Minggu, 26 Jul 2026 09:40 WIB

Berangkat dari Gresik, Kapal TB WGSR 3 Diduga Hilang di Perairan Bima

Penampakan Kapal TB Immanuel WGSR 3 saat menarik Kapal Tongkang AP GIO di Perairan Lombok NTB sebelum dilaporkan hilang
Penampakan Kapal TB Immanuel WGSR 3 saat menarik Kapal Tongkang AP GIO di Perairan Lombok NTB sebelum dilaporkan hilang

jatimnow.com - Kapal TB Immanuel WGSR 3 milik PT Wahana Gemilang Samudera Raya (WGSR) yang menarik kapal tongkang AP GIO dilaporkan hilang bersama 10 anak buah kapal (ABK) diduga di Perairan Bima Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak 31 Juli 2020.

Informasi yang didapat dari Kasi Keselamatan Berlayar Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Gresik, Capt Masri T Randa Bunga, Kapal TB Immanuel WGSR 3 dengan 10 ABK yang dinahkodai Rustam Efendi itu menarik kapal tongkang AP GIO dengan 2 ABK bermuatan bahan bangunan.

Baca Juga: Demam Piala Dunia 2026 Warnai MPLS di SMP Muhammadiyah 12 Gresik Kota Baru

Kapal itu berangkat dari Pelabuhan Gresik pada 21 Juli 2020 dengan Tujuan Pelabuhan Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Namun sekitar pukul 18.00 Wita, Kamis (6/8/2020), Polairud Polres Pangkep, Sulawesi Selatan mendapatkan laporan nelayan dari Pulau Kembang Lemari telah menemukan kapal tongkang AP GIO bersama dua orang ABK bernama Hamzah dan Lukman.

Saat ditemukan, AP GIO terdampar di 3 mil barat daya Pulau Sarege, Sapukka, Kecamatan Liukang Tangaya, Pangkep.

Kasi Keselamatan Berlayar KSOP Kelas II Gresik, Capt Masri T Randa BungaKasi Keselamatan Berlayar KSOP Kelas II Gresik, Capt Masri T Randa Bunga

Dari pengakuan Hamzah, kapal TB Immanuel WGSR 3 yang menarik tongkang mengalami kebakaran di Perairan Bima sekitar pukul 03.00 Wita pada 31 Juli 2020. Akibat kebakaran, tali yang menghubungkan kapal TB Immanuel dan WGSR 3 terputus.

Baca Juga: Gandeng Akademisi, PLN Edukasi Petani Gresik Gunakan Teknologi Sensor Pertanian

Selanjutnya kapal tongkang AP GIO terapung tanpa arah hingga akhirnya ditemukan oleh nelayan Pulau Kembang Lemari.

"Kami memang mendapat laporan tentang hilangnya Kapal TB Immanuel WGSR 3 penarik kapal tongkang AP GIO yang berangkat dari Pelabuhan Gresik pada 21 Juli lalu. Namun penyebab pastinya entah itu kebakaran, tenggelam atau ada faktor lainnya saya belum tahu. Kami masih menunggu perkembangan kabar dari Basarnas atau Tim SAR yang bertugas di sana," kata Capt Masri T Randa Bunga saat ditemui di rungannya, Kamis (13/8/2020).

Masri melanjutkan, dua orang ABK kapal tongkang AP GIO hingga saat ini diamankan di Mapolsek Liukang Tangaya untuk dimintai keterangan lebih lanjut mengenai kronologis hilangnya Kapal TB Immanuel WGSR 3.

Baca Juga: Tercebur Sumur 15 Meter, Kakek 98 Tahun di Kedamean Gresik Ditemukan Tewas

"Mereka berdua sudah diamankan Polsek Liukang Tangaya," ucapnya.

Adapun 10 ABK Kapal TB Immanuel WGSR 3 yang hingga kini masih belum diketahui nasibnya adalah Rustam Efendi (Nahkoda), Robby Dwi Premadi (Mualim 1), Ahmad Mahfutson (mualim 2) dan Ahmad Efendi (KKM).

Kemudian Denis Taditya Ermandra (Masinis II), Bayu Santoso (masinis III), Arief Damar Jumanto (Juru mudi), Rahmad Hermawan ( juru mudi), Sahir Juana (Juru mudi) serta Medy Yosua K Sllay (juru masak).

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.