Senin, 08 Jun 2026 04:40 WIB

Rumah Sakit Hewan Banyuwangi Diresmikan, Dilengkapi UGD hingga Rawat Inap

  • Penulis :
  • | Senin, 07 Jun 2021 14:06 WIB

jatimnow.com - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meresmikan Rumah Sakit Hewan.

Rumah sakit yang berlokasi di Jalan Kartini, Kelurahan Kepatihan, Banyuwangi itu memberikan layanan lengkap terhadap berbagai hewan ternak maupun peliharaan.

Baca Juga: Wisata Medis Malaysia Kian Diminati, 20 RS Hadir di Surabaya

"Semoga ini bisa membantu warga menjaga kualitas hewan ternaknya maupun hewan peliharaannya mengingat sekarang semakin banyak pencinta binatang, juga komunitas-komunitasnya yang tumbuh di Banyuwangi," kata Bupati Ipuk dalam siaran pers yang diterima redaksi, Senin (7/6/2021).

Rumah Sakit Hewan Banyuwangi ini merupakan peningkatan dari Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan). Peningkatan status ini bertujuan untuk memberikan peningkatan layanan kesehatan hewan yang ada di Banyuwangi.

"Kesehatan hewan ini tidak bisa disepelekan. Pertama, kita bisa mencegah penyakit yang menular dari hewan ke manusia. Kedua, ini bagian dari kesadaran kita untuk menghargai hewan, bagaimana kesejahteraan hewan diterapkan termasuk dari sisi kesehatannya," jelas dia.

Rumah Sakit Hewan Banyuwangi sendiri dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Mulai dari Unit Gawat Darurat (UGD), ruang diagnostik, ruang bedah, ruang rawat inap hingga laboratorium dan apotek.

"Untuk sementara masih belum bisa memberikan layanan kepada hewan berukuran besar. Karena masih ada keterbatasan ruang. Untuk hewan berukuran besar, tim Puskeswan yang seperti biasa akan turun membantu masyarakat," ungkap Ipuk.

"Saya juga minta warga bila menemukan hewan yang sakit, seperti kucing atau anjing di jalan bisa disampaikan agar ditangani," imbuhnya.

Selama ini Banyuwangi memang memiliki perhatian yang cukup tinggi terhadap kesehatan hewan. Tidak kurang ada 12 pusat kesehatan hewan (puskeswan) yang ada di Banyuwangi. Ini merupakan jumlah terbanyak dibandingkan kabupaten/ kota lain di Jawa Timur.

Baca Juga: Kebakaran RSUD dr Soetomo Surabaya, 1 Pasien Dilaporkan Tewas

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Arief Setyawan menyebutkan hal ini sebagai upaya perlindungan terhadap masuknya binatang ternak dari luar Jawa.

"Salah satu pintu masuknya hewan-hewan ternak ke Jawa ini melalui Banyuwangi. Baik yang dikirim dari Bali, NTT dan Indonesia bagian timur lainnya. Jadi, perlu ada pemeriksaan yang ketat terhadap kesehatannya. Agar tidak menjadi bibit penyakit yang bisa menyebar di Jawa," terang Arief.

Dengan kondisi demikian, aku Arief, Banyuwangi kerap menjadi jujukan dari kampus-kampus besar yang memiliki berkaitan dengan hewan.

"Tidak sedikit para calon dokter hewan dari kampus-kampus negeri di Indonesia ini, yang menjalankan praktik di Banyuwangi. Tentu saja, dengan adanya Rumah Sakit Hewan ini, akan membuat Banyuwangi menjadi tempat rujukan utama," terangnya.

Keberadaan rumah sakit hewan ini, juga disambut antusias oleh para pecinta hewan. Seperti yang diungkapkan oleh Cahaya yang memiliki peliharaan kura-kura Sulcata dari Afrika.

Baca Juga: Pola Asuh Observasi Aktif, Rahasia Nala Hafal Anatomi di Usia Dini

"Akhirnya saya bisa mendapatkan layanan terhadap hewan peliharaan saya. Di sini juga bisa berkonsultasi langsung dengan para dokter hewannya," ujarnya.

Cahaya sendiri berharap agar ke depannya, rumah sakit hewan tersebut semakin berkembang dan memberikan layanan yang terbaik bagi masyarakat.

"Semoga fasilitasnya semakin lengkap," pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.