Senin, 27 Jul 2026 00:56 WIB

Oknum Pesilat PSHT Rusak Atribut NU, Polisi Larang Pengerahan Massa

  • Penulis :
  • | Senin, 25 Jun 2018 01:40 WIB

jatimnow.com - Polres Nganjuk mengimbau kepada massa dari perguruan silat PSHT maupun warga nahdliyin (NU) dari luar daerah untuk tidak datang ke Nganjuk.

Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta menegaskan, Polsek Pace dan Satreskrim Polres Nganjuk menangani kasus pengerusakan atribut bergambar lambang Nahdlatul Ulama (NU) yang diduga dilakukan oleh oknum pesilat dari PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate).

Baca Juga: Pengesahan Warga Baru PSHT di Tulungagung Kondusif

"Saya mengimbau kepada warga NU maupun warga yang bersimpati dengan PSHT dari luar daerah untuk tidak datang ke Nganjuk, karena disini kami sudah menangani," ujar Nyoman saat dihubungi jatimnow, Minggu (24/6/2018) malam.

Baca: Atribut NU Dirusak Oknum PSHT, Polisi Periksa 6 Saksi

Ia menegaskan, pengurus cabang NU (PCNU) Kabupaten Nganjuk sudah mempercayakan penanganan kasus dugaan pengerusakan atribut bergambar lambang NU ini ke aparat berwajib. 

"Tadi sudah bertemu dengan pengurus NU Nganjuk. NU Nganjuk mempercayakan penanganan kasus ini ke pihak berwajib," ujarnya.

Bahkan pengurus PSHT Nganjuk juga siap membantu polisi untuk mencari oknum yang diduga melakukan pengerusakan terhadap atribut NU.

Baca Juga: Pengesahan PSHT, Polrestabes Surabaya Kerahkan Pengamanan Gabungan

 Baca: Polisi Selidiki Penyebab Pengerusakan Atribut NU oleh Oknum PSHT

"Dari PSHT juga sudah berkomunikasi dengan kami. Mereka siap mendukung dan membantu mencari oknum dan akan menyerahkan ke pihak berwajib," jelasnya. 

Kapolres berharap, kepada seluruh masyarakat untuk ikut serta membantu menciptakan kondusifitas di Nganjuk.

"Percayakanlah kepada aparat penegak hukum. Jadi nggak perlu datang ke Nganjuk. Mari kita ciptakan kondusifitas Nganjuk," harapnya.

Baca Juga: Kota Kediri Deklarasikan Aman Suro 2026, 900 Personel Disiagakan

Sebelumnya, Minggu (24/6/2018) sore ada konvoi dari pesilat PSHT. Kemudian ada oknum dari PSHT melakukan pengerusakan terhadap atribut yang bergambar lambang NU di Desa Batembat, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk. Atribut tersebut adalah bagian dari umbul-umbul kegiatan istighosah di Desa Batembat.

Pengerusakan atribut tersebut diduga karena terjadi salah paham antara pesilat PSHT dengan Pagar Nusa (pesilat yang dibawah naungan NU). Namun, polisi terus menyelidiki kasus tersebut dan mencari oknum PSHT pelaku pengerusakan.

Reporter: Jajeli Rois
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.