Selasa, 28 Jul 2026 17:29 WIB

Penangkapan Teroris di Kedungturi

Densus 88 Mengamankan Satu Karung Kecil Diduga Bahan Peledak

Rumah yang digerebek Densus 88 di Kedungturi, Surabaya.
Rumah yang digerebek Densus 88 di Kedungturi, Surabaya.

jatimnow.com Tim Densus 88 mengamankan satu karung kecil yang diduga bahan mentah peledak dari rumah terduga teroris Eko Trisetyo (42) di Kedungturi III no 11 RT 3 RW 8, Kelurahan Kedungdoro, Kecamaran Tegalsari Surabaya, Minggu (20/5/2018) malam.

Selain mengamakan barang tersebut, Tim Densus 88 juga mendapatkan perlawanan dari Eko. Pasalnya, saat akan diamankan, pria 42 tahu itu melawan menggunakan pisau lipat kurang lebih burukuran 20 cm namun berhasil diamankan.

Baca Juga: 4 Fakta Penemuan Bom Udara di Blitar: Berbobot 100 Kg, Dipastikan Masih Aktif

Menurut penuturan Ali Wafa Ketua RT 3 Kedungturi, tak menyangka Eko Trisetyo itu juga simpatisan sel teroris yang sempat mengguncang tiga Gereja di Surabaya, karena Eko adalah warga asli Kedungturi.

"Dulu Eko dikenal sangat baik dan akrab dengan siapapun, namun tingkah laku Eko terlihat tertutup sejak dirinya berhenti bekerja jadi cleaning servis dari Hotel Tunjungan tiga tahun lalu," tutur Ali Wafa.

Ia menceritakan, bahwa Eko mempunyai 2 anak, satu kerja di toko hoki di Pakuwon, dan satunya Siswa SMPN 34 kelas IX. Namun, Eko adalah seorang duda yang telah cerai dengan istrinya yang merupakan orang Bali.

"Eko tinggal serumah dengan putra-putrinya, padahal dulu Eko itu Muazin, tapi kita juga tidak tahu saat dia menganggur dan hanya menjadi kuli serabutan ia lebih mengurung diri," katanya.

Baca Juga: 5 Trending Topik Pekan Ini, Nomor 4 Jangan Coba-coba Bercanda Soal Ini!

Sementara itu, salah satu keluarganya yang enggan disebutkan namanya mengatakan saat Eko diamankan, diduga juga diamankan beserta sebilah pisau. Dan pisau itu dibelinya ketika mendapatkan uang pesangon.

"Kalau tidak salah itu dibelinya mendapatkan pensangon itu juga diamankan, kalau tidak salah tadi yang dibawa juga ada kertas,-kertas apa gitu," terangnya.

Dalam penangkapan itu, Tim Densus juga berlangsung senyap, pasalnya saat penangkapan, para masyarakat sedang akan melaksanakan Salat Tarawih sekitar pukul 18.45 WIB.

Baca Juga: Dari Cikeas Bogor, Napiter Asal Gresik dan Malang Dipindah ke Kediri

Dan penangkapan terduga teroris itu dilakukan sepekan bom bunuh diri di tiga Gereja Surabaya berlalu. Tim Densus 88 terus bergerak mencari sel-sel yang diketahui berafiliasi dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang diketahui saat ini berperan penting dalam menggerakkan para pelaku bom.

Reporter: Fahrizal Tito

Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.