Minggu, 26 Jul 2026 04:16 WIB

Logo Mirip PDIP di SBO TV, Guru Diberi Sanksi?

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Rabu, 09 Sep 2020 13:20 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Supomo (tengah) dalam jumpa pers di Pemkot Surabaya
Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Supomo (tengah) dalam jumpa pers di Pemkot Surabaya

jatimnow.com - Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya belum ada rencana memberikan sanksi terhadap guru yang disebut mengalami human error sehingga muncul logo mirip PDIP saat pelajaran online tayang di SBO TV.

"Kebetulan Bu Fita ini sebenarnya bukan saatnya ngajar. Tapi sebagai guru pengganti. Harusnya Bu Wahyu yang ngajar, kemudian digantikan Bu Fita karena sakit," ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Supomo dalam jumpa pers di Pemkot Surabaya, Rabu (9/9/2020).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Jadi, terjadinya kesalahan itu kemudian diketahui oleh pemirsa. Kenapa kemarin bisa terjadi seperti itu. Menurut cacatan dari hasil kemudian kami verifikasi data, selama mengajar di SD itu dengan predikat baik. Sikapnya baik, sopan santunnya baik, perilakunya baik. IP-nya 3,75. Sehingga kemudian dari kelompok MGMP, Bu Fita ini direkom untuk menjadi guru pengajar di SBO TV," tambahnya.

Supomo menambahkan, Afita Nurul Aini, guru yang mengajar materi program pembelajaran GURUku (sekolah online) untuk kelas 1 SD yang disiarkan di SBO TV, itu sudah mengajar empat kali. Dan menurutnya, sudah bagus.

Baca juga:  Dinas Pendidikan Surabaya Sebut Logo Mirip PDIP di SBO TV dari Guru

"Yang ketiga kali bagus, dilihat di YouTube masih ada. Saya ndak tahu, ya namanya manusia selalu ada perubahan. Sehingga terus kemudian dia ngajar yang keempat dia kurang konsentrasi. Mungkin ada masalah apa, belum nikah juga. Atau mungkin bertengkar sama pacarnya, saya ndak tahu. Sehingga kemudian terjadi kesalahan itu," jelasnya.

Apakah ada sanksi untuk guru? Supomo menyebut jika nantinya akan dilakukan pengkajian.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Tentunya akan dilakukan pengkajian. Kita tidak boleh gegabah, karena dia guru baik, dia guru prestasi, dia guru potensial. Guru yang dibutuhkan di Kota Surabaya," paparnya.

"Terutama terhadap apa-apa yang selama ini yang ia sudah lakukan, kami akan tresing lagi, record-nya ketika dia ngajar. Sehingga kemudian nanti keputusan kami adalah keputusan obyektif yang tentunya nanti akan membangun Kota Surabaya lebih baik," imbuhnya.

Di televisi sendiri apakah tidak ada filter sebelum ditayangkan secara langsung? Supomo mengatakan jika selalu melakukan evaluasi.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Kan setiap hari Sabtu selalu kita lakukan evaluasi, materi kita bahas di situ. Dan ini bukan membuat, materi ini bukan membuat, seandainya dia mengajar di sekolah dan murid tinggal membawa buku itu, maka kemudian tidak terjadi itu," tambahnya.

"Karena ini di televisi, kemudian bukunya ini tidak akan bisa tampil. Kemudian dilakukanlah proses menyiapkan materi, yang kemudian harus dibuat seperti itu. Tadi sudah disampaikan dia salah mencet. Karena kurang konsentrasi," jelasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.