Minggu, 07 Jun 2026 12:04 WIB

Mengintip Penanganan Pascabanjir di Pasuruan dan Antisipasi Susulan

  • Penulis : Moch Rois
  • | Senin, 08 Feb 2021 19:55 WIB
Penanganan pascabanjir dan antisipasi banjir susulan dibahas di DPRD Kabupaten Pasuruan
Penanganan pascabanjir dan antisipasi banjir susulan dibahas di DPRD Kabupaten Pasuruan

jatimnow.com - DPRD Kabupaten Pasuruan membahas penyebab banjir bandang luapan Sungai Pulungan dan penanganan pascabencana, Senin (8/2/2021).

Rapat dengar pendapat itu dihadiri para kepala dinas di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dan Kepala UPT Wilayah Sungai Welang Pekalen.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

"Yang mengemuka, penyebab banjir luapan sungai di Kepulungan itu adalah karena sumbatan. Tapi saya mencurigai ada faktor lain yang bisa memicu banjir. Bisa jadi adanya tambang di bangunan hulu mengurangi resapan air. Sehingga air hujan mengalir tak terserap ke sungai, hingga akhirnya memicu banjir," jelas Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi.

Sementara PPK Ops SDA 4 BBWS Brantas, Arianto berpendapat tentang kerusakan di hulu sungai juga bisa dimungkinkan menjadi salah satu dampak terjadinya banjir di Sungai Pulungan.

"Berdasarkan dari pengamatan yang ada, memang banjir tersebut dipengaruhi sumbatan pada Sungai Kepulungan. Kemungkinnan juga karena ada kerusakan lahan di bagian atasnya. Karena memang di bagian hulu, banyak kerusakan. Tapi kami tidak tahu lagi, karena hal tersebut memang musibah," tambahnya.

Sementara Kepala UPT Ops WS Welang Pekalen Pasuruan, Novita Andriyani menganalisis jika potensi kejadian banjir serupa di Sungai Pulungan bisa dimungkinkan kembali terjadi, mengingat banyaknya sampah di sungai itu.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Salah satu solusinya, lanjut dia, di atas tanggul sungai bisa dialukan pemasangan parapet.

"Potensi kejadian serupa bukan tidak mungkin akan terjadi lagi. Makanya, apa yang bisa kami lakukan bersama, sesuai tupoksi masing-masing mari dilakukan. Misalnya pemasangan parapet atau yang lain," tambah Novita.

Baca Juga: Datangi DPRD, PPPK Paruh Waktu di Tulungagung Wadul Gaji Tak Layak

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan, Saifullah Daman Huri menyatakan bahwa rapat tersebut menghasilkan tiga keputusan.

"Mengantisipasi kejadian serupa di masa yang akan datang. Saya mohon koordinasinya yang baik. Baik itu kewenangan Pemerintah Pusat, Provinsi atau Pemkab, seperti normalisasi, pemasangan early warning system, bronjong dan parapet. Kedua, bansos tetap diupayakan sesuai kebutuhan masyarakat. Ketiga adalah recovery dan restrukturisasi bangunan rumah terdampak banjir," tandas Saifullah.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.