Selasa, 28 Jul 2026 05:16 WIB

Ada 346 Janda dan Duda Baru di Probolinggo Selama Pandemi Covid-19

Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Probolinggo (Foto: Istimewa)
Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Probolinggo (Foto: Istimewa)

jatimnow.com - Selama masa Pandemi Covid-19, ratusan warga Probolinggo tercatat berstatus janda dan duda. Data itu tercatat di Pengadilan Agama setempat dalam 7 bulan, terhitung sejak Maret hingga Oktober 2020.

Selama 7 bulan itu, Pengadilan Agama Probolinggo menangani perkara cerai talak sebanyak 123 dan cerai gugat sebanyak 248. Dari perkara itu, yang sudah diputus, yaitu cerai talak sebanyak 118 perkara dan cerai gugat sebanyak 228 perkara.

Baca Juga: DPRD Kota Probolinggo Desak Terbitnya Perwali Untuk Perjelas Status Modin

"Jadi totalnya ada 346 penceraian yang sudah mendapatkan putusan. Sisanya masih bisa dibina," ujar Humas Pengadilan Agama Probolinggo, Badrul Jamal, Rabu (11/11/2020).

Badrul menjelaskan, latar belakang dan motif para penggugat bermula dari adanya pertengkaran dengan berbagai penyebab. Di antaranya masalah ekonomi, pernikahan dini, faktor orang ketiga dan poligami secara tidak sehat.

"Perceraian ini banyak dilatarbelakangi oleh pertengkaran dalam rumah tangga secara terus menerus. Sehingga majelis hakim yang memeriksa, apabila lebih banyak mudharatnya dari pada manfaatnya, maka itu akan menjadi penilaian," jelasnya.

Baca Juga: Kebakaran Hanguskan Toko Ban dan Pracangan di Jalur Pantura Paiton Probolinggo

Badrul mengakui mayoritas yang mengajukan gugatan kebanyakan dari kalangan perempuan dengan berbagai dasar gugatan.

"Mereka kebanyakan masalah miskomunikasi saja sudah melakukan gugat cerai," tegasnya.

Baca Juga: Pedagang Tempe di Probolinggo Menjadi Korban Begal, Motor dan Dagangan Raib

Badrul mengingatkan bahwa perkawinan merupakan proses yang sakral atau suci dan teguh.

"Diharapkan agar masyarakat sebelum melangkah ke jenjang perkawinan untuk memahami terlebih dahulu hak-hak dan kewajiban sebagai suami istri. Sehingga keduanya bisa saling mengerti dan tidak sampai terjadi penceraian," pintanya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.