Rabu, 10 Jun 2026 05:56 WIB

Polisi Sebut Keterlibatan Kepala RPH Kedurus Soal Sapi Tak Berdokumen

  • Penulis :
  • | Minggu, 24 Jun 2018 15:15 WIB
Pengecekan sapi-sapi betina oleh anggota Polsek Karangpilang di RPH Kedurus, Karangpilang./Foto: Narendra Bakrie.
Pengecekan sapi-sapi betina oleh anggota Polsek Karangpilang di RPH Kedurus, Karangpilang./Foto: Narendra Bakrie.

jatimnow.com - Kasus pengiriman sapi-sapi betina siap potong dari Probolinggo dan Lumajang ke RPH (Rumah Potong Hewah) Kedurus, Karangpilang Surabaya, resmi menyeret Tohir (55) warga Simogunung Kramat, Surabaya, jagal sapi menjadi tersangka.

Kendati sudah menetapkan satu tersangka, Polsek Karangpilang yang menangani kasus tersebut masih terus melakukan penyelidikan dan penyidikan lanjutan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Sejumlah pihak terkait juga sudah dimintai keterangan. Baik dari Kepala RPH Kedurus, Martono maupun Direktur Utama RPH Surabaya, Teguh Prihandoko.

Baca juga: Sapi Betina Potong Disoal Polisi, Begini Kata Dirut RPH Surabaya

"Dalam pemeriksaan, pak Teguh memang tidak tahu menahu soal penerimaan sapi-sapi betina itu. Artinya, keterlibatan beliau tidak ada," sebut Kanit Reskrim Polsek Karangpilang, Iptu Marji Wibowo, Minggu (24/6/2018).

Beda halnya dengan pemeriksaan yang dilakukan terhadap Martono. Dikatakan Marji, bahwa pihaknya membuka peluang akan ada penambahan tersangka baru.

"Bisa saja Martono akan kami naikkan statusnya menjadi tersangka. Dugaan sementara, dia terlibat," bebernya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Martono, lanjut Marji, sudah tidak asing bagi pihaknya. Sebab menurut Marji, dirinya sudah mengingatkan Martono berkali-kali agar proses penerimaan sapi-sapi betina siap potong ke RPH Kedurus, benar-benar sesuai aturan. Tapi, sepanjang itu, Martono mengaku tidak ada masalah dan baik-baik saja.

Kendati ada peluang Martono menjadi tersangka berikutnya, Marji mengatakan masih akan melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan JPU (Jaksa Penuntut Umum) dan Dinas Peternakan Kota Surabaya pada Senin (25/6/2018) esok.

Hal itu dilakukan untuk mengetahui dari 42 sapi betina yang diamankan, berapa sapi betina yang produktif dan berapa yang sudah tidak produktif.

"Yang masih produktif tentu kita amankan jadi barang bukti. Sedangkan yang sudah tidak produktif, ya silahkan dipotong," tegas Marji.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

Sebelumnya, Sabtu (23/6/2018) sekitar pukul 00.30 WIB, Polsek Karangpilang mengamankan sebuah truk gandeng bernopol N 9658 UR yang mengangkut sejumlah sapi betina siap potong tanpa dokumen. Dari pengembangkan, Polsek Karangpilang mendapati total 42 sapi betina baik dari truk itu maupun RPH Kedurus.

Reporter: Narendra Bakrie

Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.