Sabtu, 06 Jun 2026 18:13 WIB

Tepis Tuduhan Kasus SIPOA, Polda Jatim Laporkan 5 Media ke Dewan Pers

 Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera memberikan pernyataan.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera memberikan pernyataan.

jatimnow.com - Tak terima dituding ada praktik mafia hukum di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim, terkait dengan kasus dugaan penipuan jual beli properti apartemen 'SIPOA' yang dilansir beberapa media, Polda Jatim secara resmi menyatakan keberatannya.

Polda Jatim melalui Kabid Humas Kombes Pol Frans Barung Mangera menyatakan bakal melaporkan beberapa media yang dianggap tidak cover both side ke Dewan Pers.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Jual Beli OTP Ilegal, Untung Hingga Rp1,2 Miliar

Barung menyatakan pihaknya keberatan terhadap pemberitaan di lima media dan akan melayangkan surat ke Dewan Pers.

"Saya ingin ada hak jawab saya. Melihat tulisan yang berbentuk opini bukan informasi. Tidak melakukan konfirmasi berimbang terhadap kami sebagai juru bicara Polda Jatim," tegas Kombes Pol Frans Barung Mangera kepada wartawan di Mapolda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Rabu (23/5/2018).

Barung enggan menjelaskan media apa saja yang dilaporkan ke Dewan Pers atas pemberitaan dari kuasa hukum dari kasus tersebut.

"Ada lima, dan kami layangkan surat ke Dewan Pers," terangnya.

Dari informasi yang dihimpun jatimnow.com, pada Tahun 2014 PT Sipoa dan grupnya melakukan promosi di Sidoarjo, Surabaya dan Bali. Ada sekitar 1.104 pembeli yang direkrut dan sekitar 600 lebih yang sudah lunas.

Kemudian diduga ada unsur penipuan, sehingga puluhan pembeli properti apartemen itu ada yang melaporkan ke kepolisian.

"Tidak ada polisi membujuk yang bersangkutan (pembeli) melaporkan ke Polda Jatim," ujar Barung.

Baca Juga: Polda Jatim Ringkus 11 Tersangka Sindikat Penipuan Segitiga Jual Beli Mobil

Katanya, pada November 2017 lalu ada pertemuan 85 orang yang mewakili korban SIPOA untuk melakukan pertemuan, tapi tidak ada kesepakatan.

"Karena SIPOA tidak melakukan pembangunan, hanya ada tiga tiang pancang saja," tuturnya.

Kata Barung, penyidik Ditreskrimum Polda Jatim dalam menangani perkara ini sudah menetapkan enam tersangka. Dari keenam tersangka itu, dua diantaranya direksi dan sudah ditahan yakni, KSC (Sukarno Candra) dan BS (Budi Santoso).

"Polda Jatim tidak akan melakukan penahanan tanpa bukti yuridis. Perlakuan diskriminasi di tahanan, rekan-rekan boleh melihat sendiri. Semua orang mendapatkan perlakuan yang sama di tahanan, tidak ada diskriminasi," jelasnya.

Baca Juga: Mencemburui Homeless Media

Untuk diketahui, Polda Jatim merasa keberatan dengan tuduhan yang disampaikan oleh Edi Dwi Martono, kuasa hukum Sukarno Candra dan Budi Santoso (Direksi PT Bumi Samudera Jedine), dan diberitakan di beberapa media online.

Tersiar jika sebelumnya Polda Jatim dianggap membujuk beberapa konsumen SIPOA, untuk melaporkan kasusnya ke Polda Jatim.

Reporter: Arry Saputra/Jajeli Rois

Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.