Minggu, 26 Jul 2026 14:38 WIB

Night Zoo, Terobosan Terbaru Kebun Binatang Surabaya

Dirut Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) Chairul Anwar/Foto: Arry Saputra
Dirut Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) Chairul Anwar/Foto: Arry Saputra

jatimnow.com - Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) membuat inovasi baru yaitu kebun binatang di malam hari atau Night Zoo.

Dirut Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) Chairul Anwar mengatakan bahwa Night Zoo ini akan mulai dibangun pada awal tahun 2019.

Baca Juga: Rumah Dua Lantai di Jagir Wonokromo Surabaya Ludes Terbakar

Chairul memberikan gambaran bahwa nantinya KBS pada malam hari ini akan dibiarkan gelap seperti biasanya. Namun, akan ada permainan pencahayaan (lighting) dan musik.

Permainan putaran api juga akan ditambahkan guna menciptakan suasana hutan yang sesungguhnya. "Nanti orang-orang akan masuk ke jungle of Africa," ujar Chairul.

Ketika memasuki KBS, pengunjung akan langsung disuguhkan dengan suasana dan juga perilaku, serta suara dari hewan-hewan malam. Ia juga akan menyediakan area khusus dimana pengunjung akan menikmati pertunjukkan yang disediakan.

"Pada pertunjukkan ini, para hewan nocturnal akan masuk satu persatu secara perlahan. Kami sudah siapkan hewan-hewannya seperti macan kumbang, elang, dan burung hantu," tambahnya.

Chairul menjelaskan bahwa pihaknya kini sudah sampai tahap pembuatan konsep desain KBS pada malam hari.

"Hewan-hewan malam memerlukan tempat khusus, pintu masuknya juga akan dipisah. Pintunya ini harus ada signing yang jelas. Harus ada in dan outnya," jelasnya.

Baca Juga: Anomali Cuaca! Masuk Musim Kemarau, Surabaya Malah Dikepung Banjir

Nantinya, Night Zoo akan diletakkan di sisi belakang KBS. Diperlukan pengamanan khusus yang ketat untuk memastikan bahwa hewan-hewan ini aman.

"Pengamanannya harus khusus karena gak bisa dilihat dengan kasat mata. Harus orang yang hafal dengan gerak-gerik hewan malam," imbuhnya.

Chairul Night Zoo mengakui bahwa terobosan ini memang membutuhkan kerja ekstra karena banyak persiapan khusus. Faktor-faktor tersebut ditambah penyediaan tenaga ahli khusus dan membutuhkan dana yang besar.

“Kini, timnya sedang mempertimbangkan apakah akan bekerjasama dengan pihak swasta dalam pembangunan Night Zoo ini atau tidak perlu,” pungkasnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Wisata Jatim: Telaga Sarangan Hujan, KBS-Taman Safari Cerah

 

Reporter: Arry Saputra

Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.