Kamis, 23 Jul 2026 21:35 WIB

Gagal Panen Akibat Hama Tikus, Petani di Gresik Mengadu ke Bupati

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat bertemu para petani Desa Gredek, Kecamatan Duduk Sampeyan
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat bertemu para petani Desa Gredek, Kecamatan Duduk Sampeyan

jatimnow.com - Para petani Desa Gredek, Kecamatan Duduk Sampeyan, Kabupaten Gresik mengeluh ke Bupati Fandi Akhmad Yani lantaran hasil panennya gagal diserang hama tikus.

Gus Yani-sapaan bupati Gresik sengaja melakukan blusukan ke desa akhir-akhir ini untuk mendengar keluh kesah petani. Melalui kegiatan sapa petani, dia mendengarkan keluhan sekaligus menanggulangi persoalan yang ada.

Baca Juga: BNI Terapkan Pengawasan Berlapis untuk Penyaluran KUR

As'ad (50) salah seorang petani Desa Gredek menceritakan bahwa selama ini para petani menggunakan metode setrum untuk menghalau hama tikus. Namun menurutnya, metode itu dinilai kurang efektif dan justru menimbulkan risiko yang cukup besar.

Menurutnya, metode setrum juga bisa menimbulkan korban jiwa karena tersengat.

"Menurut kami metode setrum ini tidak efektif Pak Bupati. Tolong kami dicarikan solusi," ungkap As'ad, Rabu (29/9/2021).

Merespon hal itu, Gus Yani menjelaskan bahwa pihaknya saat ini telah menyiapkan alternatif sebagai langkah awal dengan mendirikan rumah burung hantu (rubuha). Tujuannya untuk menyeimbangkan ekosistem yang ada. Sehingga diharapkan mampu meminimalisir merebaknya hama tikus.

Langkah kedua, Gus Yani ingin adanya satu terobosan dengan menciptakan alat yang bisa mengusir tikus dengan menimbulkan suara ultrasonik. Menurutnya, langkah ini perlu dilakukan uji coba untuk melihat seberapa besar efektif kegunaan alat tersebut.

"Kita sedang mempelajari bagaimana caranya menciptakan suatu alat untuk mengusir tikus. Misalnya saja kita ciptakan suatu alat semacam robot yang menimbulkan suara ultrasonik yang dapat mengusir hama tikus tersebut," tutur Gus Yani.

Baca Juga: Demam Piala Dunia 2026 Warnai MPLS di SMP Muhammadiyah 12 Gresik Kota Baru

Sementara petani lain bernama Syarifuddin juga mengutarakan keluhannya terkait tingginya biaya produksi panen. Dia membeberkan bahwa tingginya biaya diakibatkan karena belum tersedianya Jalan Usaha Tani (JUT). Hal itu berakibat pada biaya angkut gabah yang dinilai tinggi karena rute jalan yang dilalui.

"Kami ingin adanya jalan usaha tani pak bupati. Mohon ada tindak lanjut agar kami dapat memangkas ongkos," ungkap dia.

Hal itu direspon baik oleh Gus Yani. Dia menjelaskan bahwa Pemkab Gresik siap membangun JUT, asalkan wilayah desa sudah masuk wilayah LP2B (Lembaga Pertanian Pangan Berkelanjutan).

"Kalau sudah masuk wilayah LP2B, maka kami siap untuk membangun JUT," sambung Gus Yani.

Baca Juga: Gandeng Akademisi, PLN Edukasi Petani Gresik Gunakan Teknologi Sensor Pertanian

Dalam kesempatan tersebut, Gus Yani juga menyinggung sistem pengairan yang ada. Dia melihat bahwa embung yang ada saat ini perlu dilakukan normalisasi, sebab kondisinya mengalami pendangkalan.

"Kita minta Dinas Pekerjaan Umum untuk menyiapkan alat berat. Bila perlu kita lakukan pengadaan agar normalisasi embung dapat sesegera mungkin dilakukan. Tujuannya agar para petani tak kerepotan jika membutuhkan pasokan air saat musim panen ke dua, atau ketika memasuki musim kemarau," pungkasnya.

Melalui kegiatan sapa petani tersebut, Gus Yani ingin agar sektor pertanian di Gresik mulai merangkak naik dan mampu menyejahterakan para petani.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.