Rabu, 10 Jun 2026 14:23 WIB

Oknum Pesilat PSHT Rusak Atribut NU, Polisi Larang Pengerahan Massa

  • Penulis :
  • | Senin, 25 Jun 2018 01:40 WIB

jatimnow.com - Polres Nganjuk mengimbau kepada massa dari perguruan silat PSHT maupun warga nahdliyin (NU) dari luar daerah untuk tidak datang ke Nganjuk.

Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta menegaskan, Polsek Pace dan Satreskrim Polres Nganjuk menangani kasus pengerusakan atribut bergambar lambang Nahdlatul Ulama (NU) yang diduga dilakukan oleh oknum pesilat dari PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate).

Baca Juga: Jaga Kondusivitas, Forkopimda dan Perguruan Silat Jember Gelar Apel Kebangsaan

"Saya mengimbau kepada warga NU maupun warga yang bersimpati dengan PSHT dari luar daerah untuk tidak datang ke Nganjuk, karena disini kami sudah menangani," ujar Nyoman saat dihubungi jatimnow, Minggu (24/6/2018) malam.

Baca: Atribut NU Dirusak Oknum PSHT, Polisi Periksa 6 Saksi

Ia menegaskan, pengurus cabang NU (PCNU) Kabupaten Nganjuk sudah mempercayakan penanganan kasus dugaan pengerusakan atribut bergambar lambang NU ini ke aparat berwajib. 

"Tadi sudah bertemu dengan pengurus NU Nganjuk. NU Nganjuk mempercayakan penanganan kasus ini ke pihak berwajib," ujarnya.

Bahkan pengurus PSHT Nganjuk juga siap membantu polisi untuk mencari oknum yang diduga melakukan pengerusakan terhadap atribut NU.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Garingan ke Nganjuk, Bedah Filosofi Sambang Putu

 Baca: Polisi Selidiki Penyebab Pengerusakan Atribut NU oleh Oknum PSHT

"Dari PSHT juga sudah berkomunikasi dengan kami. Mereka siap mendukung dan membantu mencari oknum dan akan menyerahkan ke pihak berwajib," jelasnya. 

Kapolres berharap, kepada seluruh masyarakat untuk ikut serta membantu menciptakan kondusifitas di Nganjuk.

"Percayakanlah kepada aparat penegak hukum. Jadi nggak perlu datang ke Nganjuk. Mari kita ciptakan kondusifitas Nganjuk," harapnya.

Baca Juga: Wagub dan Kapolda Jatim Apresiasi Bumi Reog Berdzikir 2025

Sebelumnya, Minggu (24/6/2018) sore ada konvoi dari pesilat PSHT. Kemudian ada oknum dari PSHT melakukan pengerusakan terhadap atribut yang bergambar lambang NU di Desa Batembat, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk. Atribut tersebut adalah bagian dari umbul-umbul kegiatan istighosah di Desa Batembat.

Pengerusakan atribut tersebut diduga karena terjadi salah paham antara pesilat PSHT dengan Pagar Nusa (pesilat yang dibawah naungan NU). Namun, polisi terus menyelidiki kasus tersebut dan mencari oknum PSHT pelaku pengerusakan.

Reporter: Jajeli Rois
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.