Senin, 27 Jul 2026 08:51 WIB

Pilwali Surabaya 2020

Machfud Arifin Prihatin Kondisi Sungai Wonorejo yang Tercemar dan Bau

Machfud Arifin tinjau Sungai Wonorejo
Machfud Arifin tinjau Sungai Wonorejo

jatimnow.com - Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin berkeliling menyusuri Sungai Wonorejo hingga bibir pantai timur Surabaya (Pamurbaya), Sabtu (3/10/2020).

Ditemani sang istri Ny Lita dan sejumlah anggota timnya, calon nomor urut 2 itu melihat kondisi sungai tersebut menggunakan perahu karet.

Baca Juga: Peringati Hari Bhayangkara ke-79, Ini Pesan Gubernur Khofifah

Setelah berkeliling dan melihat kondisi sekitar, mantan Kapolda Jatim itu mengaku prihatin dengan kondisi sungai.

Apalagi di daerah konservasi Pantai Timur Surabaya, yang tercemar mercuri dan terdapat sedimentasi. Tentu kondisi ini tidak baik bagi masyarakat, karena banyaknya bakteri E-Coli.

"Kondisi Sungai Wonorejo ini begitu memprihatinkan. Secara kasat mata, kita bisa melihat betapa tingginya pencemaran di sini. Baunya juga tidak enak," kata Machfud Arifin.

Setelah melihat kondisi Sungai Wonorejo secara langsung. Menurutnya kondisi air tidak hanya menghitam namun juga berbau busuk, serta mengalami pendangkalan karena sedimentasi.

Kondisi tersebut, menurutnya perlu adanya revitalisasi atau penanganan secara cepat. Jika tidak, maka akan berpengaruh bagi biota sungai, para nelayan, petambak maupun warga yang menggantungkan hidup atau mencari nafkah dari sana.

"Jika air tercemar, maka ikan tidak akan bisa hidup. Akibatnya, nelayan harus mencari ikan lebih jauh ke tengah laut, ini tentu saja memberatkan nelayan, dari segi biaya maupun risiko lainnya," kata arek asli Ketintang itu.

Baca Juga: Pengamat Politik Sebut Machfud Arifin-Bayu Airlangga Lawan Berat Eri-Armuji

Dicontohkannya, jika air sungai di kawasan tersebut tercemar juga akan membuat repot para petambak yang ada di kawasan Pamurbaya.

"Karena mereka mengandalkan air dari kawasan pantai untuk tambak mereka. Jika airnya tercemar pembibitan sulit dilakukan, demikian halnya dengan pembiakan ikannya," urainya.

"Begitu juga dengan sedimentasi. Endapan lumpur yang tidak dikeruk membuat sungai dangkal. Akibatnya, ekosistem air yang ada di sungai itu tidak bisa berjalan dengan semestinya," imbuhnya.

Selain menyusuri sungai, calon wali kota Surabaya yang diusung koalisi 8 partai, PKB, PAN, Gerindra, Demokrat, PPP, NasDem, Golkar dan PKS itu juga berdiskusi dengan warga sekitar guna menyerap aspirasi warga.

Baca Juga: Machfud Arifin Ikhlas dan Doakan Eri Cahyadi-Armudji

"Saya sudah berdiskusi dengan warga di sini mulai petambak, nelayan maupun mereka yang menjadi korban areal konservasi yang dikelola tidak memperhatikan warga. Saya dan Pak Mujiaman (cawawali Surabaya) akan menangani semua permasalahan ini, bila nanti mendapatkan amanah menjadi wali kota," kata Mantan TKD Jatim, Jokowi-Ma'ruf Amin itu.

Sungai Wonorejo yang bermuara di Pamurbaya memang salah satu sungai yang kondisi pencemarannya sangat buruk di Surabaya. Hal itu dikarenakan limbah rumah tangga ratusan ribu warga yang ada di kawasan Rungkut langsung dibuang ke sungai tanpa pengelolaan terlebih dahulu.

Machfud Arifin berdialog dengan nelayan dan petambak

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.