Kamis, 11 Jun 2026 09:10 WIB

Kisah 3 Saudara asal Kota Gresik yang Hidup Memprihatinkan di Hari Tuanya

Tiga saudara kandung yang kondisinya memprihatinkan
Tiga saudara kandung yang kondisinya memprihatinkan

jatimnow.com - Ruangan berukuran 3x6 meter itu terlihat gelap dan udaranya pengap. Seorang laki-laki tua dengan tubuh yang kurus terkulai di atas kasur lusuh yang sudah menipis di atas lantai.

Laki tua itu bernama Waras (71). Sejak kecil dirinya mengalami gangguan mata hingga tidak bisa melihat. Setiap hari dirinya hanya menghabiskan waktu dengan rebahan di atas kasurnya.

Baca Juga: Kampung SIBA KLASIK Gresik Terapkan Kurban Minim Sampah

Waras tidak tinggal sendiri. Di rumah petak peninggalan orang tuanya di Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik itu, dirinya tinggal bersama dua adik kandungnya Khamim (58) dan Siti Khadijah (51).

Kondisi Khamim dan Siti ini sebenarnya juga mengalami gangguan mata. Khamim mengalami gangguan katarak, namun mata yang sebelah kiri sudah pernah dioperasi. Sementara penglihatan Siti juga tidak jelas, pandangannya kabur.

Karena penyakitnya tersebut Khamim dan Siti terpaksa tidak bisa lagi bekerja di sebuah home industri perajin kopiah.

"Dulu saya dan adik kerja di produksi kopiah. Tapi karena kami punya gangguan mata, jadi tidak bisa lagi bekerja disana. Jadi sekarang kami menganggur," kata Khamim, Kamis (20/5/2021).

Karena tidak ada lagi pendapatan, tiga bersaudara tersebut praktis hanya mengandalkan belas kasihan dari para tetangganya. Termasuk aliran listrik untuk satu bola lampu sebagai penerangan satu-satunya saat malam hari.

"Sekarang untuk hidup kami banyak dibantu tetangga," ungkapnya.

Baca Juga: JIIPE Peduli Bagikan Puluhan Hewan Kurban ke Masyarakat Gresik

Begitu pun dengan keperluan memasak masih menggunakan kompor berbahan bakar minyak tanah.

Khamim mengatakan jika dirinya pernah mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Covid-19 dari pemerintah senilai Rp 600 ribu sebanyak 3 kali.

Tapi selain bantuan itu, ia mengaku tidak pernah dapat. Karena itu dirinya berharap melalui pihak kelurahan bisa mendapatkan bantuan reguler dari pemerintah.

"Saya harap bisa dapat bantuan lagi dari pemerintah karena itu sangat membantu kehidupan kami," ujar Khamim.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan dan Kementerian Koperasi Jalin Kerjasama Jaminan Sosial

Kondisi memprihatinkan yang dialami ketiga bersaudara itu membuat banyak orang bersimpati, salah satunya adalah Ketua Paguyuban Pengusaha Gresik Barat (PPGB), Amat Prayitno.

Ia memberi santunan kepada ketiga bersaudara tersebut pada Lebaran Idul Fitri 1442 H. Hal itu dilakukan Amat sebagai bentuk kepeduliannya kepada masyarakat yang dirasa membutuhkan.

"Semoga apa yang kami berikan bisa sedikit meringankan beban hidup bagi Pak Waras, Pak Khamim dan Bu Siti," kata Amat.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.