Kamis, 11 Jun 2026 14:50 WIB

Siloam Hospital Beri Edukasi Cegah Varian Omicron

Dr. dr. Allen Widyanto (kiri) dan dr. Diane Lukito Setiawan (Foto: Dok Siloam/jatimnow.com)
Dr. dr. Allen Widyanto (kiri) dan dr. Diane Lukito Setiawan (Foto: Dok Siloam/jatimnow.com)

Surabaya - Penelitian untuk memahami lebih jauh mengenai varian baru virus corona, yakni varian B.1.1. 529 atau Omicron masih diupayakan para peneliti dunia.

Sejumlah aspek penelitian dilakukan pada tingkat infeksi dan gejala termasuk efektivitas vaksin dan pengobatan. Tes diagnostik dilakukan agar upaya pencegahan penyebaran optimal.

Baca Juga: Golkar Jatim Siapkan Kegiatan Sambut Ramadan, Pengurus Daerah Wajib Tahu

Selain itu, Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), memberikan sejumlah rekomendasi tindakan untuk negara dan individu agar melakukan langkah-langkah pencegahan varian Omicron.

Siloam Hospitals sebagai perusahaan industri layanan kesehatan turut berupaya melalui upaya pencegahan dan kerjasama penelitian varian baru virus Corona Omicron.

Upaya edukasi secara menyeluruh disiarkan sekaligus secara bersamaan melalui tiga akun live Instagram, yaitu Siloam Hospitals, Siloam Hospitals Lippo Village dan Siloam Hospitals Surabaya.

Edukasi kesehatan itu bertajuk 'Sudah Vaksin, Masih Bisa Kena Omicron?' dengan narasumber, Dr. dr Allen Widysanto, dokter spesialis paru dari Siloam Hospital Lippo Village dan dr Diane Lukito Setiawan, dokter Spesialis Patologi Klinik dari Siloam Hospital Surabaya.

Covid-19 Varian Omicron

dr. Diane menyampaikan, virus ini memiliki kemampuan untuk mempertahankan hidupnya melalui sistem mutasi, yaitu dengan meloloskan diri dari sistem imun yang ada pada tubuh manusia ataupun antibodi yang di dapat melalui vaksinasi.

Menurut dr Diane, kemampuan varian Omicron ini, dunia kedokteran dan patologi klinik masih mempelajarinya.

"Sifatnya yang cenderung me-reinfeksi cepat pada pasien pasien survivor atau yang pernah terkena paparan Covid-19," terang dia seperti diterima jatimnow.com, Kamis (9/12/2021).

"Hingga saat ini, upaya pencegahan yang paling optimal melalui target vaksinasi dengan dosis penuh tercapai di masyarakat diiringi pelaksanaan protokol kesehatan secara berkelanjutan. Adapun tes PCR masih merupakan 'golden standard' dalam mendeteksi virus SarsCov-2 dan beberapa virus lainnya seperti HIV dan hepatitis. Namun untuk mendeteksi sejumlah varian Covid-19 yang ada, perlu tindakan lanjutan Whole Genome Sequencing (WGS) yang dilakukan pada spesimen dengan hasil PCR positif," imbuhnya.

Baca Juga: Menkes Perkirakan Pandemi Covid-19 Berubah jadi Endemi

Ia juga menyebut, terciptanya antibodi di dalam tubuh manusia bisa berbeda-beda.

"Mekanisme immune escape pada virus (Omicron) ini yang terus diteliti ahli. Untuk sementara, vaksin booster bagi banyak 'kalangan' seperti kalangan medis dan kalangan yang rentan dirasa perlu bahkan penting," katanya.

dr Diane juga mengingatkan pencegahan maupun pengobatan atas paparan Corona Omicron ini kembali ke setiap individu.

"Sangat tergantung dari setiap individu di periode Pandemi Covid-19 ini dalam menjalani periode pandemi. Kuncinya agar tetap bisa aktivitas adalah disiplin protokol kesehatan lalu perkuat sistem imun dengan vaksinasi, makan makanan bergizi, tidur yang cukup dan olahraga teratur dan segera melakukan pemeriksaan bila didapatkan gejala," pungkasnya.

Sementara dr Allen Widysanto menilai, varian Omicron transmisinya beberapa kali lipat lebih cepat dari varian lainnya, dengan kecenderungan yang dirasakan adalah gejala sistemik seperti pusing dan sakit kepala dibanding gejala repirasi seperti batuk, pilek hingga hilang penciuman.

"Pada prinsipnya tatalaksana pasien terpapar Covid-19 varian Omicron sama dengan sejumlah varian yang telah muncul sebelumnya. Akan hal tersebut, penelitian dan observasi masih terus berlanjut pada dunia kedokteran khususnya tentang varian Omicron ini. Salah satu contoh di Benua Afrika, paparan virus yang terus meningkat dengan presentasi paparan pada anak usia 9-12 tahun yang cukup tinggi," ungkap dr Allen.

Baca Juga: Mencicipi Kuliner Legendaris di Kediri, Soto Ayam Bok Ijo Wajib Dicoba

Terkait upaya dan hasil penelitian serta efektivitas vaksin, Siloam Hospitals Group masih terus melakukan studi dengan para ahli spesialis yang melibatkan para perawat dan pihak terkait tentang titer antibodi yang didapat setelah mendapatkan vaksin.

Efektivitas vaksin masih dinilai efektif walaupun kesembuhan seorang pasien Covid-19 adalah 'multi factoral'.

"Di kesempatan ini saya ikut mengingatkan bahwa vaksin adalah salah satu integral pentingnya," pungkas Allen.

Berikut cara mencegah Covid-19 varian Omicron seperti dilansir laman resmi WHO:

1. Menjaga jarak fisik minimal satu meter dari orang lain.
2. Memakai masker dengan benar.
3. Membuka jendela untuk meningkatkan sirkulasi udara di dalam ruangan.
4. Menghindari ruangan yang ramai dan bervintilasi buruk.
5. Mencuci tangan dengan sabun dan air.
6. Menerapkan etika bersin dan batuk.
7. Mendapatkan vaksin Covid-19 hingga dosis penuh.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.