Minggu, 07 Jun 2026 05:45 WIB

Gagal Panen Akibat Hama Tikus, Petani di Gresik Mengadu ke Bupati

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat bertemu para petani Desa Gredek, Kecamatan Duduk Sampeyan
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat bertemu para petani Desa Gredek, Kecamatan Duduk Sampeyan

jatimnow.com - Para petani Desa Gredek, Kecamatan Duduk Sampeyan, Kabupaten Gresik mengeluh ke Bupati Fandi Akhmad Yani lantaran hasil panennya gagal diserang hama tikus.

Gus Yani-sapaan bupati Gresik sengaja melakukan blusukan ke desa akhir-akhir ini untuk mendengar keluh kesah petani. Melalui kegiatan sapa petani, dia mendengarkan keluhan sekaligus menanggulangi persoalan yang ada.

Baca Juga: Kampung SIBA KLASIK Gresik Terapkan Kurban Minim Sampah

As'ad (50) salah seorang petani Desa Gredek menceritakan bahwa selama ini para petani menggunakan metode setrum untuk menghalau hama tikus. Namun menurutnya, metode itu dinilai kurang efektif dan justru menimbulkan risiko yang cukup besar.

Menurutnya, metode setrum juga bisa menimbulkan korban jiwa karena tersengat.

"Menurut kami metode setrum ini tidak efektif Pak Bupati. Tolong kami dicarikan solusi," ungkap As'ad, Rabu (29/9/2021).

Merespon hal itu, Gus Yani menjelaskan bahwa pihaknya saat ini telah menyiapkan alternatif sebagai langkah awal dengan mendirikan rumah burung hantu (rubuha). Tujuannya untuk menyeimbangkan ekosistem yang ada. Sehingga diharapkan mampu meminimalisir merebaknya hama tikus.

Langkah kedua, Gus Yani ingin adanya satu terobosan dengan menciptakan alat yang bisa mengusir tikus dengan menimbulkan suara ultrasonik. Menurutnya, langkah ini perlu dilakukan uji coba untuk melihat seberapa besar efektif kegunaan alat tersebut.

"Kita sedang mempelajari bagaimana caranya menciptakan suatu alat untuk mengusir tikus. Misalnya saja kita ciptakan suatu alat semacam robot yang menimbulkan suara ultrasonik yang dapat mengusir hama tikus tersebut," tutur Gus Yani.

Baca Juga: JIIPE Peduli Bagikan Puluhan Hewan Kurban ke Masyarakat Gresik

Sementara petani lain bernama Syarifuddin juga mengutarakan keluhannya terkait tingginya biaya produksi panen. Dia membeberkan bahwa tingginya biaya diakibatkan karena belum tersedianya Jalan Usaha Tani (JUT). Hal itu berakibat pada biaya angkut gabah yang dinilai tinggi karena rute jalan yang dilalui.

"Kami ingin adanya jalan usaha tani pak bupati. Mohon ada tindak lanjut agar kami dapat memangkas ongkos," ungkap dia.

Hal itu direspon baik oleh Gus Yani. Dia menjelaskan bahwa Pemkab Gresik siap membangun JUT, asalkan wilayah desa sudah masuk wilayah LP2B (Lembaga Pertanian Pangan Berkelanjutan).

"Kalau sudah masuk wilayah LP2B, maka kami siap untuk membangun JUT," sambung Gus Yani.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan dan Kementerian Koperasi Jalin Kerjasama Jaminan Sosial

Dalam kesempatan tersebut, Gus Yani juga menyinggung sistem pengairan yang ada. Dia melihat bahwa embung yang ada saat ini perlu dilakukan normalisasi, sebab kondisinya mengalami pendangkalan.

"Kita minta Dinas Pekerjaan Umum untuk menyiapkan alat berat. Bila perlu kita lakukan pengadaan agar normalisasi embung dapat sesegera mungkin dilakukan. Tujuannya agar para petani tak kerepotan jika membutuhkan pasokan air saat musim panen ke dua, atau ketika memasuki musim kemarau," pungkasnya.

Melalui kegiatan sapa petani tersebut, Gus Yani ingin agar sektor pertanian di Gresik mulai merangkak naik dan mampu menyejahterakan para petani.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.