Kamis, 23 Jul 2026 09:16 WIB

Akses Rusun di Surabaya Diusulkan Gunakan KTP Elektronik

Anggota Komisi A DPRD Surabaya Josiah Michael. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Anggota Komisi A DPRD Surabaya Josiah Michael. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

Surabaya - Anggota Komisi A DPRD Surabaya Josiah Michael mengusulkan modernisasi akses masuk Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik. Sehingga, privasi dan keamanan Rusun bisa lebih terjaga.

Dia menyebut, hal tersebut telah berlaku di negara-negara maju. 

Baca Juga: Kinerja Lurah dan Camat di Surabaya Menurut DPRD

Ia menjelaskan, di KTP elektronik saat ini telah dilengkapi hologram yang tertanam di dalamnya, sehingga pemerintah tinggal melakukan sinkronisasi data saja.

Selain itu, penggunaan KTP elektronik sebagai akses masuk Rusun juga mencegah adanya praktik sewa secara short time.

"Untuk menghindari Rusunawa disewakan lagi oleh pemilik unit, saya minta setiap Rusunawa disediakan alat reader e-KTP. Jadi yang berhak mengakses Rusunawa hanya pemilik unit. Dalam hal ini, suami, istri, atau anak," ujar Michael sapaan akrabnya, Rabu (22/12/2021).

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Ungkap Alasan Intens Sidak di Lapangan

Sementara untuk anak usia kurang dari 17 tahun alias belum memiliki kartu kependudukan, bisa dibuatkan barcode secara khusus yang dipasang di Kartu Tanda Anak (KTA).

Politisi dari Fraksi PSI ini menyebut, upaya tersebut akan sekaligus berdampak pada pembersihan desas-desus negatif terkait monopoli penyewaan Rusun di Surabaya. Sehingga, fasilitas yang seharusnya digunakan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) bisa pakai secara merata.

Baca Juga: DPRD Surabaya Sentil Anak Buah Eri Cahyadi: Jangan Manja, Kerja Nunggu Viral

"Dengan terisinya unit sesuai dengan yang didaftarkan, Pemkot juga akan lebih mudah mengevaluasi kesejahteraan keluarga MBR. Apakah sudah layak naik kelas tinggal di hunian lain atau masih berhak tinggal di Rusunawa," jelas Ketua Bapemperda DPRD Surabaya itu.

Saat ini, menurut Michael Pemkot Surabaya telah memiliki total 21 Rusunawa di berbagai wilayah. Sebanyak 21 rusun itu telah menampung 13.811 jiwa. Sementara antriannya telah mencapai 11 ribu orang. Sehingga, bagi warga MBR yang ingin mendaftar harus mengantri hingga belasan tahun lamanya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.