Minggu, 26 Jul 2026 05:07 WIB

Pilwali Surabaya 2020

Geger Video Surat dari 'Risma' Berisi Promo ErJi

Capture video pengakuan ibu-ibu di Surabaya yang menerima surat dari Wali Kota Risma
Capture video pengakuan ibu-ibu di Surabaya yang menerima surat dari Wali Kota Risma

jatimnow.com - Beredar dua video berisi pengiriman surat yang disebut dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) kepada warga.

Belakangan diketahui, surat Risma itu berisi ajakan agar warga menggunakan hak pilihnya pada Pilwali Surabaya, 9 Desember 2020 dan memilih Pasangan Calon (Paslon) Eri Cahyadi-Armudji (ErJi) yang diusung PDI Perjuangan (PDIP).

Baca Juga: Pemkot Surabaya Beri Bantuan Pendidikan untuk 7.380 Siswa SMA/SMK/MA Sederajat

Baca juga: Surat Risma Dinilai Menciderai Demokrasi, Warga Lapor ke Bawaslu

Ajakan Risma untuk mencoblos Erji itu dikemas dalam surat ajakan datang ke TPS. Selain selembar ajakan untuk mendukung Erji yang berkop foto Risma, dalam amplop cokelat yang berstempel surat Bu Risma untuk warga Surabaya juga berisi pamflet paslon.

Surat untuk warga yang dikirim dari Risma berujung kontroversi. Warga mengecam pengiriman surat yang 'berbau' politik itu. Warga kompak mengecam langkah Risma itu.

Seperti dalam video pertama yang dilihat redaksi jatimnow.com, Rabu (2/12/2020). Video berdurasi 2 menit 2 detik itu, seorang warga memberikan kesaksian dirinya menerima surat dari Wali Kota Risma.

"Nama saya Ibu Eni. Saya kebetulan kader Bu Mantik, posyandu juga Bunda PAUD. Tadi sore saya dikirimi surat dengan alamat yang tertera di sini (sambil menunjukkan alamat surat red). Ini adalah alamat pribadi rumah saya. Setelah saya buka, isi amplop coklat itu berstempelkan 'Surat Bu Risma untuk Warga Surabaya'," katanya.

"Sebenarnya saya merasa bahagia, karena saya merasa dihargai. Surat ini untuk kapasitas sebagai seorang kader. Tapi setelah saya buka, terus terang saya merasa kecewa. Kekecewaan saya karena di dalam surat tersebut ada ajakan Bu Risma untuk memilih salah satu paslon dan juga dilampiri profil atau brosur dari paslon tersebut," tambahnya.

Ia menyayangkan dengan surat tersebut. Dirinya mengaku bersimpati kepada Wali kota Risma namun kini merasa kecewa.

"Sebenarnya saya sangat simpati terhadap Bu Risma. Saya juga menghargai apa yang telah dilakukan sama Bu Risma. Tapi dengan adanya surat ini, saya merasa kecewa. Saya menjadi kader itu atas dasar saya menghargai beliau sebagai seorang wali kota yang saya anggap sebagai panutan di Surabaya," lanjutnya.

Eni menyebut dirinya mendukung semua program yang telah dilakukan oleh Wali Kota Risma karena meruntuhkan demokrasi.

"Saya juga mendukung semua program-program yang beliau lakukan. Tetapi dengan adanya surat ini seakan beliau meruntuhkan demokrasi yang ada di Surabaya. Saya merasa kecewa dengan beliau karena mendukung salah satu paslon dengan cara seperti ini," jelasnya.

"Saya merindukan Bu Risma yang mengayomi semua warganya. Saya menghargai beliau sebagai wali kota yang bijaksana. Saya mohon kebijaksanaan dari Bu Risma untuk memberikan peluang kepada seluruh warga Surabaya untuk memilih sesuai dengan hati nuraninya tanpa ada doktrin seperti ini," imbuhnya.

Eni mengaku merindukan Tri Rismaharini seperti yang dulu.

"Saya merindukan Bu Risma yang mengayomi seluruh warganya tanpa memandang satu paslon. Saya harap Bu Risma bisa lebih bijaksana untuk lebih mengayomi semua paslon. Terimakasih," tandasnya.

Baca Juga: Viral Isi BBM Ditolak karena Pajak Mati, Ini Penjelasan Pertamina

Sedangkan dalam video kedua, seorang pria mengaku disuruh Risma untuk mengirimkan 2000 surat untuk warga di Plemahan gang 10 sampai 12.

Dalam video berdurasi 59 detik tersebut, terdengar suara pria bertanya kepada pria pengantar surat tersebut.

Berikut percakapan suara pria dengan pria yang mengaku disuruh Risma untuk mengirimkan surat tersebut:

Suara pria: Surat apa itu?
Kurir: Bu Risma

Suara pria: Nyuruh apa?
Kurir: Suruh nganter surat-surat.

Suara pria: Surat apa itu?
Kurir: Ya surat ini pak. tadi saya disuruh sama itu.

Suara pria: Sampean tahu isinya surat itu?
Kurir: Saya nggak tahu saya disuruh nyopir aja.

Baca Juga: Viral Video Oknum Anggota Polres Jember Diduga Nyabu, Ini Penjelasan Wakapolres

Suara pria: Yang nyuruh Bu RIsma?
Kurir: Iya
Suara pria: Sendiri?
Kurir: Iya

Suara pria: Disuruh dari mana tadi?
Kurir: Iya Pak. Dari, apa namanya sampek gang Plemahan 10 sampai 12.

Suara pria: Berapa surat yang sampean kirim?
Kurir: dua ribu lembar Pak

Suara pria: Nama sampean siapa?
Kurir: Faisal

Suara pria: Sampean petugas kantor pos apa bukan?
Kurir: Bukan Bapak. Saya sopir aja, pengiriman aja pak.

Suara pria: Bu Risma langsung ya yang nyuruh?
Kurir: Iya, iya Bapak.

Suara pria: Ngomong apa Bu Risma?
Kurir: Kurang tau saya suruh nyopir saja.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.