Sabtu, 06 Jun 2026 19:10 WIB

Kisah Marsekal Pertama (Purn) Sugiharto Pernah Diusir Babinsa

  • Penulis :
  • | Jumat, 02 Mar 2018 16:03 WIB
Marsekal Pertama (Purn) Sugiharto
Marsekal Pertama (Purn) Sugiharto

jatimnow:.com - Marsekal Pertama (Purn) Sugiharto mempunyai pengalaman diusir babinsa saat masuk ke mushola di perkampungan. Namun ia tak marah, karena menyadari tugasnya itu beresiko diusir atau dimusuhi orang.

"Seperti saya jenderal dibentak-bentak babinsa wajar. Siapa kamu, kurang ajar. Siapa yang menyuruhmu masuk mushola sini. Mana surat-surat, mana KTP-mu, cepat keluarkan cepat keluarkan aku babinsa sini," kata Sugiharto menceritakan pengalamannya berdakwah di daerah pelosok di  kepada jatimnow.com  di Masjid Arif Nurul Huda, komplek Mapolda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Jumat (2/3/2018).

"Iya pak," jawabnya pada waktu itu.  Sugiharto yang pernah menjadi penerbang senior TNI AU  dan kini menjadi ustaz ini tidak membalas dengan kemarahan meski dibentak-bentak.

Namun, sang babinsa itu tetap menghardiknya.

"Cepat! Siapa yang menyuruh kamu ke sini," bentak babinsa yang ditirukan Sugiharto.

Kebetulan saat itu ada juga rombongan berpangkat Letnan Kolonel Infantri Edi di sebelahnya. Dia menyerahkan kartu tanda anggota (KTA) kepada babinsa itu.

Babinsa itu langsung meminta maaf dan mengambil posisi siap. "Siap!" teriaknya kala itu.

"Yang kau bentak-bentak itu jendral (Marsekal Pertama TNI Angkatan Udara)," tutur Sugiharto menirukan ucapan Letkol Edi.

Katanya, saat berdakwa kemudian dimusuhi, dihujat, menurutnya sudah biasa.

"Itu sudah biasa. Rasulullah saja dilempari batu, diludahi," ujarnya.

Ia menceritakan, ketika dirinya masih anggota aktif dan menjadi pengurus masjid di komplek Bandara Halim Perdana Kusuma, juga pernah melakukan hal yang sama. Membentak-bentak orang.

"Dibentak-bentak babinsa itu wajar. Saya pernah mengalami selama 6 tahun. Saya Ketua Dewan Masjid Al Barkah di Halim. Ada orang berjenggot masuk (masjid) kutembak kamu. Kamu kutempeleng. Saya sempat begitu. Enam tahun, medeni (menakutkan)," tuturnya.

Sugiharto yang  menjadi khatib Salat Jumat di Masjid Arif Nurul Hud, komplek Mapolda Jatim,  mengatakan jika dirinya memang bukan lulusan perguruan tinggi agama Islam. Tidak pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren. Tidak pernah mengikuti pelatihan Dai.

Dirinya 'berhijrah' ketika kenal dengan seorang berpangkat Mayor Infantri di TNI Angkatan Darat, sekitar tahun 2006.

Saat itulah, ia rajin mengikuti kegiatan iktikaf di masjid bersama Komjen Pol (Purn)  Anton Bahrul Alam selama tiga hari mulai Jumat sampai Minggu setiap sebulan sekali.

Kemudian berjalan kaki berdakwah ke kampung-kampung. Kadang berdakwah dengan mengendari mobil, setelah Salat Jumat sampai Minggu.

"Jam lima sore ketuk pintu tetangga untuk mengajak salat berjamaah di masjid. Jam dua pagi membangunkan untuk salat tahajud, salat tasbih, ditutup salat witir," tuturnya.

Pria yang pernah menjabat sebagai Bandep Sosbud Setjen Watannas ini menambahkan, manfaat salat malam tersebut, termasuk Salat Tasbih yang bisa menghapuskan dosa kecil maupun besar, dosa disengaja maupun tidak disengaja.

Reporter: Rois Jajeli
Editor: Budi Sugiharto

Baca Juga: Polda Jatim Ringkus 11 Tersangka Sindikat Penipuan Segitiga Jual Beli Mobil

Editor : Budi Sugiharto
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.