Selasa, 09 Jun 2026 22:24 WIB

Oknum Pesilat PSHT Rusak Atribut NU, Ini Respon PWNU Jatim

  • Penulis :
  • | Senin, 25 Jun 2018 18:48 WIB
Pencopotan spanduk Pagar Nusa oleh sekelompok oknum di Nganjuk
Pencopotan spanduk Pagar Nusa oleh sekelompok oknum di Nganjuk

jatimnow.com - Oknum yang diduga pesilat dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) diduga melakukan pengerusakan terhadap atribut yang bergambar lambang Nahdlatul Ulama (NU). Ini sikap dari Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jatim terkait kejadian tersebut.

"Kita bersama pak kapolda ingin menjaga situasi yang tenang, tidak boleh gaduh, karena negara ini punya gawe besar (pilkada serentak), tidak boleh gaduh oleh hal-hal kecil," kata Sekretaris PWNU Jatim Prof Akh Muzakki saat dihubungi jatimnow, Senin (25/6/2018).

Baca Juga: Jaga Kondusivitas, Forkopimda dan Perguruan Silat Jember Gelar Apel Kebangsaan

Muzakki menegaskan, perlu dilakukan lokalisir massa dan semua  pihak menyikapi dengan mementingkan bangsa dan negara.

"PWNU Jawa Timur meminta kepada cabang NU Nganjuk untuk semua dalam satu barisan menjaga ketenangan," katanya.

NU Jatim juga meminta kepada aparat untuk mengusut tuntas kasus tersebut tanpa menimbulkan kegaduhan.

"Jangan sampai ada aksi (balasan) dengan massa yang lebih besar. Biarlah kewenangan ada pada polda, kepolisian, karena ini negara hukum, semua ada prosedurnya. Dan kewenangan kepolisian untuk menyelidiki, menyidik dan seterusnya," tegasnya.

Muzakki mengatakan, PWNU Jatim mendapatkan informasi tentang kejadian tersebut. Katanya, saat itu Pagar Nusa NU akan mengadakan kegiatan Halal Bi Halal di Desa Batembat, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, pada Minggu (24/6/2018) malam.

"Pada acara itu, pasti kalau di NU selalu memasang bendera supaya yang dari jauh tahu lokasi acaranya," tuturnya.

Setelah atribut bergambar lambang NU terpasang, ada sekelompok massa yang diduga ada oknum dari PSHT mencabuti bendera-bendera tersebut.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Garingan ke Nganjuk, Bedah Filosofi Sambang Putu

"Lalu dari Pagar Nusa tidak melakukan perlawanan. Lalu kemudian melaporkan ke pengurus ranting, ke polsek terdekat," tuturnya.

Guru besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya ini mengatakan, jika NU bergerak, maka akan habis kelompok tersebut.

"Jangankan Nu-nya. Pagar Nusa-nya kelompok silatnya ini bergerak, habis pak. Apalagi nanti kemudian Banser turun. Kalau kemudian NU turun, habis pak, dijamin habis," katanya.

"Tapi NU tidak begitu. NU punya kewajiban yang sama yakni membangun bangsa dan negara ini. Maka kalau ada pelanggaran-pelanggaran begitu, ada domainnya dari pemegang kekuasaan. Kita sudah koordinasi dengan polda dan kepolisian setempat," jelasnya.

Baca Juga: Wagub dan Kapolda Jatim Apresiasi Bumi Reog Berdzikir 2025

Sementara itu, Sekretaris PW GP Ansor Abid Umar mengatakan, pihaknya sudah menemui penyidik Polsek Pace, Nganjuk. Gus Abid menduga ada provokator yang ingin membuat suasana gaduh di Nganjuk Jawa Timur.

"Dari keterangan saksi-saksi, tidak ada yang mengenal terhadap terduga pelaku (pengerusakan). Saksi tidak kenal siapa yang melakukan pengerusakan," ujarnya.

"Tentunya kita tidak ingin ada provokasi. Oleh karena itu, kami minta kepada aparat kepolisian, agar segera menyelesaikan kasus ini," jelasnya.

Reporter: Jajeli Rois
Editor: Arif Ardianto


Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.