Rabu, 10 Jun 2026 22:50 WIB

Final Piala AFF, Pratama Arhan Absen Leg Pertama Vs Thailand

Pemain timnas Indonesia Pratama Arhan Alif Rifai (kanan) menguasai bola melewati Hami Syahin dari Singapura. (Foto: AP/Suhaimi Abdullah via Republika)
Pemain timnas Indonesia Pratama Arhan Alif Rifai (kanan) menguasai bola melewati Hami Syahin dari Singapura. (Foto: AP/Suhaimi Abdullah via Republika)

Singapura - Bek timnas sepak bola Indonesia, Pratama Arhan, akan absen menghadapi Thailand di leg pertama final Piala AFF 2020, Rabu (29/12/2021) pukul 19.30 WIB. Pasalnya, pemain yang berposisi bek kiri itu sudah mendapat dua kartu kuning di masing-masing pertandingan leg pertama dan kedua semifinal kontra Singapura.

Di leg pertama, Arhan diganjar kartu kuning oleh wasit karena mengangkat kaki terlalu tinggi dan menyentuh wajah pemain Singapura, Song Ui-yong. Kemudian di leg selanjutnya, Arhan kembali mendapat kartu kuning usai melanggar Shanual Anwar di kotak penalti.

Baca Juga: Valentina Imelda, Motor Serangan Tim Bola Putra Kancil Mas di Dandim Cup Kediri U12

Pelanggaran inilah yang hampir membuat Singapura mencetak gol andai eksekusi penalti itu tidak digagalkan kiper Nadeo Argawinata.

Sesuai peraturan kompetisi, hal ini membuat Pratama mendapatkan akumulasi kartu sehingga tidak bisa dimainkan di partai puncak.

Sementara pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengapresiasi kerja keras dari para pemainnya. Ia mengakui pertandingan semifinal dipenuhi berbagai drama yang menguras tenaga dan emosi.

"Jujur kedua tim sangat bekerja keras, saya sudah bicara kepada pemain sebelum pertandingan bahwa tim Singapura kuat untuk set piece. Kami bisa mendapatkan hasil yang baik jika hati-hati,” kata Shin Tae-yong, dilansir dari laman resmi PSSI, Senin (27/12/2021).

Baca Juga: BRI Youth Champions League 2026 Cetak Talenta Muda

"Karena tidak fokus untuk set piece, jadi sampai bisa dikatakan ke neraka dan ke surga, bolak balik.”

Lebih lanjut Shin menyatakan, para pemain timnas Indonesia perlu pematangan untuk bisa terus berkembang. Sebab, ketika dalam tekanan, permainan timnas Indonesia menjadi berantakan.

"Bagian itu harus diperbaiki khususnya para pemain masih muda untuk kontrol pertandingan. Ini sedikit berkurang jadi untuk ke depannya pemain itu harus lebih menunjukkan lagi perkembangan,” ujar pelatih asal Korea Selatan tersebut.

Baca Juga: Takluk di Laga Final FIFA Series, Pelatih Timnas Indonesia Ungkap Kelemahan Tim

Lihat Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.