Senin, 27 Jul 2026 22:10 WIB

Final Piala AFF, Pratama Arhan Absen Leg Pertama Vs Thailand

Pemain timnas Indonesia Pratama Arhan Alif Rifai (kanan) menguasai bola melewati Hami Syahin dari Singapura. (Foto: AP/Suhaimi Abdullah via Republika)
Pemain timnas Indonesia Pratama Arhan Alif Rifai (kanan) menguasai bola melewati Hami Syahin dari Singapura. (Foto: AP/Suhaimi Abdullah via Republika)

Singapura - Bek timnas sepak bola Indonesia, Pratama Arhan, akan absen menghadapi Thailand di leg pertama final Piala AFF 2020, Rabu (29/12/2021) pukul 19.30 WIB. Pasalnya, pemain yang berposisi bek kiri itu sudah mendapat dua kartu kuning di masing-masing pertandingan leg pertama dan kedua semifinal kontra Singapura.

Di leg pertama, Arhan diganjar kartu kuning oleh wasit karena mengangkat kaki terlalu tinggi dan menyentuh wajah pemain Singapura, Song Ui-yong. Kemudian di leg selanjutnya, Arhan kembali mendapat kartu kuning usai melanggar Shanual Anwar di kotak penalti.

Baca Juga: Bader FC Sabet Gelar Juara Super Copa Pondok Modern Darussalam Gontor

Pelanggaran inilah yang hampir membuat Singapura mencetak gol andai eksekusi penalti itu tidak digagalkan kiper Nadeo Argawinata.

Sesuai peraturan kompetisi, hal ini membuat Pratama mendapatkan akumulasi kartu sehingga tidak bisa dimainkan di partai puncak.

Sementara pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengapresiasi kerja keras dari para pemainnya. Ia mengakui pertandingan semifinal dipenuhi berbagai drama yang menguras tenaga dan emosi.

"Jujur kedua tim sangat bekerja keras, saya sudah bicara kepada pemain sebelum pertandingan bahwa tim Singapura kuat untuk set piece. Kami bisa mendapatkan hasil yang baik jika hati-hati,” kata Shin Tae-yong, dilansir dari laman resmi PSSI, Senin (27/12/2021).

Baca Juga: Persebaya Gandeng Mayapada, Bangun Sports Medicine Terintegrasi

"Karena tidak fokus untuk set piece, jadi sampai bisa dikatakan ke neraka dan ke surga, bolak balik.”

Lebih lanjut Shin menyatakan, para pemain timnas Indonesia perlu pematangan untuk bisa terus berkembang. Sebab, ketika dalam tekanan, permainan timnas Indonesia menjadi berantakan.

"Bagian itu harus diperbaiki khususnya para pemain masih muda untuk kontrol pertandingan. Ini sedikit berkurang jadi untuk ke depannya pemain itu harus lebih menunjukkan lagi perkembangan,” ujar pelatih asal Korea Selatan tersebut.

Baca Juga: Serunya Asmorobangun Cup, Tarkam yang Efektif Jaring Talenta Sepak Bola Muda Kediri

Lihat Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.