Sabtu, 25 Jul 2026 01:08 WIB

Peringati Hari HAM, Siswa SMA di Gresik Sosialisasikan Stop Bullying

Para siswa saat melakukan sosialisasi stop bullyng kepada masyarakat (Foto-foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)
Para siswa saat melakukan sosialisasi stop bullyng kepada masyarakat (Foto-foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)

Gresik - Puluhan siswa SMA Nahdlatul Ulama (NU) 1 Gresik yang tergabung dalam Komunitas Agen Perubahan Anti Perundungan menggelar sosialisasi stop bullying (perundungan) di sekitar Alun-alun Gresik, Jumat (10/12/2021).

Kegiatan ini digelar sebagai salah satu bentuk peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM). Dalam aksinya, mereka berpencar secara berkelompok untuk melakukan sosialisasi.

Baca Juga: Demam Piala Dunia 2026 Warnai MPLS di SMP Muhammadiyah 12 Gresik Kota Baru

Selain secara lisan, para siswa juga membagikan kalender 2022 yang berisi tentang imbauan 'Stop Bullying' atau tidak melakukan perundungan serta masker.

Salah satu siswa, Salsabillah Amelia Hikmah mengatakan, perundungan adalah tindakan yang harus dihentikan karena itu dapat merugikan seseorang. Perundungan bisa membuat seseorang mengalami mental illness atau gangguan mental yang pada akhirnya dapat mempengaruhi insecure (rasa percaya diri) seseorang.

"Sebagai contoh ada orang yang bilang saya gendut, mungkin itu kelihatan sepele. Tapi jika mental saya tidak bagus tentu hal itu bisa membuat saya mengalami mental illness. Saya jadi kehilangan rasa percaya diri karena saya jadi merasa jelek dan sebagainya," ungkap Salsabillah.

Karena itu melalui Komunitas Agen Perubahan Anti Perundungan ini, dia beserta anggota lain berharap agar para orangtua maupun teman-temannya sadar risiko dan dampak dari perundungan.

"Stop bullying atau perundungan meski itu hal yang sepele. Sebab mental seseorang tidak sama. Ada orang yang mentalnya kuat tapi ada juga orang yang mentalnya lemah," ucapnya.

Baca Juga: Gandeng Akademisi, PLN Edukasi Petani Gresik Gunakan Teknologi Sensor Pertanian

Pendamping siswa, Wildan Nugraha menambahkan bahw dampak dari perundungan ini selain bisa membuat orang tidak percaya diri, juga bisa membuat orang menutup diri. Bahkan yang ekstrem bisa membuat orang menyakiti dirinya sendiri.

Wildan menambahkan, pada temuan sekarang yang paling banyak adalah bullying cyber, di mana banyak kejadian perundungan yang dilakukan melalui media sosial.

Jadi pelaku bullyng melakukan aksinya melalui akun-akun anonim kemudian menyerang seseorang siswa dengan cara mengolok-olok, menghujat dengan kata-kata kasar, bahkan men-justice tanpa dasar.

"Dari temuan para guru kebanyakan sekarang pelaku bullying tidak melakukan secara verbal. Namun mereka menggunakan akun anonim media sosial. Dan kebanyakan korbannya adalah siswa perempuan atau siswi," beber Wildan.

Baca Juga: Tercebur Sumur 15 Meter, Kakek 98 Tahun di Kedamean Gresik Ditemukan Tewas

Untuk mengantisipasi hal itu, Wildan dan anggota Komunitas Agen Perubahan Anti Perundungan terus melakukan sosialisasi mengenai risiko dan dampak dari bullying. Kemudian dari sekolahan juga ada program bimbingan konseling.

"Saya berharap komunitas ini bisa menjadi tempat yang bisa menjembatani antara korban bullying dengan pihak sekolah, dalam hal ini adalah guru konseling. Sebab tidak semua siswa yang menjadi korban bullying berani melaporkan kejadian yang diterimanya kepada guru," pungkas Wildan.

Seorang warga menerima kalender yang berisi imbauan untuk melakukan Stop BullyingSeorang warga menerima kalender yang berisi imbauan untuk melakukan Stop Bullying

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.