Senin, 27 Jul 2026 16:24 WIB

Perusahaan Cat Avian Tawarkan 10 Persen Saham IPO

Presiden Komisaris PT Avia Avian Tbk  Hermanto Tanoko bersama Presiden Direktur Wijono Tanoko dan jajaran direksi PT Avia Avian Tbk. (Foto: dok PT Avia Avian)
Presiden Komisaris PT Avia Avian Tbk Hermanto Tanoko bersama Presiden Direktur Wijono Tanoko dan jajaran direksi PT Avia Avian Tbk. (Foto: dok PT Avia Avian)

Surabaya - PT Avia Avian, perusahaan yang bergerak di bisnis cat merek Avian, melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering atau IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Market leader industri cat dekoratif di Indonesia itu menawarkan 10 persen saham IPO.

"Penawaran perdana umum IPO dengan menawarkan sebanyak-banyaknya 10 persen saham kepada publik, baik investor domestik dan internasional," ujar Wakil Direktur Utama PT Avia Avian, Ruslan Tanoko, dalam keterangan pers secara daring di Surabaya, Jumat (12/11/2021).

Baca Juga: Galeri Bursa Efek Indonesia Dicanangkan di Kediri, Tingkatkan Literasi Pasar Modal

IPO di Bursa Efek Indonesia dengan menawarkan sebanyak-banyaknya 6.200.000.000 saham baru setara 10 persen dari modal perseroan. Dengan kisaran penawaran Rp 780 hingga Rp 930 per saham. Perusahaan berpotensi meraih dana maksimal sekitar Rp 5,76 triliun.

Avian Brands menunjuk Morgan Stanley, UBS, dan Credit Suisse sebagai joint global coordinators, serta PT Mandiri Sekuritas sebagai domestic lead underwriter.

Sesuai rencana, roadshow dan penawaran awal (bookbuilding) saham Avian Brands akan dilangsungkan pada 12 sampai 18 November 2021. Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan terbit pada 29 November 2021. Selanjutnya, masa penawaran umum akan dilaksanakan pada 1 hingga 3 Desember 2021, dan pencatatan saham (listing) di BEI pada 7 Desember 2021.

Avian Brands akan menggunakan dana hasil IPO untuk modal kerja, belanja modal (capital expenditure), dan pembayaran kembali utang bank Avian Brands dan entitas anak.

Keperluan belanja modal tersebut termasuk untuk pembelanjaan modal fasilitas manufaktur ketiga milik Avian Brands yang baru di Cirebon, yang diperkirakan akan selesai dibangun pada tahun 2025 dan akan menjadi fasilitas manufaktur Avian Brands yang terbesar dengan perkiraan kapasitas produksi sebesar 225.000 metrik ton per tahun, serta mendukung rencana pertumbuhan dan ekspansi Avian Brands.

Baca Juga: Rumah Dua Lantai di Jagir Wonokromo Surabaya Ludes Terbakar

"Sebagai pemimpin pasar di industri cat dekoratif, dengan pusat distribusi terbanyak di Indonesia per 31 Mei 2021 berdasarkan laporan Frost & Sullivan, Avian Brands sangat siap untuk menangkap kesempatan yang ada," tuturnya.

"Avian Brands memiliki varian produk portofolio yang lengkap dan berhasil membentuk pusat distribusi yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara," terang Ruslan Tanoko.

Robert Tanoko, Direktur Operasional dan Pengembangan PT Avia Avian menambahkan, per Mei 2021 Avian Brands memiliki 96 pusat distribusi sendiri ditambah 30 pusat distribusi dari pihak ketiga. Secara keseluruhan, pusat distribusi tersebut melayani lebih dari 52.000 toko bahan bangunan yang tersebar di Indonesia.

Baca Juga: Anomali Cuaca! Masuk Musim Kemarau, Surabaya Malah Dikepung Banjir

"Saat ini, Avian Brands memiliki 2 pabrik yang terintegrasi. Pabrik utama di Sidoarjo, Jawa Timur dan pabrik kedua di Serang, Banten. Total kapasitas secara kolektif lebih dari 286.000 metrik ton per tahun," jelas Robert.

Saat ini, Avian Brands memiliki pangsa pasar cat dekoratif terbesar di Indonesia dengan sebesar 20% untuk penjualan tahun 2020, berdasarkan hasil survei Frost & Sullivan.

Avian Brands juga mempunyai profil keuangan yang kuat dengan tingkat pertumbuhan penjualan rata-rata di atas dua digit dan tingkat laba melebihi rata-rata industri sejenis, dengan tingkat marjin EBITDA terakhir di atas 30% (periode Mei 2021), serta kemampuan arus kas yang kuat, di mana cash conversion rate mencapai 91% pada tahun 2020.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.