Selasa, 28 Jul 2026 18:42 WIB

Pembunuhan Pemuda di Surabaya Dipicu Cinta Segitiga

Pembunuh pemuda digiring di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya
Pembunuh pemuda digiring di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya

jatimnow.com - Pembunuhan yang dilakukan Hasan terhadap pemuda bernama Syaifuddin Sahab (22), warga Jalan Tenggumung, Semampir, Surabaya ternyata dipicu cinta segitiga.

Korban ditemukan tewas bersimbah darah dengan luka tusuk pada tangan dan perut di garasi rumahnya Jalan Tenggumung Wetan, Gang Mangga, Wonokusumo, Semampir, Surabaya, Selasa (2/3/2021).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Ganis Setyaningrum menyebut, kasus penganiayaan hingga menewaskan korban itu dilatarbelakangi cemburu.

Menurutnya, Hasan yang sehari-harinya berprofesi sebagai jagal sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian mencurigai ada hubungan asmara antara korban dengan istrinya yang bernama Saropah (30).

"Antara korban dengan tersangka sebelumnya tidak saling kenal. Korban juga tinggal di Kecamatan Semampir tapi agak jauh dari rumah tersangka," terang Ganis, Kamis (4/3/2021).

Baca juga:  

Ganis menyebut, saat itu tersangka baru saja pulang dari tempat kerjanya. Saat itulah dia melihat motor milik istrinya didorong seorang pemuda yang tak lain adalah korban. Sontak tersangka menuju ke rumah tersebut karena menduga istrinya berada di sana.

Tersangka lalu menunggu di depan rumah korban. Selang 5 menit, istrinya tidak juga keluar, hingga tersangka masuk ke rumah korban. Tersangka mencari sampai ke bagian dapur rumah korban.

Tersangka baru mendengar suara dari garasi rumah tersebut yang mirip suara istrinya. Ada suara seperti orang sedang bertengkar, tapi dengan nada bisik-bisik.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Rasa penasaran membuat tersangka mencari tahu sumber suara hingga akhirnya dia melihat istrinya sedang bersama korban. Pemuda itu menarik tangan Saropah seolah ingin mengajak pergi ke suatu tempat.

Melihat itu, tersangka cemburu dan naik pitam. Dia memukul korban di bagian bahu kiri. Korban yang tidak terima membalas hingga tersangka semakin marah. Pisau yang biasa dibawa saat bekerja ditarik dari balik punggungnya dan langsung disabetkan dan ditusukkan ke tubuh korban.

"Pisau itu dibawa ke mana-mana oleh tersangka. Karena sehari-hari kerjanya jagal sapi," jelas Ganis.

Setelah korban terkapar, tersangka bersama istrinya pulang ke rumah. Tersangka lalu menanyakan kepada istrinya terkait hubungannya dengan korban. Muncullah pengakuan bahwa istrinya dan korban menjalin pertemanan mesra sekitar satu tahun.

"Keduanya mengenal dari situs jejaring sosial Facebook (FB). Hal ini diketahui tersangka usai menganiaya korban. Dia tahu dari pengakuan istrinya," bebernya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Sementara tersangka Hasan mengaku jika istrinya diancam korban apabila tidak menuruti keinginannya. Salah satunya mengantar obat ke rumah korban sebelum kejadian itu.

"Pengakuan istri saya ke rumah korban itu karena disuruh beli obat. Jika tidak menurut, diancam fotonya (foto syur) akan disebarkan. Sebab katanya, sebelumnya juga pernah disebar. Saya baru tahu setelah kejadian tersebut, istri saya mengakui semuanya," ungkap Hasan.

"Saya menyesal atas kejadian ini," tambah bapak dua anak ini.

Tersangka Hasan ditangkap Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak saat bersembunyi di rumah orangtuanya di Madura.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.