Minggu, 07 Jun 2026 10:12 WIB

Akses Rusun di Surabaya Diusulkan Gunakan KTP Elektronik

Anggota Komisi A DPRD Surabaya Josiah Michael. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Anggota Komisi A DPRD Surabaya Josiah Michael. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

Surabaya - Anggota Komisi A DPRD Surabaya Josiah Michael mengusulkan modernisasi akses masuk Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik. Sehingga, privasi dan keamanan Rusun bisa lebih terjaga.

Dia menyebut, hal tersebut telah berlaku di negara-negara maju. 

Baca Juga: Catatan Kritis DPRD Surabaya di Moment HJKS ke 733

Ia menjelaskan, di KTP elektronik saat ini telah dilengkapi hologram yang tertanam di dalamnya, sehingga pemerintah tinggal melakukan sinkronisasi data saja.

Selain itu, penggunaan KTP elektronik sebagai akses masuk Rusun juga mencegah adanya praktik sewa secara short time.

"Untuk menghindari Rusunawa disewakan lagi oleh pemilik unit, saya minta setiap Rusunawa disediakan alat reader e-KTP. Jadi yang berhak mengakses Rusunawa hanya pemilik unit. Dalam hal ini, suami, istri, atau anak," ujar Michael sapaan akrabnya, Rabu (22/12/2021).

Baca Juga: APBD Surabaya Rp12,7 Triliun, Difabel Desak Perda Perlindungan

Sementara untuk anak usia kurang dari 17 tahun alias belum memiliki kartu kependudukan, bisa dibuatkan barcode secara khusus yang dipasang di Kartu Tanda Anak (KTA).

Politisi dari Fraksi PSI ini menyebut, upaya tersebut akan sekaligus berdampak pada pembersihan desas-desus negatif terkait monopoli penyewaan Rusun di Surabaya. Sehingga, fasilitas yang seharusnya digunakan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) bisa pakai secara merata.

Baca Juga: Cara Politisi Gerindra Surabaya Berbagi Kebahagiaan dengan Ojol Moment Idul Adha

"Dengan terisinya unit sesuai dengan yang didaftarkan, Pemkot juga akan lebih mudah mengevaluasi kesejahteraan keluarga MBR. Apakah sudah layak naik kelas tinggal di hunian lain atau masih berhak tinggal di Rusunawa," jelas Ketua Bapemperda DPRD Surabaya itu.

Saat ini, menurut Michael Pemkot Surabaya telah memiliki total 21 Rusunawa di berbagai wilayah. Sebanyak 21 rusun itu telah menampung 13.811 jiwa. Sementara antriannya telah mencapai 11 ribu orang. Sehingga, bagi warga MBR yang ingin mendaftar harus mengantri hingga belasan tahun lamanya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.