Senin, 27 Jul 2026 19:17 WIB

Gerindra Minta Penyaluran Bantuan PKH dan BPNT di Surabaya Diperpanjang

Anggota Fraksi Gerindra Ajeng Wira Wati saat melihat proses pembagian PKH dan BPNT di Gelora Pancasila Surabaya (Foto: Dok. Gerindra Surabaya
Anggota Fraksi Gerindra Ajeng Wira Wati saat melihat proses pembagian PKH dan BPNT di Gelora Pancasila Surabaya (Foto: Dok. Gerindra Surabaya

Surabaya - Anggota Fraksi Gerindra DPRD Surabaya Ajeng Wira Wati meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperpanjang waktu pembagian bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) di kota Surabaya.

"Saya mendukung penyaluran tersebut terlaksana dengan penambahan waktu hingga Jumat, agar masyarakat penerima yang kebetulan bekerja di luar seperti sopir dan pekerja informal lainnya bisa mempersiapkan data-data yang diperlukan," ujar Ajeng, Kamis (30/12/2021).

Baca Juga: Gagal Cek Rekening, Ratusan Penerima BPNT Datangi Dinsos Tulungagung

Sebelumnya, pada Rabu (29/12/2021) wanita yang juga menjabat Wakil Komisi D DPRD Surabaya itu sempat meninjau pelaksanaan pembagian bantuan itu, di Gelora Pancasila, Darmo, Surabaya.

Skema pembagian sesuai kecamatan itu, ia sebut nampak kondusif serta terlihat mematuhi protokol kesehatan. 

Dalam proses pencairannya, lanjut Ajeng bantuan tersebut akan langsung diterima manfaatnya ke warga secara langsung melalui rekening bank masing-masing, sehingga tidak bisa diwakilkan.

Baca Juga: Peringati HUT Partai, Legislator Gerindra Surabaya Buka Layanan Kesehatan Gratis

Di lokasi, dirinya juga beberapa kali mendapat keluhan dari warga yang tetangganya terpaksa belum bisa mengantre karena aktivitas pekerjaan, sehingga beberapa warga mengusulkan agar waktunya diperpanjang

"Untuk yang kebetulan berhalangan atau bekerja bisa menggunakan surat kuasa dengan TTD dan materai jika keluarga satu KK (Kartu Keluarga), dan ini tidak boleh diwakilkan dengan bukan keluarga, seperti oleh Pak RT, jadi lebih baik orangnya sendiri karena akan langsung mendapat ATM sudah berisi nominal bantuan," lanjutnya.

Untuk mengantisipasi data ganda, politisi dari Gerindra itu menyarankan kepada Pemkot untuk melakukan pendataan ulang tentang kondisi ekonomi para penerima, agar lebih tepat sasaran.

Baca Juga: Gerindra Surabaya: Gen Z Harus Jadi Agen Perubahan Era Disrupsi

Sehingga, masyarakat yang kondisi ekonominya sudah lebih baik bisa mengundurkan diri dan digantikan ke calon peserta penerima manfaat lainnya.

"Saya juga mendorong agar selain melaksanakan penyaluran, Pemkot juga melaksanakan verifikasi kriteria kemiskinan, jangan hanya mengecek pencocokan NIK dan KTP," katanya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.