Kamis, 11 Jun 2026 07:54 WIB

Hari Santri 2021

Pengurus Gerindra Napaktilas Jihad Pendiri NU di Ponpes Tebuireng

Rombongan Pengurus Partai Gerindra saat tiba di Ponpes Tebuireng Jombang (Foto-foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Rombongan Pengurus Partai Gerindra saat tiba di Ponpes Tebuireng Jombang (Foto-foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

Jombang - Rombongan pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra melanjutkan safarinya di Jawa Timur dengan mengunjungi Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jumat (22/10/2021).

Rombongan dipimpin Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gerindra Ahmad Muzani, didampingi Ketua Gerindra Jatim Anwar Sadad, Fraksi Gerindra di DPR RI serta pengurus Gerindra tingkat Jatim, kabupaten dan kota.

Baca Juga: Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

Kedatangan mereka disambut baik oleh pengasuh Ponpes Tebuireng KH KH Abdul Hakim Mahfudz.

Mereka kemudian berziarah ke Makam Pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hadratis Syaikh Hasyim Asy'ari dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dilanjut tabur bunga.

Sekjen Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, ziarah ke makam pendiri NU itu untuk napaktilas resolusi jihad yang dimanifestasikan pada peristiwa 10 November 1945.

Kegiatan itu dilakukan sebagai salah satu cara memelihara semangat nasionalisme dan meningkatkan persatuan-kesatuan.

Baca Juga: Gus Salam Sowan ke Kiai Imjaz Jelang Muktamar NU ke-35

"Hari ini kami dari Partai Gerindra menapaktilasi peristiwa fakta jihad yang menjadi resolusi jihad dan menjadi peristiwa 10 November. Ini adalah cara kami terus memelihara semangat persatuan, semangat kebangsaan dan cinta tanah air," tutur Muzani.

Muzani juga bercerita heroiknya fakta perjuangan yang dilakukan Hadrotus Syaikh Hasyim Asy'ari yang seringkali diceritakan oleh Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

"Pak Prabowo menjelaskan bagaimana heroiknya peristiwa 10 November dan itu bisa berhasil karena adanya fakta jihad dari Hadratus Syaikh Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober. Fatwa inilah menggerakan spririt dan keimanan bahwa membela tanah air adalah jihad. Kemudian oleh para kiai dirumuskan dalam resolusi jihad," papar dia.

Baca Juga: Muktamar NU, Menjaga Sang Pendiri NKRI dari Intervensi

Wakil Ketua MPR RI itu juga menyebut, pada momen Hari Santri Nasional (HSN) 2021 ini, silaturahim merupakan pelajaran bagi seluruh kader Gerindra tentang perjuangan merebut kekuasaan demi keutuhan NKRI oleh kalangan santri di masa itu.

"Kami ingin silaturahmi dengan ulama dan pondok pesantren sambil memupuk semangat heroisme nasionalisme dan mencintai tanah air," pungkasnya.

Rombongan Pengurus Partai Gerindra berziarah ke makam para pendiri NU di komplek Ponpes Tebuireng JombangRombongan Pengurus Partai Gerindra berziarah ke makam para pendiri NU di komplek Ponpes Tebuireng Jombang

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.