Senin, 27 Jul 2026 11:16 WIB

Batik Motif Apel asal Kota Batu Tembus Pasar Internasional

Sumari menunjukkan batik motif apel Kota Batu yang diproduksinya
Sumari menunjukkan batik motif apel Kota Batu yang diproduksinya

jatimnow.com - Batik Sumari merupakan salah satu batik khas Kota Batu yang sangat terkenal, lantaran tembus ke pasar internasional. Galeri Batik Sumari menjadi jujugan para wisatawan mancanegara untuk belajar membatik.

Dengan mengandalkan motif buah apel berpadu bunga-bunga, produk Batik Sumari secara berkelanjutan menjadi incaran masyarakat, baik dari Kota Batu sendiri, Surabaya, Jawa Tengah, Jakarta hingga luar jawa. Juga wisatawan mancanegara seperti Singapura, Jepang, Malaysia hingga Belanda.

Baca Juga: Liburan ke Jatim Park 1, Coba 3 Hotel Unik di Kota Batu Ini

Berbagai jenis batik motif apel dengan corak perpaduan warna indah dan menawan tampak tertata rapi di Galeri Batik Sumari, Jalan Arjuno, Gang 3 Dusun Ngujung, Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Menurut Sumari, inspirasi membuat motif apel ia dapatkan saat berkeliling ke daerah-daerah, yang memiliki ciri khas berbeda-beda. Lalu ia berfikir karena Kota Batu dikenal dengan buah apel, ia termotivasi membuat motif tersebut dengan perpaduan bunga-bunga.

Wisatawan mancanegar belajar membatik di galeri milik Sumari di Kota BatuWisatawan mancanegar belajar membatik di galeri milik Sumari di Kota Batu

"Apel Kota Batu sangat terkenal. Bila dibuat motif pasti menarik dan bagus. Saya mulai membatik sejak Tahun 1991 dan sekarang sudah banyak inovasi produksi yang memiliki desain hingga model yang modern mengikuti permintaan pasar. Supaya orang gak bosan," ungkap Sumari, Kamis (25/3/2021).

Sumari menambahkan, ada tiga jenis batik yang ada di galerinya, antara lain batik tulis, cap dan cap tulis. Untuk pewarna, Sumari memakai bahan bermacam-macam hingga alami seperti daun jambu, apukat, apel dan sebagainya.

"Kalau harga jual mulai Rp 100 ribu hingga Rp 50 juta dengan ukuran lebar 1,2 meter dan panjang 2 meter. Kalau orang luar negeri lebih suka memilih langsung sekalian belajar membatik sampai bisa," paparnya.

Baca Juga: Puluhan Musisi Ramaikan Semarak Festival Musik Partilibur Caravan di Kota Batu

Di galerinya, Sumari menyediakan tempat belajar membatik untuk warga sekitar maupun luar daerah.

"Tak hanya warga setempat, wisatawan asal Jepang, Malaysia dan Belanda juga belajar membatik di sini," imbuh Sumari.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata (Kadisparta) Kota Batu, Arief As Sidiq menyebut bahwa pihaknya memang memiliki tugas mengembangkan batik khas Kota Batu sehingga menumbuhkan ekonomi kreatif.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As SidiqKepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Sidiq

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

"Tak hanya pendampingan, disparta akan membantu promosi produk batik warga Batu melalui pameran-pameran. Terlebih Kota Batu merupakan jujukan wisatawa. Itu merupakan angin segar karena iklim kunjungan wisatawan berpengaruh besar memaksimalkan potensi pelaku ekonomi kreatif terutama, perajin batik sehingga mampu mengangkat kesejahteraan mereka," tegas Arief.

Buktinya, Disparta Kota Batu menggelar workshop dan kompetisi desain batik Tahun 2021 dengan menggandeng Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Batu pada Rabu (17/3/2021). Kegiatan tersebut diikuti 100 peserta yang berasal dari Kota Batu untuk memunculkan batik khas Kota Batu. (Adv)

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.