Selasa, 28 Jul 2026 15:18 WIB

Penyadapan Soal UNBK SMP, Polisi Selidiki Keterlibatan 2 Staf LBB

  • Penulis :
  • | Jumat, 11 Mei 2018 15:27 WIB
Keny Erviati, Kepala Sekolah SMPN 54 Surabaya saat hendak diperiksa di Mapolrestabes Surabaya.
Keny Erviati, Kepala Sekolah SMPN 54 Surabaya saat hendak diperiksa di Mapolrestabes Surabaya.

jatimnow.com - Kasus penyadapan yang melibatkan Keny Erviati, Kepala Sekolah SMPN 54 Surabaya sebagai tersangka, terus berkembang.

Penyidikan polisi kini mengarah pada keterlibatan staf dari Lembaga Bimbingan Belajar (LBB) ESC (Excellent Study Club)Jalan Jolotundo, Tambaksari Surabaya, milik Kenny.

Baca Juga: Tergiur Upah Cepat, Mantan Kurir Paket di Surabaya Berubah Haluan Antar Narkoba

Baca juga: Polisi akan Periksa 7 Siswa Penerima Hasil Penyadapan Soal UNBK SMP

"Kami masih selidiki dua nama berikut alamatnya. Dua orang itu merupakan staf di LBB milik tersangka KE yang sudah kami jadikan tersangka dan kami tahan," sebut Kanit Tipidek Polrestabes Surabaya, AKP Dimas Ferry Anuraga, Jumat (11/5/2018).

Dimas menambahkan, dua staf LBB itu diduga menjadi orang yang mengerjakan soal UNBK dan membagikannya ke 7 siswa yang merupakan anak komite sekolah.

Baca juga: Ini Alat Bukti Peretasan UNBK SMP di Surabaya yang Diteliti Polisi

"Kami masih verifikasi alamat rumah dua staf itu. Jika sudah fix, akan kami layangkan surat panggilan pemeriksaan sebagai saksi," bebernya.

Dari kronologi yang dihimpun penyidik, dua staf itulah yang menerima foto soal UNBK yang dikirim oleh tersangka IM (tenaga IT honorer SMP 54 Surabaya) melalui Whatsapp.

Baca juga: Penyadapan Soal UNBK, Kepsek SMPN 54 Sebut Komite Ikut 'Menikmati'

Baca Juga: Bongkar Kasus Internasional, AKBP Edy Herwiyanto Raih 6 Penghargaan

Dua staf itu kemudian mengerjakan soal tadi dan mengirimkan jawaban kepada 7 siswa. Dalam aksinya, IM dibantu oleh TH (juga sudah tersangka) atas perintah Keny Erviati.

"Jadi, siapapun yang terkait dengan alur kasus ini, akan kami periksa. Selain sebagai pelengkap BAP (berita acara pemeriksaan) terhadap para tersangka sebelumnya, juga untuk mengupas tuntas kasus ini," tegas Dimas.

Baca juga: Sempat Raib, Kepsek SMPN 54 Akhirnya Diperiksa Soal Penyadapan UNBK

Sebelumnya Keny menyebut jika aksinya menyadap soal-soal UNBK SMP itu atas dasar ingin membalas budi kepada sejumlah komite sekolah yang anak-anaknya sedang menempuh UNBK di SMPN 54 Surabaya.

Keny menilai jika komite sekolah selama ini sudah banyak membantu sarana dan prasana di sekolah yang dipimpinnya itu.

Baca Juga: Bentrok Pesilat di Kalijudan Surabaya, Polisi Segera Bekuk Pelaku

Kendati begitu, penyidik tidak serta merta percaya. Dan keterangan Keny itu, bakal dikonfrontir dengan memanggil 7 siswa SMPN 54 Surabaya yang diduga menerima jawaban soal UNBK yang telah disadap.

Pemanggilan dan pemeriksaan terhadap 7 siswa itu dipastikan dalam pendampingan orang tua masing-masing siswa serta dilakukan secara bertahap.

Reporter: Narendra Bakrie

Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.