral Video Oknum Anggota Polres Jember Diduga Nyabu, Ini Penjelasan Wakapolres

Baca juga: 

Disadari atau tidak, tambahnya. perbincangan soal seks di lingkungan keluarga, maupun sekolah masih menjadi hal yang sangat tabu. Dicontohkannya, dalam penyebutan alat-alat reproduksi saja para masyarakat masih sering menggunakan nama lain.

"Secara langsung dan tidak langsung pada akhirnya remaja yang memasuki masa pubertas rasa keingintahuannya sangat tinggi. Kemudian saat masa itu juga hormon-hormon seksual sedang mengalami perkembangan untuk menuju pematangan," bebernya.

Baca Juga: Heboh Video Penampakan Hantu di Rel Kereta Api Ketapang Probolinggo, Ini Faktanya

Saat masa pubertas itulah jika tanpa adanya pendampingan dan edukasi seks sejak awal maka akan mencari pelampiasan seksual dengan jalan yang keliru. Misal dengan video porno, mencoba dengan kekasih dan lain sebagainya.

"Padahal, pendidikan seks bukan hanya soal hubungan badan, bukan hanya soal bercumbu, ciuman dan lain lain. Ada aspek aspek penting lain yang tadinya seharusnya bisa disampaikan secara benar akhirnya salah kaprah," ungkapnya.

"Semisal fungsi organ reproduksi, bagaimana proses pembuahan hingga terjadi kehamilan, bagaimana relasi antar lawan jenis yang tepat, makna otoritas terhadap tubuh, serta pengkategorian pelecehan dan lainnya," tandasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.