Pasangan Mesum di Danau Ranu Disebut Bukan Warga Setempat
- Penulis : Moch Rois
- | Selasa, 19 Jan 2021 15:08 WIB
jatimnow.com - Masyarakat Desa Ranuklindungan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan menyesalkan perbuatan mesum pasangan diduga kekasih di Wisata Danau Ranu. Videonya yang merekam aksi tidak senonoh pasangan itu beredar di media sosial.
"Tentunya kami masyarakat desa di sekitar Danau Ranu ini sangat menyesalkan terjadinya aksi mesum itu. Sebab masyarakat di sini sangat religius," jelas Kepala Desa Ranuklindungan, Yuslimu, Selasa (19/1/2021).
Baca Juga: Viral Isi BBM Ditolak karena Pajak Mati, Ini Penjelasan Pertamina
Yuslimu menyebut, setelah video itu beredar, pihaknya melakukan pengecekan apakah pasangan tersebut warga desanya atau bukan. Hasil sementara pasangan itu pengunjung wisata dari luar Desa Ranuklindungan.
"Setelah kami telusuri, kami meyakini jika sepasang kekasih itu bukan warga desa kami," tegasnya.
Baca juga: Beredar Video Mesum Disebut di Wisata Danau Ranu, Pasuruan
Selain itu, Yuslimu menyayangkan perekam video yang menyebarkannya.
Baca Juga: Viral Video Oknum Anggota Polres Jember Diduga Nyabu, Ini Penjelasan Wakapolres
"Saya juga menyesalkan yang merekam dan menyebarkan video ini. Jelas mencoreng nama baik Desa Ranuklindungan," ungkapnya.
Senada dengan Yuslimu, Choiron Rosadi yang juga salah satu tokoh masyarakat Desa Ranuklindungan juga menyesalkan peristiwa itu. Menurutnya, peristiwa tidak senonoh tersebut baru terjadi pertama kali ini.
"Peristiwa seperti ini baru pertama kali. Tentunya kami warga desa ini sangat menyesalkan," ujarnya.
Baca Juga: Viral Ricuh di Pintu Masuk Bromo, TNBTS Klaim Pemukulan Refleks Bela Diri
Sementara salah satu Petugas Pengelola Wisata Danau Ranu, Akrie mengaku tidak menyangka peristiwa mesum itu bakal terjadi dan videonya beredar di media sosial.
"Kita sudah mantau (aktivitas pengunjung). Tapi itu (peristiwa mesum) lepas dari pantauan kita," tandas Akrie.
Editor : Narendra BakrieURL : https://jatimnow.id/baca-32850-pasangan-mesum-di-danau-ranu-disebut-bukan-warga-setempat