Selasa, 09 Jun 2026 08:50 WIB

Menengok Sentra Ikan Bulak

Wali Kota Risma meresmikan 'Bulak Fest 2016' dan kondisi Sentra Ikan Bulak (SIB) sekarang
Wali Kota Risma meresmikan 'Bulak Fest 2016' dan kondisi Sentra Ikan Bulak (SIB) sekarang

jatimnow.com - Tidak sedikit pedagang ikan dan olahan hasil laut yang menolak masuk/menempati pasar yang telah dibangun Pemkot Surabaya. Sentra Ikan Bulak (SIB) yang berlantai dua di Kecamatan Bulak, Surabaya itupun kian hari menjadi sepi.

Apalagi, Taman Suroboyo yang berada di seberang SIB ditutup karena imbas Pandemi Corona, begitu pula destinasi wisata lainnya seperti Jembatan Suroboyo.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Pengamatan jatimnow.com pada Minggu (11/10), pasar ikan yang dibangun megah di dekat perkampungan nelayan itu lengang.

Dari dua lantai, lantai atas diisi pedagangg makanan dan minuman sedangkan lantai dasar diperuntukan pedagang ikan dan olahan hasil laut.

Pedagang olahan hasil laut seperti aneka jenis kerupuk ikan terlihat terlihat menempati lapak di bagian selatan, sedangkan lapak/stand bagian utara nampak melompong. Tidak terlihat pedagang ikan yang menempati lapaknya. di pasar ikan yang diresmikam Wali Kota Tri Rismaharini itu.

Hanya pada Minggu siang itu terlihat seorang nenek yang jualan ikan hingga mangga.

Tidak sedikit pedagang ikan dan olahan hasil laut yang menolak masuk/menempati pasar yang telah dibangun Pemkot Surabaya. 

Kadang pedagang yang tanpa mengenakan masker itu kembali melanjutkan tidurnya di atas meja lapak yang kosong.

Dia terbangun ketika ada kendaraan yang tiba mencari parkir. Sontak teriak menawarkan ikannya.

"Ikan segarnya," teriaknya.

Pengunjung yang belanja di SIB saat itu bisa dihitung dengan jari.

Pemandangan itu bertolak dengan pedagang di kampung Sukolilo yang berada sekitar 300 meter sebelah selatan SIB. Mereka yang jualan ikan asap di depan rumahnya cukup ramai. Keberadaan mereka tentunya membuat lalu lintas terganggu.

Upaya sudah ditempuh Pemkot Surabaya untuk menjadikan warga pesisir yang mayoritas nelayan itu sebagai tuan dan nyonya di negeri sendiri telah ditempuh.

Misalnya menggandeng Komunitas Bicara Surabaya pada menggelar 'Bulak Fest 2016'. Saat itu Camat Bulak dijabat Soeprayitno. Beragam agenda digelar dalam 'Bulak Fest 2016'. Beragam agenda itu untuk menggairahkan perekonomian masyarakat Bulak.

Baca Juga: Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

SIB

Selain pedagang yang berada di SIB, beberapa toko milik warga yang menjual hasil olahan laut dan berada di sepanjang jalan menuju SIB (dari arah KenPark), juga akan merasakan dampak positifnya.

Beberapa kegiatan yang termasuk dalam rangkaian 'Bulak Fest 2016' di antaranya adalah lomba fashion nelayan, lomba masak olahan ikan antar-RW se-kecamatan Bulak, perahu hias, pameran foto , kompetisi blog, hingga lomba fotografi serta perlombaan lainnya.

Tidak ketinggalan, event itu diwarnai kegiatan sosial seperti donor darah dan pemberian bingkisan. 'Bulak Fest 2016' dibuka Wali Kota Risma. Semua kegiatan tersebut dipusatkan di SIB, perkampungan nelayan dan Taman Suroboyo (saat itu belum sempurna).

Bahkan hari pertama 'Bulak Fest 2016', Wali Kota Risma dan semua pejabat Pemkot Surabaya melakukan pengecatan perkampungan pesisir yang saat itu dijuluki "The Sunrise of Bulak" dengan aneka warna.

"Itu awal di kampung pesisir ini sampai hari ini berwarna," jelas Budi Sugiharto dari Komunitas Bicara Surabaya, Senin (12/10/2020}.

Komunitas gabungan profesi di Kota Pahlawan itu juga menggelar event lainnya untuk mendorong masyarakat lebih berdaya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Pengecatan perkampungan pesisir dengan aneka warna

Selain Bulak FesT 2016, Komunitas Bicara Surabaya juga menggelar 'Dolly Saiki Fest' usai alih fungsi perkampungan yang dijadikan lokalisasi dengan menggandeng Pemkot Surabaya dan Polrestabes Surabaya ketika Kapolrestbes Kombes Pol M Iqbal (sekarang Irjen Pol M Iqbal sebagai Kapolda NTB).

Aneka kegiatan dilaksanakan selama 3 bulan. Yang menjadi ikon saat itu adalah 'Dolly Night Run', lari malam menyusuri gang-gang di Dolly dan Jarak.

Kegiatan lain adalah Nndur & Sedekah 1 Juta bibit cabai. Pembagian bibit cabai ini juga menggandeng Pemkot Surabaya. 'Dolly Saiki Fest' melahirkan pusat oleh-oleh buatan warga perkampungan eks lokalisasi 'DS Point'.

 

Tim Komunitas Bicara Surabaya

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.