Minggu, 26 Jul 2026 21:13 WIB

Indonesia Banjir Investasi Mobil Listrik

Mobil listrik Kia, Foto : Kia via Republika.
Mobil listrik Kia, Foto : Kia via Republika.

jatimnow.com - Sumber daya dan potensi pasar di Indonesia dinilai menjanjikan industri mobil listrik. Sejumlah pabrikan pun mulai melakukan investasi untuk menunjang beragam inftastruktur produksi electric vehicle (EV).

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Kementerian Perindustrian sempat melakukan kunjungan ke Jepang untuk melakukan pertemuan dengan sejumlah prinsipal industri otomotif.

Baca Juga: Pasar Mobil Listrik Jatim Melesat, BYD Boyong Teknologi DM ke Surabaya

"Pertemuan itu berhasil mencapai sejumlah komitmen investasi baru dari beberapa pabrikan seperti Toyota, Honda, Suzuki dan Mitsubishi," kata Agus Gumiwang Kartasasmita beberapa waktu lalu.

Menurutnya, Toyota berkomitmen untuk melakukan investasi baru senilai Rp 28 triliun hingga 2024. Investasi itu dilakukan untuk memproduksi sejumlah kendaraan hybrid dan BEV di Indonesia.

Sementara itu, Honda berkomitmen untuk melakukan investasi senilai Rp 5,2 triliun. Investasi yang juga dilakukan hingga 2024 itu pun dilakukan untuk melakukan produksi kendaraan baru yang ramah lingkungan dan sesuai dengan pasar Indonesia.

Suzuki dan Mitsubishi berencana untuk melakukan investasi sebesar Rp 1,2 triliun dan Rp 11 triliun dan akan digunakan juga untuk mendukung proses produksi kendaraan ramah lingkungan di tanah air.

Baca Juga: Musim Sekolah Dongkrak Gadai Emas BSI Region Office VIII Surabaya

"Seluruh aksi investasi ini membuktikan bahwa Indonesia masih menjadi negara tujuan utama para investor dalam melakukan pengembangan industri kendaraan bermotor," ujarnya.

Selain dari pabrikan Jepang, investasi juga datang dari Korea lewat Hyundai Motor Group. Melalui kerja sama dengan LG Energy Solution. Ltd, Hyundai Motor Group memilih Indonesia sebagai lokasi pabrik sel baterai untuk battery electric vehicle (BEV).

Berdasar keterangan pers kepada Republika beberapa waktu lalu, Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution telah menandatangani nota kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Indonesia untuk membentuk joint venture di Indonesia sebagai upaya dalam memproduksi sel baterai dari mobil listrik. Hyundai menilai, kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan pasokan baterai yang stabil.

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

Melalui MoU ini, Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution akan menginvestasikan dana senilai 1,1 miliar dolar AS ke dalam joint venture untuk membangun pabrik sel baterai di Karawang, Jawa Barat. Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution masing-masing akan berhak atas 50 persen kepemilikan saham pada joint venture ini.

Lihat Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.