Kamis, 23 Jul 2026 20:44 WIB

Ibu dan Anak ini Nekat Cegat Mobil Dinas Bupati Gresik

jatimnow.com - Seorang ibu dengan membawa anaknya yang berusia 3 tahun mencegat mobil dinas Bupati Fandi Akhmad Yani di depan Mapolres Gresik, Senin (15/3/2021).

Saat itu, Gus Yani sapaan akrab Fandi Akhmad Yani akan kembali ke kantor bupati setelah mengikuti acara Apel Kolaborasi di halaman Mapolres Gresik. Gus Yani memerintahkan sopir untuk berhenti dan membuka kaca mobilnya.

Baca Juga: Demam Piala Dunia 2026 Warnai MPLS di SMP Muhammadiyah 12 Gresik Kota Baru

Begitu kaca dibuka perempuan yang mengaku bernama Hima asal Kebomas itu menawarkan barang dagangannya yaitu keripik peyek.

Mengetahui hal tersebut, Gus Yani kemudian memberikan 2 lembar uang Rp 50 ribu. Hima yang terlihat gemetar kemudian memberikan keripik peyek buatannya dan menerima uang yang diberikan Gus Yani.

"Saya ndredek (gemetar red), tapi senang sekali bisa bertemu dengan Gus Yani. Ini kali kedua saya melihat Gus Yani secara langsung, pertama saat beliau kampanye dulu," kata Himah kepada jatimnow.com di parkiran Mapolres Gresik.

Baca Juga: Gandeng Akademisi, PLN Edukasi Petani Gresik Gunakan Teknologi Sensor Pertanian

Perempuan berusia 36 tahun itu menjelaskan jika setahunan ini berjualan keripik peyek dengan berkeliling. Salah satu kantor yang menjadi tujuan tetapnya adalah Mapolres Gresik.

"Tiap pagi saya mengajak anak bungsu saya keliling berjualan keripik peyek. Saya biasa bawa 30 bungkus, harga per bungkusnya Rp 6 ribu. Alhamdulillah, pagi ini saya senang sekali karena peyek saya dibeli Gus Yani 100 ribu," ujar dia.

Ibu empat anak ini mengungkapkan berjualan keripik peyek untuk menambah penghasilan keluarga terutama untuk biaya sekolah anak-anaknya.

Baca Juga: Tercebur Sumur 15 Meter, Kakek 98 Tahun di Kedamean Gresik Ditemukan Tewas

"Anak sulung saya tahun ini lulus SMP. Saya dan suami bertekad bisa melanjutkan sekolah anak sulung saya di pesantren agar mendapat pelajaran agama yang lebih baik. Karena itu saya berjualan agar punya biaya yang cukup untuk mendaftarkan anak saya di pesantren," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.