Kamis, 23 Jul 2026 19:52 WIB

Muncul di Stories Pengguna, Ini Alasan WhatsApp

Sebuah ilustrasi foto menunjukkan logo aplikasi perpesanan media sosial Whatsapp (Foto: EPA-EFE/IAN LANGSDON via Republika)
Sebuah ilustrasi foto menunjukkan logo aplikasi perpesanan media sosial Whatsapp (Foto: EPA-EFE/IAN LANGSDON via Republika)

jatimnow.com - WhatsApp menggunakan pesan Status (Stories) untuk menggarisbawahi 'komitmen terhadap privasi pengguna'. Kampanye ini telah dijalankan di Amerika Serikat (AS) dan Inggris.

Kampanye serupa telah berjalan di India selama beberapa waktu, namun sekarang menjangkau lebih banyak audiens global. Di Indonesia, status WhatsApp muncul pada Jumat (29/1/2021).

Baca Juga: Akun WA Aba-abal Wali Kota Madiun Gentayangan Incar Mangsa

Dilansir dari Engadget, Minggu (31/1/2021), seorang juru bicara mengatakan perusahaan di masa depan akan menggunakan status untuk menyampaikan pembaruan secara langsung. Hal ini untuk menghindari kebingungan seputar perubahan kebijakan privasinya.

Sebelumnya, pada awal bulan Januari, pengguna Whatsapp menerima pemberitahuan bahwa platform tersebut sedang mempersiapkan kebijakan dan ketentuan privasi baru. Informasi pembaruan ini heboh di kalangan penguna.

Banyak yang menganggap bahasa yang diperbarui dalam kebijakan tersebut menyiratkan WhatsApp akan membagikan pesan dan konten lain dengan Facebook. WhatsApp mengatakan tidak dapat membaca pesan milik pengguna.

Baca Juga: Nomor WA Palsu Camat Taman Kota Madiun Cari Mangsa

Akibat kesalahpahaman itu, jutaan pengguna yang kesal pindah ke aplikasi obrolan lain seperti Signal dan Telegram.

Langkah pemberian informasi melalui stories dinilai dapat membantu WhatsApp menghadapi 'keributan' di masa depan dengan berbicara langsung pada pengguna, alih-alih mengeluarkan pernyataan dan mengarahkan pengguna ke FAQ.

 

Baca Juga: Pesan Hoaks Tersebar lewat Whatsapp Lingkup Pemkab Tuban, Warga Diminta Waspada

Lihat Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.