Selasa, 28 Jul 2026 18:43 WIB

Dendam Asmara Jadi Pemicu Pembunuhan Pria di Surabaya

Pelaku pembunuhan, Abdul Hosid diamankan di Mapolrestabes Surabaya
Pelaku pembunuhan, Abdul Hosid diamankan di Mapolrestabes Surabaya

jatimnow.com - Dendam asmara menjadi pemicu pembunuhan terhadap Demiri (50), warga Kecamatan Burlanjeng, Kabupaten Sampang, Madura di Jalan Simo Jawar Gang 5, Sukomanunggal, Surabaya.

Wakasatreskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Ambuka Yudha Hardiputra menyebut bahwa pelaku Abdul Hosid (39) warga Sampang, Madura itu membunuh korban karena dendam, lantaran mantan istrinya direbut korban ketika statusnya masih belum bercerai.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Ambuka menambahkan, pelaku juga menduga mantan istrinya sudah menjalin hubungan dengan korban saat pelaku bekerja di luar negeri sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

"Pelaku menduga, korban dan mantan istrinya melakukan hubungan sebelum kejadian saat bekerja jadi TKI. Dulu pernah dapat kabar kejadian serupa (selingkuh), tapi sudah dimaafkan. Pas ada kejadian lagi, tersangka jengkel dan melakukan pembacokan," ujar Ambuka, Jumat (12/3/2021).

Baca juga:  

Menurut Ambuka, saat itu pelaku dengan mantan istrinya masih berstatus menikah. Bahkan tidak ada catatan atau data yang menyebut keduanya belum berpisah. Namun istri pelaku sudah berhubungan dengan korban.

"Katanya menikah, tapi tidak ada catatan dari negara atau nikah siri," tambahnya.

Sementara pelaku pembacokan, Hosid mengaku amarahnya muncul sejak Februari 2013 saat dirinya bekerja sebagai TKI di Malaysia. Saat itu dia memperoleh informasi bahwa istrinya dengan korban mempunyai hubungan.

Pada April 2019, saat pelaku masih bekerja sebagai TKI di Malaysia, pelapor kembali ke Sampang. Namun April 2020, pelaku kembali bekerja sebagai TKI di Malaysia seorang diri.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Barang bukti kasus pembunuhan disita Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes SurabayaBarang bukti kasus pembunuhan disita Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya

Saat masih di Malaysia, pelaku mendapatkan kabar dari anaknya bahwa istrinya sering keluar dan bertemu dengan korban. Atas hal tersebut, pelaku pulang ke Sampang dan mendapati istrinya sudah tidak berada di rumah.

Sehingga sekitar pukul 10.00 Wib, Rabu (10/3/2021), pelaku menuju ke Surabaya menggunakan motor sembari membawa celurit yang diselipkan di pinggang sebelah kiri.

Sekitar pukul 12.00 Wib, saat berada di Jalan Simojawar, Surabaya, pelaku melihat korban sedang berjalan kaki sendirian. Pelaku langsung mengayunkan celurit ke arah korban dan mengenai tangan. Pelaku kembali menyabetkan celurit itu ke pundak, perut dan paha korban secara membabi buta.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Mengetahui korban tersungkur bersimbah darah, pelaku langsung naik motor untuk melarikan diri.

"Istri saya sudah dua kali berhubungan. Yang pertama dimaafkan, yang kedua dibawa lari (korban)," aku pelaku.

Kendati demikian, pelaku mengaku tak tahu apa alasan istrinya berselingkuh dengan korban. Dia mengaku hanya dibutakan api cemburu ketika mendengar dan mengetahui kenyataan itu.

"Tidak tahu alasannya selingkuh sejak saya 5 tahun jadi TKI. Yang tau anak saya, saya dikabari waktu itu," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.