Minggu, 26 Jul 2026 14:12 WIB

Mengintip Penanganan Pascabanjir di Pasuruan dan Antisipasi Susulan

  • Penulis : Moch Rois
  • | Senin, 08 Feb 2021 19:55 WIB
Penanganan pascabanjir dan antisipasi banjir susulan dibahas di DPRD Kabupaten Pasuruan
Penanganan pascabanjir dan antisipasi banjir susulan dibahas di DPRD Kabupaten Pasuruan

jatimnow.com - DPRD Kabupaten Pasuruan membahas penyebab banjir bandang luapan Sungai Pulungan dan penanganan pascabencana, Senin (8/2/2021).

Rapat dengar pendapat itu dihadiri para kepala dinas di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dan Kepala UPT Wilayah Sungai Welang Pekalen.

Baca Juga: Pegadaian Besuki Bantu Perbaikan SDN 1 Kalianget Usai Diterjang Banjir

"Yang mengemuka, penyebab banjir luapan sungai di Kepulungan itu adalah karena sumbatan. Tapi saya mencurigai ada faktor lain yang bisa memicu banjir. Bisa jadi adanya tambang di bangunan hulu mengurangi resapan air. Sehingga air hujan mengalir tak terserap ke sungai, hingga akhirnya memicu banjir," jelas Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi.

Sementara PPK Ops SDA 4 BBWS Brantas, Arianto berpendapat tentang kerusakan di hulu sungai juga bisa dimungkinkan menjadi salah satu dampak terjadinya banjir di Sungai Pulungan.

"Berdasarkan dari pengamatan yang ada, memang banjir tersebut dipengaruhi sumbatan pada Sungai Kepulungan. Kemungkinnan juga karena ada kerusakan lahan di bagian atasnya. Karena memang di bagian hulu, banyak kerusakan. Tapi kami tidak tahu lagi, karena hal tersebut memang musibah," tambahnya.

Sementara Kepala UPT Ops WS Welang Pekalen Pasuruan, Novita Andriyani menganalisis jika potensi kejadian banjir serupa di Sungai Pulungan bisa dimungkinkan kembali terjadi, mengingat banyaknya sampah di sungai itu.

Baca Juga: Viral Ricuh di Pintu Masuk Bromo, TNBTS Klaim Pemukulan Refleks Bela Diri

Salah satu solusinya, lanjut dia, di atas tanggul sungai bisa dialukan pemasangan parapet.

"Potensi kejadian serupa bukan tidak mungkin akan terjadi lagi. Makanya, apa yang bisa kami lakukan bersama, sesuai tupoksi masing-masing mari dilakukan. Misalnya pemasangan parapet atau yang lain," tambah Novita.

Baca Juga: Anomali Cuaca! Masuk Musim Kemarau, Surabaya Malah Dikepung Banjir

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan, Saifullah Daman Huri menyatakan bahwa rapat tersebut menghasilkan tiga keputusan.

"Mengantisipasi kejadian serupa di masa yang akan datang. Saya mohon koordinasinya yang baik. Baik itu kewenangan Pemerintah Pusat, Provinsi atau Pemkab, seperti normalisasi, pemasangan early warning system, bronjong dan parapet. Kedua, bansos tetap diupayakan sesuai kebutuhan masyarakat. Ketiga adalah recovery dan restrukturisasi bangunan rumah terdampak banjir," tandas Saifullah.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.